Toilet Umum Canggih Berdinding Transparan Diresmikan di Jepang, Kelihatan Dong?
Ilustrasi toilet. (Freepik)

Solopos, TOKYO — Toilet canggih baru-baru ini telah diresmikan di dua taman kota di Tokyo, Jepang. Toilet baru ini memiliki desain unik dengan dinding transparan.

Toilet unik ini dirancang oleh Shigeru Ban, seorang arsitek pemenang Pritzker Prize. Toilet itu dipasang di dua taman di Shibuya, Tokyo, yakni di Yoyogi Fukamachi Mini Park dan Haru-no-Ogawa Community Park.

Dikutip dari Japantimes.co.jp, Jumat (21/8/2020), toilet itu didesain penuh warna dan pencahayaan terang. Toilet tersebut hadir dengan warna-warna seperti mangga, jeruk nipis, ungu, dan teal.

Hari Ini Dalam Sejarah: 21 Agustus 1522, Portugal Bangun Benteng di Jakarta

Dengan desain yang unik seperti itu, pengunjung bisa mengecek keamanan dan kebersihan toilet tanpa harus masuk ke dalam dan menyentuhnya.

Meski transparan, dinding toilet ini terbuat dari smart glasses atau kaca pintar yang dapat diburakmak saat dibutuhkan. Sehingga, pengguna toilet canggih di Tokyo, Jepang itu tak akan terlihat dari luar.

Ketika seseorang memasuki toilet dan menguncinya dengan benar, kaca toilet akan menjadi berembun dan buram. Saat pintu tidak terkunci, arus listrik akan mengatur kembali kristal pada kaca agar lebih banyak cahaya yang bisa masuk dan menciptakan efek transparan pada dinding toilet.

Sayanganya, beberapa penduduk Tokyo, Jepang berpendapat toilet canggih itu tidak cocok ditempatkan di ruang publik. "Saya tidak mau mengambil risiko privasi saya karena seseorang ingin menciptakan sebuah toilet mewah," kata Sachiko Ishikawa.

Festival Aneh di Dunia: Lempar Kotoran Sapi hingga Bertema Penis

Ishikawa mengatakan bahwa dia khawatir toilet berdinding transparan itu bisa menimbulkan hal yang tak diinginkan.

Warga lain mengaku tidak nyaman jika harus menggunakan toilet transparan tersebut. "Secara pribadi, saya pikir ini akan membuat orang merasa lebih tidak nyaman, terutama bagi wanita," kata Harris, 29.

Dia mengaku lebih memilih menggunakan toilet umum di Stasiun Tokyo, meski tidak ada sabun tangan. Dia selalu membawa sabun sendiri, terutama karena adanya wabah virus corona.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom