Tiwul Milenial Jajanan Ngehits di Karanganyar

Tiwul menjadi salah satu jajanan ngehits favorit kaum milenial di Karanganyar.

 Tiwul Milenial Mbah Karto Karanganyar. (Solopos/Candra Mantovani)

SOLOPOS.COM - Tiwul Milenial Mbah Karto Karanganyar. (Solopos/Candra Mantovani)

Solopos.com, KARANGANYAR – Tiwul Milenial menjadi salah satu oleh-oleh ngehits di Karanganyar. Makanan traadisional khas Wonogiri ini dikembangkan pengusaha muda Bumi Intan Pari, Sedyo Rahayu.

Dia mengembangkan usaha Tiwul Milenial dari resep turun-temurun ibunya, Mbah Marto sejak 1979. Awalnya Mbah Marto menjual tiwul tersebut di pasar tradisional. Namun, lambat laun sang ibu berhenti berjualan.

Usaha kuliner tradisional itu dilanjutkan Sedyo Rahayu bersamaa saudaranya yang diberi nama Tiwul Milenial. Dia memodifikasi resep tiwul dengan kreasi kekinian yang membuat Tiwul Milenial menjadi jajanan hits di Karanganyar.

Ini Makna Sayur Lodeh 7 Warna Warna Diklaim Ampuh Usir Pagebluk Corona

“Kami melihat peluang pasar karena sebelumnya belum ada yang mengolah tiwul jadi lebih milenial di Karanganyar. Kami kemudian mencoba berbagai rasa dan hasilnya kami sekarang sudah merilis enam rasa modifikasi tiwul yang kami jual,” katanya ketika berbincang dengan Solopos.com di outlet-nya Kamis (19/3/2020).

Varian Rasa Kekinian

Usaha kuliner Tiwul Ayu Mbah Marto menjual tiwul dengan varian rasa coklat, pelangi, gula aren, pandan, original, dan keju. Tiwul Milenial tersebut dijual mulai Rp13.000 hingga Rp15.000 per boks.

Meskipun dimodifikasi, Sedyo mengaku tidak menggunakan bahan pengawet. Dia tetap menggunakan bahan alami dalam mengolah Tiwul Milenial Karanganyar.

3 Dokter Perawat Pasien Corona Indonesia Meninggal, Ini Datanya

“Karena itu kami baru membuatkan kalau ada yang beli. Jadi ketika pengunjung membeli kami sajikan dalam kondisi hangat dan fresh. Karena tidak menggunakan pengawet makanya tiwul kami maksimal hanya bertahan selama dua hari untuk disimpan,” imbuh dia.

Sedyo mengaku memiliki keinginan yang belum terwujud melalui usaha yang dia lakoni tersebut. Salah satunya ikut berperan melestarikan jajanan tradisional dan menyebarkan tren tersebut hingga ke luar Karanganyar.

Dokter Pasien Corona di Jateng Curhat Berderai Air Mata ke Ganjar

“Harapan saya tiwul ini secara luas bisa dikenal anak muda dan menjadi tren. Karena kan anggapan selama ini masih jajanan desa. Kami juga berharap kalau ada pameran budaya dan lain-lain dari Pemkab kami bisa diajak karena kami asli Karanganyar dan semua bahan kami beli dan produksi di Karanganyar,” beber dia.

Tiwul milenial Ayu Mbah Marto dijual di toko di Badran Asri RT 002/ RW 012, Cangakan, Karanganyar. Selain menjual secara offline, Tiwul Ayu Mbah Marto juga dipasarkan secara online melalui sosial media Instagram dan Facebook.

Berita Terkait

Espos Plus

Berita Terkini

+ PLUS Bom Tawa Pernah Meledak-Ledak di Taman Balekambang Solo

Taman Balekambang Solo memang pernah menjadi pusat kesenian dan hiburan. Grup lawak Srimulat pernah berbasis di Taman Balekambang. Pelawak Gepeng meniti karier dari Taman Balekambang Solo.

Marak Penolakan Kenaikan Retribusi Pasar, DKUKMP Klaten Bergeming

Para pedagang protes kenaikan retribusi pasar yang mulai berlaku sejak awal 2022.

Pantau Vaksinasi Anak di Boyolali, Puan Bagikan Buku & Kaus Mbak Puan

Puan mendampingi siswa yang divaksin, serta sempat mampir ke kelas untuk berdialog dengan siswa.

Bappeda Sragen Pertanyakan Sedikitnya Jumlah Sampel Susenas 2021

BPS Sragen hanya menggunakan 870 dari total 339.065 rumah tangga di Sragen sebagai sampel survei sosial ekonomi nasional (Susesnas) 2021. Bappeda Sragen mempertanyakan sedikitnya jumlah sampel itu.

Dikenal Teknik Putaran Miring, Melikan Bangun Wisata Edukasi Gerabah

Desa Melikan mengembangkan potensi gerabah dengan membikin wisata edukasi.

Sukoharjo Waspadai Potensi Bencana di Puncak Musim Hujan

Dari seluruh potensi bencana alam yang ada, seluruh wilayah Sukoharjo perlu mewaspadai risiko terjadinya angin kencang yang berpotensi merusak.

Sekolah Kebanjiran, Pelajar SDN 4 Kebonromo Sragen Belajar di Rumah

Banjir yang menerjang Sragen pada Selasa (18/1/2022) berdampak pada kegiatan belajar mengajar di SDN 4 Ngrampal. Sebagian siswa SD tersebut harus belajar dari rumah karena sekolah kebanjiran.

Harga Minyak Goreng di Klaten Masih Rp21.000 per Liter, Pedagang Pusing

Harga minyak goreng kemasan di pasar tradisional masih berada pada kisaran Rp19.500-Rp21.000 per liter.

Retribusi Fasilitas Manahan & Sriwedari Solo Naik, Termasuk Kamar Mandi

Tarif retribusi penggunaan fasilitas rekreasi dan olahraga termasuk Stadion Manahan dan Stadion Sriwedari Solo naik mulai awal tahun ini.

Puan Dijadwalkan Hadiri Peresmian Jembatan Gantung Girpasang

Selain ke Girpasang, rombongan Puan Maharani beserta sejumlah anggota DPR dijadwalkan mengunjungi wilayah Polanharjo, Klaten.

Masuk Kamar Tanpa Busana, Ayah Bejat Ini Tunggu Anak Tiri Selesai Mandi

Pelaku bersembunyi di kamar anak tirinya tanpa busana, menunggu korban selesai mandi. Untungnya aksi pencabulan itu gagal, pelaku ditangkap Polres Karanganyar.

Pasar Legi Solo Banjir, Pedagang: Ngarep Kios Banyune Gumrojog Lur!

Bangunan baru Pasar Legi Solo malah tergenang banjir sehari menjelang peresmian yang dijadwalkan pada Kamis (20/1/2022).

Binda Jateng Alokasikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Anak-Anak Kartasura

Total vaksinasi anak se-Kartasura dari total 10.000 target anak sudah mencapai sekitar 70 persen per Selasa (18/1/2022).

Sering Tak Dilayani Istri, Pria Tasikmadu Berusaha Cabuli Anak Tiri

Seorang ayah asal Tasikmadu, Karanganyar, berupaya mencabuli anak tirinya yang baru selesai mandi. Beruntung aksi bejat pelaku gagal.

Kades Gondang Harap Pemkab Sragen Jadi Bangun Pasar Mbah Gajah

Kades Gondang berharap pernyataan Bupati Sragen yang ingin membangun Pasar Mbah Gajah bisa terealisasi untuk menghapus stigma negatif, yakni sebagai tempat mangkal PSK.

Patroli Pakai Helm Kopek, Polisi Klaten Beri Tilang 932 Pengendara

Saat melanggar peraturan lalu lintas, aksi ratusan pengendara kendaraan terekam helm dengan kamera portabel penindakan kendaraan bermotor (Kopek).