Kategori: Klaten

Titik Api Diam di Puncak Merapi Terpantau dari KRB III Wilayah Klaten, Pertanda Erupsi?


Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso

Solopos.com, KLATEN -- Warga yang tinggal kawasan rawan bencana (KRB) III erupsi Gunung Merapi wilayah Klaten melihat titik api diam di puncak gunung tersebut dalam sepekan terakhir. Namun, kondisi itu tak memengaruhi aktivitas warga.

Kaur Perencanaan Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Jainu, mengatakan titik api diam di tengah kawah itu terlihat dari wilayah Desa Balerante di sisi selatan Merapi. Hal itu baru berlangsung selama kurang dari sepekan terakhir meski erupsi Merapi sudah berlangsung sejak awal Januari 2021.

Selama ini, erupsi berupa guguran lava dan awan panas guguran mengarah ke barat daya. “Dari informasi BPPTKG artinya potensi erupsi masih ada,” kata Jainu saat ditemui Solopos.com di kantor Desa Balerante, Kamis (4/3/2021).

Baca Juga: Antrean Vaksinasi Covid-19 Pedagang Klewer Solo Membeludak, Ini Penyebabnya

Jainu mengatakan berkaca pada erupsi Gunung Merapi yang pernah terjadi, terlihatnya titik api diam dari wilayah Balerante, Klaten, itu menunjukkan ada potensi erupsi yang mengarah ke wilayah selatan. Tepatnya meluncur ke hulu Kali Gendol, Sleman, DIY. “Tetapi saat ini belum turun,” ungkapnya.

Terkait kondisi tersebut, Jainu menuturkan pemerintah desa berkoordinasi dengan unsur sukarelawan di desa untuk antisipasi jika warga dari wilayah KRB III sewaktu-waktu harus mengungsi ke tempat evakuasi sementara (TES).

Rekomendasi BPPTKG

Selain itu, pemantauan puncak Merapi juga terus dilakukan oleh warga. “Kami tetap memantau bersama warga. Saat ini warga masih tetap di rumah masing-masing. Kalau memang dirasa membahyakan tentu nanti ada rekomendasi BPPTKG melalui pemkab,” jelasnya.

Baca Juga: Miniaturnya Dibangun Di Gilingan Solo, Begini Wujud Asli Masjid Agung Sheikh Zayed Abu Dhabi

Jainu menjelaskan kemunculan titik api diam di puncak Merapi yang terlihat dari Klaten itu tak lantas membuat warga panik ataupun cemas. Warga tetap beraktivitas seperti biasa dengan tetap kewaspadaan dan menjauhi daerah bahaya erupsi yang direkomendasikan BPPKTG.

Ia mengatakan sejak 3 Februari 2021, warga KRB III yang mengungsi ke TES di kantor desa setempat sudah kembali lagi ke rumah masing-masing. Begitu pula dengan ternak mereka yang semula diungsikan ke kandang komunal ikut diangkut pulang ke rumah.

“Sudah tidak ada yang di TES baik warga maupun ternak. Namun, beberapa fasilitas di TES masih dipertahankan seperti bilik serta kasur,” jelasnya.

Baca Juga: Rel Layang Joglo Solo Naik Dari Viaduk Gilingan, Ground Breaking Direncanakan Juli

Salah satu warga Dukuh Mbangan, Desa Sidorejo, Klaten, Sukiman, juga membenarkan titik api diam di puncak Merapi terlihat dari wilayah Deles yang berada di sisi tenggara Merapi.

Kubah Lava Terus Tumbuh

Titik api diam itu terlihat sejak Minggu (28/1/2021) malam ketika aktivitas vulkanik Merapi meningkat. “Tidak sepanjang waktu terlihat. Jadi ketika sinyalnya tampak [sinyal seismograf Merapi bergetar], itu tiba-tiba muncul,” katanya.

Sukiman juga menjelaskan berkaca pada erupsi yang sebelumnya seperti pada 2006, munculnya titik api diam itu menandakan akan terjadi erupsi ketika kubah lava terus tumbuh. “Kubah lava saat ini memang tumbuh tetapi pelan-pelan,” jelasnya.

Baca Juga: Ayah Bayi Tanpa Tempurung Kepala Di Solo Pilih Tak Bekerja Demi Dampingi Anak

Mengenai kondisi warga, Sukiman memastikan warga tetap tenang dengan terlihatnya titik api diam tersebut. “Warga ora papa. Biasa-biasa saja. Yang jelas tetap patuh rekomendasi BPPTKG,” katanya.

Sukiman menuturkan warga terus berkomunikasi dengan BPPTKG untuk memperbarui informasi mereka ihwal perkembangan aktivitas Merapi. Beberapa hari yang lalu, BPPTKG memasang alat pemantau di wilayah Deles Indah.

Share
Dipublikasikan oleh
Suharsih