Ilustrasi mi instan (Freepik)

Solopos.com, Solo – Bagi kebanyakan masyarakat Indonesia, tak kenyang rasanya jika belum makan nasi beserta lauknya. Namun, tidak sedikit masyarakat Indonesia mengonsumsi nasi dan mi instan sebagai lauknya. Apakah Anda salah satunya?

Dikutip dari Very Well Fit, Minggu (22/9/2019), setiap 100 gram nasi putih (dua centong) mengandung 242 kalori, 53,2 gram karbohidrat, 0,4 gram lemak, 4,4 gram protein, dan 0,6 gram serat. Nasi putih juga mengandung nutrisi penting bagi tubuh, yakni sodium, kalium, dan gula. Namun, nasi putih tidak mengandung lemak jenuh dan kolesterol.

Selain nasi putih, orang Indonesia juga gemar makan mi instan. Berdasarkan hasil penelitian World Instan Noodles Association (WINA) pada 2017, konsumsi mi instan masyarakat Indonesia sebesar 12,62 miliar per tahun.

Tingkat konsumsi mi instan orang Indonesia ini tertinggi nomor dua di dunia. Hal ini menjadikan mi instan menjadi makanan favorit masyarakat Indonesia. Namun, bagaimana dengan kandungan gizi mi instan?

Dikutip dari Health Line, sebungkus mi instan mengandung 188 kalori, 27 gram karbohidrat, 7 gram lemak, 3 gram lemak jenuh, 4 gram protein, 0,9 gram serat, dan 861 miligram sodium. Jadi, mengonsumsi nasi bersama mi instan jelas membuat perut terasa kenyang.

Namun, mengonsumsi mi instan dan nasi bersamaan secara terus-menerus meningkatkan tumpukan kalori dalam tubuh. Dikutip dari The Bump, kelebihan kalori itu menyebabkan diabetes, obesitas, hipertensi, dan aterosklerosis (penumpukan lemak dan kolesterol dalam tubuh).

Oleh sebab itu, tidak dianjurkan makan nasi dan mi instan bersamaan. Lebih baik Anda mengonsumsi buah-buahan yang sehat dan kaya akan vitamin.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten