Personel TNI bersama masyarakat bergotong-royong membangun jalan tembus Selogiri-Manyaran di Dusun Beran, Desa Kepatihan, Selogiri, Wonogiri, Rabu (2/10/2019). (Istimewa/Kodim 0728 Wonogiri)

Solopos.com, WONOGIRI -- TNI bersama warga bahu-membahu membangun jalan tembus Selogiri-Manyaran di Dusun Beran, Desa Kepatihan, Selogiri, Wonogiri, Oktober 2019 ini

Kegiatan itu merupakan bagian dari Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III. Total dana yang digelontorkan untuk TMMD kali ini mencapai Rp503 juta.

Pengecoran jalan tembus itu berdimensi panjang 694 meter (m) dengan lebar 2,5 m, dan tebal 0,12 m. Selain itu, masih ada pembangunan talut jalan di tiga lokasi dan pekerjaan gotong-royong empat paket.

Baca Juga: Subhanallah! Eks Kasatreskrim Wonogiri Korban Pengeroyokan Mulai Bisa Berzikir

“Pada program kali ini juga ada kegiatan nonfisik yakni sosialisasi dan penyuluhan serta pelatihan keterampilan melibatkan instansi dan dinas terkait, Kodim 0728 Wonogiri, dan Polres Wonogiri,” kata Pasiter Kodim 0728/Wonogiri, Kapten (Inf) Agus Priyanto, mewakili Dandim Kodim 0728/Wonogiri, Letkol (Inf) M. Herri Amrullah, di sela-sela pembukaan program TMMD di Lapangan Kepatihan, Selogiri, Rabu (2/10/2019).

Ia menerangkan dana Rp503 juta dalam program TMMD itu berasal dari APBD Provinsi Jawa Tengah Rp150 juta, APBD Wonogiri Rp333 juta, dan swadaya masyarakat Rp20 juta.

Ia berharap program TMMD ini bisa bermanfaat untuk memperlancar akses transportasi masyarakat dan fasilitas umum lainnya. Selain itu, TMMD juga mendorong partisipasi masyarakat untuk membangun desanya melalui gotong-royong.

Baca Juga: Musim Kemarau Panjang Bikin Petani Singkong Wonogiri Menjerit

“TMMD mampu membangun kerja sama dan koordinasi antardinas, instansi terkait dengan TNI dan Polres Wonogiri. Kemudian meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta meningkatkan percepatan pembangunan daerah dan menciptakan kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar dia.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, menilai TMMD merupakan wujud nyata semangat kegotong-royongan harus terus dijaga. Gotong-royong itu misalnya membangun fasilitas umum yang akan memberikan dampak luar biasa bagi masyarakat.

“Salah satunya pembangunan jalan tembus ke Manyaran ini. Kita buka daerah-daerah yang selama ini terkendala akses. Ini akan membuka potensi ekonomi, pertanian, wisata, dan lainnya,” kata Joko Sutopo.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten