Tips Tetap Cantik Saat Hamil dan Menyusui

Solopos.com, SOLO – Tampil cantik merupakan suatu keinginan pasti bagi perempuan. Tanpa kecuali bagi ibu hamil dan menyusui. Tetapi, wanita hamil pasti mengalami perubahan signifikan pada fisik dan hormon.

Perubahan ini tampak dalam fase triwulan pertama, triwulan kedua, dan triwulan ketiga. Ditambah lagi banyak mitos yang menghantui ibu hamil sehingga mitos-mitos tersebut dapat berpengaruh terhadap kesehatan ibu hamil maupun kandungan.

Seperti dialami Dyah Noor Shinta, yang baru menikmati masa kehamilannya yang memasuki usia lima bulan. Banyak perubahan yang dialami pada kehamilan pertama. Namun, ia mampu beradaptasi pada setiap fase penting kehamilan.

Perasaan berubah

Wanita berusia 27 tahun tersebut mengaku sempat kaget ketika memasuki masa hamil karena menyadari perubahan perasaan secara mendadak tanpa alasan, mudah stres, ditambah banyak mitos masyarakat Jawa mengenai ibu hamil. Tetapi, Dyah Noor Shinta menghargai masukan dari orang-orang terdekatnya supaya tidak menimbulkan konflik.

“Mereka bilang mandi malam kan enggak boleh. Saya ubah rutinitas dengan mandi pada pukul 15.00 WIB untuk menjaga badan tetap sehat,” kata warga Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, tersebut kepada Solopos.com, Kamis (12/12/2019).

Gampang lelah

Dyah Noor Shinta yang pernah menjadi wartawan sebelum memutuskan resign untuk program hamil dan menuju Sorong, mengaku merasa cepat lelah ketika mengandung. Padahal, ketika aktif sebagai wartawan ia dituntut memiliki mobilitas tinggi untuk mengejar suatu peristiwa.

“Solusinya dengan menjaga pola makan dan mendapatkan asupan vitamin dari Puskesmas serta penambah darah sejak triwulan pertama,” ungkapnya.

Tak pakai makeup

Dyah Noor Shinta merupakan perempuan yang jarang melakukan perawatan rutin. Perawatan yang ia lakukan sebelum hamil terbilang sederhana, yakni memasker wajah menggunakan putih telur serta mentimun dua pekan sekali. Ketika mengandung, perubahan hormon dalam tubuhnya berdampak menimbulkan jerawat.

“Kini saya sudah enggak melakukan perawatan wajah. Pakai makeup seperlunya saja ketika mau jalan. Makeup enggak ganti. Rambut hanya boleh dipotong, enggak boleh dicat,” ungkapnya.

Dyah Noor Shinta menjelaskan, pengalaman pertama hamil justru meningkatkan rasa bahagia dan lebih dewasa dalam mengambil keputusan.

“Dulu waktu masih aktif liputan ada peristiwa yang enggak diliput saya nyesel, suka makan pedas, dan kalau sakit berobat. Sekarang saya tidak makan pedas lagi dan pikiran tentrem demi buah hati,” ujarnya.

Sementara Diana Puspitasari membagi pengalamannya sebagai ibu menyusui bayi berusia lima bulan. Ibu dua anak ini memiliki sehari-hari mengabdi di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Karanganyar.

Jaga pola makan saat menyusui

Wanita berusia 31 tahun ini punya cara tepat untuk mendapatkan ASI ekslusif karena si kecil, Sabiya Dhia Hafiza, belum mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI). Diana memastikan pola makan tiga kali sehari dengan makanan bergizi dan meminum air putih dua liter sampai tiga liter per hari.

“Berkaca dari pengalaman setelah melahirkan anak yang pertama [Hanindia Shidqi Azalia]. Badan saya jadi gendut banget, makanya untuk anak kedua lebih diperhatikan lagi konsumsinya,” ujar warga Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar tersebut kepada Solopos.com.

Olahraga rutin

Perjuangan untuk mendapatkan ASI secara maksimal diimbangi dengan olahraga pilates. Kegiatan tersebut ia jalani sejak Hanindia berusia tiga tahun dan kini Hanindia hampir berusia enam tahun. Aktivitas yang fokus pada rehabilitasi dan menguatkan tubuh tersebut mampu menjaga tubuh Diana dalam kondisi prima.

“Olahraga di rumah aja sekalian bisa ngawasi anak-anak. Dulu melakukan pilates di luar karena anak pertama sudah gede, sekarang sambil jagain si kecil,” ujarnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho