Apes benar nasib Jon Koplo. Ketika pulang kantor, setelah sampai di Bangjo dekat Pasar Bekonang, tiba-tiba saja motornya mak klepek, mati mendadak.

Karena pekewuh dengan pengendara lain di belakangnya yang mulai than-thin-than-thin membunyikan klakson, karyawan sebuah perusahaan swasta di Sukoharjo ini terpaksa nuntun motornya ke tepi.

Setelah diperiksa ternyata motornya kentekan bensin. Padahal seingat Koplo isi dompetnya tinggal dua lembar seribuan.

"Wah, genah ra cukup iki. Mosok ya tuku bengsin ninggal KTP?" pikirnya sambil membayangkan jarak yang harus ditempuh sampai ke rumah masih sekitar 3 km.

Yah, apa boleh buat. Ia pun terpaksa nuntun motornya. Sepertiga perjalanan telah terlewati, Jon Koplo sudah krenggosan. Sampai di ujung kampung, Koplo memberanikan diri nembung kepada Lady Cempluk, pemilik kios bensin yang sudah dikenalnya.

"Bu, saya kentekan bensin sekaligus kentekan duit. Kalau ngebon satu liter dulu boleh enggak? Saya tak ambil uang dulu, nanti saya balik ke sini lagi," ucap Koplo dengan stan memelas.

"Oh, boleh saja, Pak," jawab Cempluk kasihan melihat Koplo.

Sesampai di rumah Jon Koplo menceritakan kejadian yang dialaminya kepada Gendhuk Nicole, istrinya. Tujuannya tentu agar diberi uang. Tetapi ketika Koplo gogoh-gogoh dompetnya, ia malah kaget sendiri.

"Jabang bayiiik...! Jebul dhompetku isih ana isine ta!" teriaknya begitu melihat di bagian lain dompetnya masih tersimpan dua lembar sepuluh ribuan yang sudah lama tersimpan.

"Waaah, tiwas direwangi gembrobyos!" sesal Koplo yang tanpa ba bi bu langsung balik kanan nggeblas ke kios Cempluk untuk mbayar utang.

Gendhuk Nicole hanya bisa gedhek-gedhek melihat ulah suaminya.

(Supriyadi, Wonorejo RT 02/RW III Polokarto, Sukoharjo 57555)


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten