Tirakatan Online Meriahkan Perayaan HUT ke-274 Sragen
Bupati Sragen Yuni Sukowati menaburkan bunga pada nisan makam Bupati Sragen di era Orde Baru di Makam Sarekat Islam (SI) Sragen Wetan, Sragen, Selasa (26/5/2020). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN – Perayaan Hari Jadi atau Hari Ulang Tahun atau HUT ke-274 Kabupaten Sragen dilaksanakan sangat sederhana. Rangkaiannya diawali dengan ziarah ke makam pendahulu pada Selasa (26/5/2020), tirakatan live streaming Youtube, dan puncaknya dilakukan upacara bendera di Alun-Alun Sasana Langen Putra Sragen, Rabu (27/5/2020).

Upacara dengan menggelar ratusan tumpeng seperti yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya tidak dilakukan karena masih dalam status darurat Covid-19. Bahkan anjangsana atau silaturahmi kepada Bupati sepuh, seperti ke kediaman Agus Fathur Rahman, juga ditiadakan.

Hanya ucapan dan bingkisan sudah dikirimkan kepada para bupati sepuh yang masih hidup, yakni R. Bawono, Untung Wiyono, dan Agus Fathur Rahman.

Sopir Ber-KTP Jatim, Puluhan Mobil dari Ngawi Diminta Putar Balik di Jembatan Timbang Sragen

Ziarah ke Makam Leluhur

Selain itu jajaran Pemkab Sragen juga berziarah ke makam leluhur yang merupakan tradisi dalam perayaan HUT. Ada enam makam yang diziarahi dalam rangka merayakan HUT ke-274 Sragen.

“Hari ini [kemarin], kami ziarah ke enam makam leluhur sebagai tradisi tahunan dalam perayaan HUT Sragen. Makam yang kami ziarahi merupakan makam sesepuh dan pinisepuh yang telah mendarmabatikan dirinya untuk kemajuan Sragen dan membangun serta membentuk Sragen. Keenam loksi itu di Taman Makam Pahlawan Hastana Manggala Negara, Makam Pangeran Sukowati di Tanon, Makam Butuh di Plupuh, Makam Pilang Payung di Prampalan, Masaran, Makam Kiai Srenggi di Sragen Lor, dan Makam Sarekat Islam di Sragen Wetan,” jelas Yuni, sapaan Bupati Sragen, saat ditemui wartawan, Selasa siang.

Terdapat makam para bupati di zaman Orde Baru dan makam Ketua DPRD Sragen yang pertama, Soebono, di Makam SI Sragen Wetan. Tidak ada seremonial di makam SI tersebut.

Mau Nongkrong di Tawangmangu, Puluhan Kendaraan dari Jatim Dipaksa Putar Balik

Begitu tiba, Yuni dan Wabup Dedy Endriyatno langsung menaburkan bunga ke makam-makam tersebut. Kemudian mereka memberi bingkisan sembako kepada warga sekitar sebelum pulang. Praktis ziarah hanya memakam waktu sekitar 10 menit.

“Biasanya kami juga ziarah ke Imogiri, Jogja, untuk ziarah ke makam Pangeran Mangkubumi. Karena situasi wabah Covid-19 maka ziarah itu ditiadakan dan diganti dengan ziarah lokal. Selain itu biasanya kami silaturahmi ke bupati yang masih hidup tetapi hal itu ditidakan karena masih darurat Covid-19. Ucapan dan bingkisan tetap dikirimkan semua,” ujarnya.

Tirakatan Online

Rangkaian berikutnya dalam memeriahkan HUT ke-274, Pemkab Sragen akan menggelar tirakatan yang diikuti tirakatan di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan. Bupati Yuni mengatakan tirakatan di tingkat rukun tetangga (RT) ditiadakan.

Peserta tirakatan di desa/kelurahan dan kecamatan juga diikuti peserta yang jumlahnya terbatas. Bupati akan menunjuk Masaran dan Tanon untuk teleconference saat siaran live streaming di Youtube, Selasa malam.

Udara Terasa Panas Setelah Ramadan Berakhir, Ini Kata BMKG

“Kami juga akan memilih dua desa untuk teleconference tetapi melihat jaringan Internet yang paling baik. Teleconference itu dilakukana untuk meminta pendapatan para tokoh untuk kemajuan Sragen,” ujarnya.

Pada Rabu (27/5/2020) pagi akan diadakan upacara HUT ke-274 Sragen di Alun-alun yang diikuti 100 orang dengan protokol Covid-19.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho