Tutup Iklan
Ilustrasi ibu dan bayi. (Solopos-R. Wibisono)

Solopos.com, SOLO -- Proses persalinan dan hadirnya bayi bagi para ibu kerap membuat beragam perubahan; mulai dari hormon, fisik, emosional, psikologis, dan tentunya kimia di dalam tubuh. Perubahan tersebut tak pelak berdampak pada perempuan yang baru melahirkan.

Ada yang mengalami gejala kegelisahan sebagai bagian dari stres ringan, namun ada yang berujung depresi (postpartum depression).

Seperti dilansir Parents.com, baru-baru ini, ketidaknyamanan setelah persalinan biasanya dialami pada tahun pertama sejak bayi hadir ke bumi. Peneliti Institut Penelitian untuk Kesehatan Lingkungan dan Pekerjaan di Rennes, Prancis, Jodi Pawluski, menyebut penyebab rasa tidak nyaman tersebut kompleks.

Ia menjabarkan kecemasan selama kehamilan mempunyai risiko berulang selepas persalinan. Disusul riwayat depresi atau kecemasan dalam keluarga. Terakhir, bisa dipicu pergeseran hormon karena kadar estrogen dan progesteron menurun drastis setelah bayi lahir, sementara oksitosin dan prolaktin turun selama masa menyusui setelah menyusui.

“Gangguan suasana hati atau kecemasan pascapersalinan merupakan interaksi biologis dan keadaan. Diperparah kondisi kurang tidur, isolasi, dan perubahan peran dalam perkawinan. Itu bisa memicu ‘badai’,” kata Samantha Meltzer-Brody, Direktur Perinatal Psychiatry Program di University of North Carolina di Chapel Hill Center.

Ditambah lagi, tuntutan ibu zaman sekarang di era mom-shaming juga lebih kompleks ketimbang masa lalu. Tekanan sosial menuntut ibu mengerjakan segala sesuatu dengan sempurna. Banyak ibu  lantas menyalahkan dirinya sendiri apabila rumahnya tidak rapi atau kakak bayinya kurang terurus.

Bagi para ibu, penting bagi kita memperhatikan diri kita sendiri, terutama pada periode awal selepas melahirkan. Apabila gejala terpantau memburuk, tak perlu pikir dua kali untuk berkonsultasi kepada dokter. Namun jika belum terlanjur, siapkan beberapa antisipasi kiat untuk menjaga kesejahteraan jiwa pascapersalinan seperti dilansir Babycenter.com berikut:

1. Usahakan tidur cukup.

Memejamkan mata selama delapan jam tanpa gangguan boleh jadi kemewahan bagi para ibu yang baru bersalin. Kendati demikian, ibu perlu lihai curi-curi waktu agar bisa tidur nyenyak sesering mungkin. Ketika bayi kita terjaga pada malam hari, usahakan ikut tidur saat anak kita istirahat atau tidur. Coba latihan tarik napas panjang dan mulai belajar rileks. Tidur cukup merupakan cara natural untuk membuat badan kita kembali bugar.

2. Jaga asupan sehat.

Hindari makanan cepat saji yang biasanya cuma meningkatkan kadar gula darah dan bisa memantik kecemasan lebih parah laiknya alkohol. Jaga pola makan seimbang agar tidak mengganggu pola tidur. Usahakan untuk meminimalkan pasokan kafein ke dalam tubuh.

3. Olahraga ringan.

Kesibukan pascapersalinan tak pelak membuat jadwal rutinitas ibu fokus pada bayi. Namun jangan lewatkan kesempatan olahraga ringan. Luangkan waktu 20 menit sampai 30 menit jalan kaki ringan beberapa kali tiap pekan atau olahtubuh ringan di dalam rumah. Misalkan peregangan ringan sewaktu bayi istirahat di boks atau kursi sandarannya, atau sekadar naik turun tangga di rumah.

4. Luangkan waktu untuk diri sendiri.

Penting bagi ibu untuk melepas penat setelah hari yang melelahkan bersama bayi. Jika keluar pijat atau bersantai di luar rumah tidak memungkinkan, kita bisa mengerjakan beberapa hal sederhana yang bermanfaat dan memiliki fungsi relaksasi bagi kita. Misalkan membaca buku, menonton film di tengah hari, memasak, belanja online, atau memanggil salon untuk merapikan kuku di rumah. 

5. Jadwalkan agenda berkualitas dengan pasangan.

Banyak pasangan yang melupakan fokus untuk relasinya setelah buah hati mereka lahir. Hal itu tidak sepenuhnya keliru. Namun kita juga perlu menciptakan momen kebersamaan berkualitas dengan pasangan. Minta bantuan pengasuh atau keluarga sejenak, lalu rancang jalan berdua bareng pasangan. 

6. Bersiap untuk segala ketidakpastian.

Sadarilah selepas bersalin nanti kita akan merasa kewalahan. Hari-hari kita bakal diisi dengan merawat bayi. Beberapa orang tua baru biasanya menyusun jadwal harian untuk dikerjakan. Tapi dengan rutinitas baru yang sulit diprediksi tersebut, tidak ada salahnya mengabaikan jadwal tersebut.

7. Jangan sungkan minta bantuan.

Beberapa pasangan yang baru dikaruniai momongan kerap meminta bantuan kerabat atau orang tuanya untuk membantu merawat bayi. Beberapa orang juga meminta bantuan pengasuh. Tidak perlu sok idealis atau gengsi, hal itu wajar. Bahkan jika memungkinkan, kita bisa meminta bantuan teman apabila tidak ada kerabat dan membayar pengasuh cukup menguras kantong.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten