Tutup Iklan

Tips Investasi via Aplikasi Online, Awas Penipuan!

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, JAKARTA – Perkembangan teknologi internet saat ini telah banyak membantu memudahkan segala aktivitas sehari-hari masyarakat. Keberadaannya, telah merambah berbagai sektor kehidupan, tak terkecuali layanan investasi.

Pada era serba digital seperti sekarang, banyak bermunculan aplikasi yang menawarkan layanan investasi berbasis dalam jaringan (daring). Instrumen investasi yang disediakan pun beragam, mulai dari reksa dana, emas, saham, dan lain sebagainya.

CEO Raiz Investment Indonesia Melinda N. Wiria mengatakan bahwa kehadiran platform investasi berbasis aplikasi diharapkan bisa menjadi perangkat yang mampu membangun kebiasaan berinvestasi bagi individu, khususnya generasi milenial.

Dia menuturkan untuk menunjang ekosistem terkait investasi, tidak cukup hanya melalui edukasi dan sosialisasi saja.

“Tantangan nyatanya adalah bagaimana mengonversi individu yang sudah pada tahap sadar tentang perlunya berinvestasi, agar berani mencoba dan belajar langsung menggunakan aplikasi yang ada. Harus learning by doing,” katanya.

Dia menjelaskan, aplikasi Raiz mencoba mengembangkan ekosistem investasi yang menyesuaikan perilaku keuangan dan gaya hidup generasi milenial. Aplikasi ini menawarkan platform investasi terintegrasi dengan bank dan uang elektronik.

Dengan begitu para investor bisa langsung menginvestasikan dananya dari rekening atau uang elektronik yang mereka punya untuk pembelian instrumen investasi yang disediakan, yakni reksa dana dengan jenis reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, dan reksa dana indeks saham.

Menariknya, aplikasi ini memiliki fitur yang memungkinkan para investor untuk melakukan cicilan investasi dalam jumlah dan frekuensi tertentu, baru setelah memenuhi nominal tertentu cicilan tersebut akan otomatis digunakan untuk investasi sesuai dengan preferensi setiap pengguna.

Aplikasi lain yang melayani investasi berbasis daring pada instrumen berbeda adalah Treasury. Aplikasi ini menawarkan penggunanya berinvestasi pada emas dan perhiasan. Para pengguna atau investor bisa melakukan transaksi jual-beli emas dan perhiasan melalui Treasury secara daring.

Instrumen Emas

Hampir sama seperti fi tur pada Raiz, pada aplikasi Treasury pengguna bisa melakukan pembelian emas dengan nominal berapa pun. Tidak ada patokan harus membeli emas dengan jumlah tertentu seperti 1 gram atau lainnya.

Nantinya, jumlah uang terhadap emas yang dimiliki akan terus diakumulasikan untuk setiap pembelian yang dilakukan. Selain itu, Treasury juga selalu menampilkan harga jual dan harga beli emas pada kondisi terkini sehingga pengguna bisa memantau laju harga emas yang terjadi.

Kemunculan berbagai aplikasi investasi juga tak jarang memberikan berbagai promosi yang dapat meningkatkan saldo setiap pengguna. Hal ini barangkali menjadi salah satu strategi yang dilakukan oleh para perusahaan untuk menggaet hati masyarakat menggunakan layanan mereka.

Perencana Keuangan OneShildt Financial Planner Budi Raharjo mengatakan, kehadiran berbagai aplikasi investasi saat ini merupakan kabar baik, yang membuka akses lebih luas bagi masyarakat untuk bisa berinvestasi dengan cara yang mudah.

Namun, beberapa hal penting harus diperhatikan oleh para investor ketika melakukan transaksi investasi melalui aplikasi.

Pertama, kenali aplikasi yang akan digunakan. “Harus dicek dulu apakah aplikasi tersebut sudah memiliki izin dari pihak berwenang, dalam hal ini bisa Otoritas Jaksa Keuangan (OJK) atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti),” katanya.

Pasalnya, dia mengkhawatirkan dengan munculnya banyak aplikasi investasi dan berbagai strategi promosi menarik yang ditawarkan, hal tersebut dijadikan sarana penipuan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kedua, perhatikan instrumen investasi yang ditawarkan dalam aplikasi dan cek kembali kepastiannya ke sumber-sumber lain. Misalnya instrumen yang ditawarkan adalah reksa dana sebuah perusahaan, maka pengguna bisa mengonfi rmasi perusahaan terkait melalui berbagai saluran seperti situs web atau customer service.

Contoh lain misalnya instrumen emas digital, bisa dicek harga pasaran emas yang ada di luar aplikasi dan dari sumber terpercaya.

Ketiga, pemahaman masyarakat terhadap kegiatan investasi dan berbagai instrumen investasi yang ada. Budi menyatakan hal ini merupakan faktor paling penting. Pasalnya, pemahaman tersebut yang akan menjadi landasan bagi seseorang untuk berinvestasi.

“Mau bagaimana pun, literasi investasi itulah yang paling penting. Mau berinvestasi secara konvensional atau menggunakan aplikasi itu hanya sarana. Awalnya orang harus mengerti dulu apa itu investasi? Kenapa harus investasi? Sampai investasi seperti apa yang harus dipilih untuk kebutuhan kita,” ujarnya

Berita Terkait

Berita Terkini

Duh, 150 Hakim di Jatim Diadukan karena Melanggar Kode Etik

Sedikitnya 150 hakim di Jawa Timur diadukan ke Komisi Yudisial karena melanggar kode etik.

Epidemiolog Kaget Kasus Corona RI Bisa Turun Cepat

Pandu sendiri mengaku kaget dengan angka penyebaran Covid-19 di Indonesia bisa turun dengan cepat.

Buronan 12 Tahun Terdeteksi Gara-Gara Menggugat Cerai Istri

Sang buronan terdeteksi setelah namanya muncul di Pengadilan Agama Subang, Jawa Barat sebagai penggugat cerai istrinya.

BST Kemensos Disetop? Kadinsos Wonogiri: Tunggu Surat Resmi Saja!

Dinas Sosial Wonogiri masih menunggu surat keputusan resmi dari Kemensos terkait informasi mengenai penghentian BST dampak pandemi Covid-19.

320 Petani Milenial Klaten Diusulkan Ikut Pelatihan di Kementan

Pemkab Klaten mengusulkan ratusan petani milenial yang umurnya di bawah 40 tahun ikut pelatihan dari Kementerian Pertanian.

Apa Kabar Rencana Gedung RSUD Sukoharjo di Bekas Terminal Kartasura?

Saat pemerintahan Bupati Wardoyo Wijaya, lahan bekas Terminal Kartasura diproyeksikan untuk gedung unit II RSUD Ir Soekarno Sukoharjo.

Kapolda Jateng Janji Beri Pekerjaan Pensiunan Polisi Silver Semarang

Janji itu dilontarkan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Ahmad Luthfi setelah video pensiunan polisi silver itu marak di media sosial.

Tak Sanggup, Pengelola Serahkan Rusunawa Begalon I ke Wali Kota Solo

Pengelola Rusunawa Begalon I Solo menyerahkan pengelolaan rusunawa tersebut ke Wali Kota Solo karena sudah tidak sanggup.

Miris! Manusia Silver Semarang Ternyata Pensiunan Polisi

Kasus manusia silver di Semarang tak kalah mengundang keprihatinan.

Dari Kamar Mungil, Gadis Boyolali Mendulang Rejeki

Gadis di Boyolali mendulang rejeki dari dalam kamar yang mungil melalui kreativitasnya menempel barang bekas.

Piala Sudirman 2021: Indonesia Bekuk Rusia, Unggul 3-0 Berkat Minions

Tim Indonesia memastikan memetik kemenangan di laga perdana Piala Sudirman 2021. Hal itu setelah Tim Indonesia mampu unggul 3-0 atas Tim Rusia.

Populasi Kucing Jalanan Soloraya Naik saat Pandemi Corona, Mau Adopsi?

Pegiat komunitas pencinta kucing, Rudimeong, mengajak masyarakat untuk mengadopsi kucing jalanan ketimbang membeli.

Tim Kriket Putra Bali Raih Emas Pertama PON XX Papua

Kalahkan tim kriket putra Papua dengan skor 76-63.

Eksploitasi Anak, Dulu Bocah Silver kini Bayi Silver

Kasus eksploitasi anak dengan dijadikan objek mengamen tidak hanya terjadi saat ini.

Sebelum Terbakar, Pasar Janglot Sragen Pernah Hampir Direvitalisasi

Pasar Janglot, Tangen, Sragen, yang terbakar pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari pernah hampir direvitalisasi beberapa tahun lalu.

Liga 2 Sukses Digelar di Solo, Menpora: Manahan Stadion Piala Dunia

Liga 2 Indonesia secara resmi dibuka di Stadion Manahan, Solo, lewat laga pembuka antara Persis Solo melawan AHHA PS Pati yang dimenangkan Persis Solo 2-0.