Tok! Bandar Narkoba Makassar Divonis Seumur Hidup

Bandar narkoba Makassar menguasai narkoba seberat 75 kilogram dan 32.747 pil ekstasi.

 Ilustrasi

SOLOPOS.COM - Ilustrasi

Solopos.com, MAKASSAR — Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar memutus pidana seumur hidup bagi bandar narkoba bernama Faturrakhman, Senin (23/5/2022).

Bandar narkoba Faturrahkhman terbukti melakukan tindak pidana Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Mereka menguasai narkoba seberat 75 kilogram dan 32.747 pil ekstasi.

Ketua majelis hakim, Muh. Yusuf Karim, di Makassar, Senin (23/5/2022), membacakan langsung putusan sidang untuk tiga orang terdakwa yakni Faturrakhman, Syafruddin, dan Andi Baso Jaya.

“Memutus bersalah hukuman penjara seumur hidup untuk terdakwa Fathurrahman,” ujarnya seperti dikutip Solopos.com dari Antara.

Baca Juga: Bayar Denda Rp800 Juta, Bandar Narkoba Bengkulu Bebas dari Penjara

Sidang yang digelar secara hibrid dengan para terdakwa dalam pengawasan sipir dan anggota di Rutan Makassar menjelaskan jika para terdakwa secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika.

Para terdakwa telah menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dalam bentuk tanaman beratnya melebihi satu kilogram atau melebihi lima batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya lima gram, pelaku dipidana dengan pidana mati.

Baca Juga: Ketakutan Ditangkap Polisi, Bandar Narkoba Ini Eek di Celana

Jaksa Moh Zahroel Ramadhana menjelaskan vonis berbeda dari ketiga terdakwa berdasarkan bobot dari pidana yang dilakukan meskipun sama-sama sebagai bandar narkoba.

Fathurrahman mendapat vonis pidana penjara seumur hidup lebih ringan jika dibandingkan dengan terdakwa Syahruddin yang mendapat vonis pidana mati.

Syafruddin sudah lebih lama berkecimpung di bisnis haram tersebut dibandingkan lainnya.

Baca Juga: 8 Bandar Narkoba di Jabar Menunggu Eksekusi Mati

“Salah satu pertimbangan itu dampak yang ditimbulkan, jaringan dan berapa lama bisnis narkoba ini dijalankan. Makanya itu, vonisnya berbeda,” katanya.

Khusus untuk Andi Baso, kata Ramadhana, perannya sangat kecil sehingga hukuman yang didapatkan relatif lebih ringan dibandingkan keduanya.

Ia menjelaskan, saat penggerebekan oleh polisi, Baso awalnya hanya sebagai sopir atau teman dari terdakwa Syafruddin.

Baca Juga: Ealah, ASN di Cirebon Nyambi Jadi Bandar Narkoba

Saat ia mengetahui jika rekannya Syafruddin membawa tas berisikan puluhan kilogram sabu-sabu itu, terdakwa hanya kaget dan membawa mobil serta memarkirkan kendaraannya dengan sedikit tersembunyi.

Beberapa saat setelah kejadian itu, polisi kemudian menggerebek mobil yang digunakan terdakwa dan mengamankannya.

“Saat Baso bertanya ke Syafruddin itu dalam tas apa isinya. Kemudian dijawab ini narkoba dan kamu jangan kaget. Harusnya saat itu, ketika Andi Baso mengetahuinya, meninggalkan rekannya saja, tapi ini tidak justru kembali naik ke mobil dan membawa Syafruddin lalu memarkirkan mobilnya sedikit tersembunyi hingga akhirnya digerebek polisi,” katanya.

Baca Juga: Tiga Bandar Narkoba Jaringan Internasional Divonis Hukuman Mati PN Depok

Sementara untuk terdakwa Fathurrahman adalah pengembangan dari kasus penangkapan Syafruddin yang merupakan bagian dari sindikat peredaran narkoba internasional.

“Yang pasti untuk vonis hari ini, kami dari tim jaksa penuntut sudah confirm dengan putusannya. Kalau untuk Syafruddin dan Fathurrahman itu sesuai dengan tuntutan kalau Andi Baso itu kami tuntut 10 tahun tapi divonis 7 tahun. Vonisnya tidak lebih dari dua pertiga jadi kami pikir-pikir saja dulu,” ucapnya.

Baca Juga: Akhirnya! Bandar Narkoba Penyuplai Sabu-Sabu Coki Pardede Diringkus

Pada Agustus 2021, Ditnarkoba Polda Sulsel menangkap ketiga pelaku, dua di antaranya adalah bandar narkoba dengan sindikat jaringan Malaysia dan Filipina.

Pada saat diamankan oleh polisi, kedua terdakwa menguasai narkoba seberat 75 kilogram dan 32.747 pil ekstasi

Sumber: Antara

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Dua Ahli Pernah Menjelaskan Ihwal Ganja Medis di Mahkamah Konstitusi

+ PLUS Dua Ahli Pernah Menjelaskan Ihwal Ganja Medis di Mahkamah Konstitusi

Dua orang ahli dari Korea Selatan dan Thailand pernah didatangkan ke Mahkamah Konstitusi untuk memberikan penjelasan tentang penggunaan ganja untuk kepentingan medis di dua negara itu.

Berita Terkini

Kuliah Umum PSHE FH UKSW Bahas Peluang dan Tantangan G20

Kuliah umum FH UKSW ini menghadirkan Duta Besar Indonesia untuk Austria Dr. (iur). Damos Dumoli Agusman, S.H., M.A. sebagai narasumber tunggal.

Indonesia Resmi Punya 37 Provinsi Baru, Ini 3 Provinsi Barunya

Indonesia resmi memiliki 37 provinsi setelah DPR RI mengesahkan Rancangan Undang-undang (RUU) terkait tiga provinsi baru Papua atau daerah otonomi baru (DOB) Papua.

Ini 5 Kelompok Pelanggan PLN yang Terdampak Kenaikan Tarif Listrik

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan kenaikan tarif listrik ini akan berdampak pada 2,09 juta dari total 83,1 juta pelanggan PLN.

Jalan Tersendat Gugatan Investasi Tabung Tanah

Asfa Davy Bya, pengacara Sri Sukarsi dan Marsiti, Kamis (30/6/2022), menyatakan perkara tabung tanah tersebut belum selesai.

Kenaikan Tarif Listrik Jumat Besok Hanya Berdampak pada Orang Kaya

Tarif listrik yang naik adalah untuk pelanggan berdaya 3.500 VA ke atas yang jumlahnya hanya 2,5 persen dari total pelanggan PLN. 

3 Robot R2C Karya Mahasiswa UKSW Melenggang ke KRI Tingkat Nasional

Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D., mengatakan dengan lolosnya 3 robot R2C ke KRI tingkat nasional adalah hasil baik yang harus diapresiasi dan disyukuri.

Tarif Listrik Naik, Sebanyak 2,09 Juta Pelanggan PLN Kena Dampak

Kenaikan tarif listrik ini akan berdampak pada 2,09 juta dari total 83,1 juta pelanggan PLN.

Rocky Gerung Ingatkan Anies Jebakan Batman Sunny Tanuwidjaja

Rocky Gerung menyebut bergabungnya Sunny Tanuwidjaja ke Anies Baswedan bisa menjadi jebakan Batman.

Dua Ahli Pernah Menjelaskan Ihwal Ganja Medis di Mahkamah Konstitusi

Dua orang ahli dari Korea Selatan dan Thailand pernah didatangkan ke Mahkamah Konstitusi untuk memberikan penjelasan tentang penggunaan ganja untuk kepentingan medis di dua negara itu.

Profil Sunny Tanuwidjaja, Pembela Ahok yang Menjadi Pendukung Anies

Sunny Tanuwidjaja adalah staf ahli Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta sebelum kalah dari Anies Baswedan pada Pilgub DKI 2017.

Bawa Pesan Presiden Ukraina, Jokowi Bertemu Putin Hari Ini

Jokowi bertemu Putin dengan membawa pesan dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Mengayuh Sejarah Becak yang Lahir di Jepang sejak Restorasi Meiji

Di banyak negara berkembang di Asia dan Afrika, bahkan negara maju seperti di Jepang, becak masih menjadi sarana transportasi. Restorasi Meiji menjadi momentum sejarah lahirnya becak sebagai sarana transportasi di Jepang.

Sunny Tanuwidjaya, Eks Staf Ahok, Kini Dukung Anies Baswedan

Profil Sunny Tanuwidjaja bukanlah sosok baru di dunia perpolitikan khususnya Jakarta.

Hutan Berbasis Kaveling untuk Mitigasi Dampak Buruk Industrialisasi

Komunitas Jatiwangi art Factory yang berbasis di Desa Jatisura, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat pada pekan lalu meluncurkan Perusahaan Hutan Tanaraya atau Perhutana.

Pengamat Ungkap Peluang KIB Bisa Menang di Pemilu 2024

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) memiliki peluang untuk memenangkan Pemilu 2024. 

Sah, Muktamar Muhammadiyah Digelar Luring dan Penggembira Boleh Hadir

Pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 di Kota Solo, November 2022, digelar luring dan penggembira boleh menghadiri muktamar.