Tutup Iklan
KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna menyematkan lencana kepada Komandan Sathar 65 Lanud Iswahjudi, Letkol Tek Arie Santoso, Rabu (12/12/2018) siang. (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Solopos.com, MAGETAN -- TNI Angkatan Udara kini mulai melengkapi alat persenjataan pesawat tempurnya dengan senjata beyond visual range (BVR) missile atau senjata di luar jarak pandang. Teknologi persenjataan ini terus diperbarui untuk menjamin keamanan nasional.

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna mengatakan saat ini persenjataan yang dimiliki Alutsista TNI AU hanya peluru dengan kendali jarak pendek. Namun, saat ini pihaknya melengkapi alat persenjataan utama di TNI AU dengan beyond visual range missile.

"Kami mulai melangkah ke beyond visual range. Ini senjata luar jarak pandang. Kami sudah memiliki senjata yang jaraknya medium ke atas. Ya di atas 30 km," ujar KSAU Yuyu Sutisna seusai meresmikan Satuan Pemeliharaan 65 (Sathar 65) Depohar 60 di Pangkalan Udara Iswahjudi Magetan, Rabu (12/12/2018).

Marsekal Yuyu menuturkan setiap pesawat tempur yang baru dibeli oleh TNI AU sudah dimodifikasi dengan perlengkapan persenjataan modern. Dia menyebut ada pesawat F16 dan pesawat tempur Sukhoi.

Dengan adanya persenjataan yang lebih lengkap dan modern, kata dia, dibutuhkan tempat khusus untuk melakukan perawatan. Sehingga dibentuklah Sathar 65 yang ada di Lanud Iswahjudi. Nantinya seluruh pemeliharaan rudal dan berbagai senjata akan ada di Sathar 65.

Pendirian Sathar 65 ini karena satuan yang sebelumnya ada yakni Sathar 61 sudah tidak bisa menampung perawatan persenjataan yang ada. Selama ini beban kerja Sathar 61 sudah mencapai 140% atau over kapasitas.

Menurut KSAU, pendirian Sathar 65 ini penting karena melihat kapasitas satuan yang ada. Selain itu, pihaknya juga melihat faktor keselamatan terbang dan keselamatan kerja. Jangan sampai kesiapan operasional rendah karena perawatan kurang maksimal.

"Untuk semua kebutuhan pembentukan Sathar 65 akan dipenuhi. Mulai dari personel hingga bangunan secara bertahap. Sathar 65 akan ada di Depohar 60 Lanud Iswahjudi," jelasnya.

Dengan berdirinya Sathar 65 ini, kinerja Sathar 61 akan dikurangi. Selama ini seluruh senjata Alutsista baik darat maupun udara masuk perawatan di Sathar 61. Dengan adanya satuan baru, tugas dibagi menjadi dua. Untuk Sathar 61 menangani senjata darat dan Sathar 65 merawat senjata udara.

"Sathar 65 bertugas melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan peluru kendali udara ke udara [air to air], udara ke darat [air to ground], dan darat ke udara [ground to air]. Selain itu juga peralatan pendukung pemeliharaan rudal," jelas dia. 

Silakan http://madiun.solopos.com">KLIK dan https://www.facebook.com/madiunpos/">LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten