TKI JATENG : Semakin Susut, Pemberangkatan TKI Asal Jateng Tinggal 9.366 Orang
Ilustrasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) (JIBI/Solopos/Dok.)

TKI Jateng yang bertahan tinggal di luar negeri tak terdeteksi Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Jawa Tengah.

Solopos.com, SEMARANG — Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Jawa Tengah mencatat pemberangkatan tenaga kerja Indonesia (TKI) asal wilayah setempat ke luar negeri semakin menyusut dari waktu-waktu. Sejak awal 2016 hingga saat ini, TKI Jateng yang diberangkatkan ke luar negeri tinggal 9.366 orang.

"Jumlah TKI terbanyak berasal dari Kabupaten Cilacap, yaitu sebanyak 1.742 orang," kata Kepala Seksi Pengawasan dan Perlindungan Hukum Tenaga Kerja Dalam dan Luar Negeri, Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan Jawa Tengah (Jateng) Erry Diah Nurhidayah di Semarang, Senin (25/7/2016). Jumlah TKI terbanyak kedua brasal dari Kabupaten Kendal, 1.257 orang.

Erry mengatakan jumlah TKI asal Jateng pada tahun 2016 sejauh ini jauh di bawah jumlah TKI asal Jateng pada tahun 2015. Menurut data Disnakertransduk Jateng, jumlah TKI asal Jateng pada tahun 2015 mencapai 57.077 orang.

Dari data yang sama terlihat terjadinya penurunan jumlah pemberangkatan TKI dari tahun ke tahun. Pada tahun 2013 sebanyak 105.971 TKI asal Jateng, sedangkan di tahun 2014 sebanyak 92.590 TKI.

Sayangnya, Disnakertransduk Jateng tak punya data pasti jumlah TKI asal Jateng di luar negeri. Jika TKI bertahan tinggal di negeri rantau, maka data mereka tak terdeteksi.

"Memang kalau dilihat dari data ada pengurangan jumlah TKI tetapi kita tidak bisa langsung menilai bahwa memang terjadi penurunan. Bisa jadi ini yang tercatat tetapi di luar itu kami tidak tahu," katanya.

Sementara itu, dari sisi negara tujuan, TKI paling banyak menuju ke Malaysia. Pada periode awal tahun 2016 hingga 15 Maret, jumlah TKI yang bekerja di Taiwan 3.465 orang. Negara tujuan berikutnya yang banyak didatangi TKI asal Jateng yaitu Malaysia sebanyak 2.582 orang.

Sedangkan dari sisi jenis pekerjaan yang diminati yaitu pekerjaan di dalam rumah tangga. "Kalau khusus Jateng kami belum dapat mendata tetapi secara nasional jumlahnya mencapai 52.328 orang. Diikuti pekerjaan jenis care taker sebanyak 44.941 orang," katanya.

 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho