Para pengunjung mandi di Umbul Brondong di Ngrundul, Kebonarum, Klaten, Rabu (3/4/2019). (Solopos-Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- Pemerintah Desa (Pemdes) Ngrundul, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, berupaya mengembangkan sumber daya air (SD) di desa setempat yang berlimpah.  Di Desa Ngrundul, terdapat sembilan mata air atau juga disebut umbul.

Salah satu umbul yang menjadi ikon utama di Ngrundul yakni Umbul Brondong. Pemberian nama brondong itu tak terlepas dari air yang keluar dari sumber mata air diyakini besarnya sak brondong-brondong. Oleh warga setempat, umbul itu dikenal Umbul Brondong.

Semula, umbul yang berada di tengah areal pertanian warga itu biasa digunakan sebagai lokasi laku prihatin. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa (Kades) Ngrundul, Wahyu Widyanarko, umbul seluas 10 meter X 12 meter itu digarap serius guna diproyeksikan sebagai sumber pendapatan asli desa (PADesa). Pengembangan Umbul Brondong meniru Umbul Ponggok di Kecamatan Polanharjo, Klaten.

“Kami bangun Umbul Brondong agar menjadi destinasi wisata menarik. Di tahun 2017, kami gelontorkan dana senilai Rp400 juta. Di tahun 2018, kami gelontorkan lagi Rp700 juta. Total kawasan di Umbul Brondong seluas 10 hektare. Selain irigasi, air dari umbul ini bisa digunakan untuk snorkeling, kolam dewasa, kolam anak, tempat berswafoto, dan lain sebagainya,” kata Wahyu Widyanarko, saat ditemui solopos.com, di desanya, Rabu (3/4/2019).

Selama ini, lanjut Wahyu Widyanarko, PADesa hanya berkisar Rp60 juta per tahun. Sumber utama PADesa, yakni dari sewa tanah kas desa. Berbekal dibangunnya Umbul Brondong, Pemdes Ngrundul mematok target dapat meraih PADesa hampir Rp1 miliar.

“Kami berkaca pada pendapatan Umbul Brintik di Kecamatan Kebonarum yang memperoleh pendapatan senilai Rp70 juta per bulan. Makanya, kami berani mematok target pendapatan yang tinggi. Melalui pengembangan Umbul Brondong ini, diharapkan pula kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” katanya.

Hal senada dijelaskan Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Karunia Sejahtera Ngrundul, Windratna. Umbul Brondong bakal menjadi salah satu unit yang dikelola BUMDesa.

“Pengelolaan Umbul Brondong melibatkan seluruh elemen masyarakat di Ngrundul. Dukungan anggaran dari dana desa di sini sangat bagus. Hampir 60 persen, dana desa dimasukkan ke sini. Semoga dengan upaya yang dilakukan, Umbul Brondong semakin dikenal masyarakat luas. Tentunya, juga memberikan dampak positif ke warga,” katanya.

Launching kawasan terpadu di Umbul Brondong dilangsungkan beberapa waktu lalu dengan menghadirkan Bupati Klaten, Sri Mulyani. Setelah di-launching, BUMDesa dengan seluruh elemen masyarakat berembuk guna menentukan besarnya tiket masuk ke Umbul Brondong.

“Sebelum di-launching, kami hanya menarik biaya parkir dari pengunjung,” katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten