TIPS DIET SEHAT : Cara Benar Diet Nasi, Turunkan Berat Badan 10 Kg, Cuma 3 Pekan!

 Ilustrasi nasi (Naturalmedicinehouse.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi nasi (Naturalmedicinehouse.com)

Tips diet sehat kali ini mengulas tentang cara benar diet nasi.

Solopos.com, SOLO — Bagi Anda yang sedang menjalankan program diet, Anda bisa mencoba trik diet nasi. Tips diet nasi ini tak hanya bisa menurunkan berat badan Anda hingga 10 kilogram dalam tiga pekan, tapi juga menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Ahli diet, dr. Walter Kempner, membuat teori diet nasi pada 1939. Mulanya, teori kesehatan lewat diet nasi ini ia ciptakan untuk mengurangi tekanan darah tinggi, mengatur kadar gula darah, dan meningkatkan kesehatan penderita penyakit ginjal.

Ternyata, diet nasi yang dilakukan dengan benar memang memberi efek positif untuk kesehatan. Sementara pengurangan berat badan adalah efek positif tambahan yang muncul dari program diet itu sendiri.

Terkait dengan program diet sehat, berikut Solopos.com kutip dari Naturalmedicinehouse, Rabu (15/11/2015), tentang tata cara diet sehat yang benar, sehingga tidak menimbulkan “penyiksaan” untuk tubuh.

Pekan Pertama

– Sarapan
Sarapan sangat penting untuk daya tahan tubuh Anda. Konsumsi seporsi nasi yang Anda masak dengan air tanpa garam dan gula. Ingat, nasi sudah mengandung gula. Bila perlu, tambahkan air rebusan nasi dengan perasan air lemon dan sedikit minyak zaitun.

Makanan sampingan: Ganti makanan ringan Anda dengan buah-buahan saat perut terasa lapar di sela waktu makan utama.

– Makan Siang
Dalam sepekan pertama, saat makan siang silakan makan satu porsi nasi, dengan lauk rendah garam. Sangat disarankan untuk konsumsi lauk kacang-kacangan, usahakan kacang polong. Lalu, konsumsi buah sebagai pencuci mulut.

– Makan Malam
Di pekan pertama diet, untuk makan malam cukup kosumsi seporsi nasi dengan daging tanpa lemak. Anda bisa memilih bagian dada ayam atau kalkun dan ikan.

Saat memasak daging, jangan bubuhkan garam terlalu banyak. Cukup beri sedikit perasan lemon untuk memberi rasa.

Pekan Kedua

Selanjutnya, untuk sarapan, makan siang, dan makan malam di pekan kedua, konsumsi seporsi nasi tanpa lauk. Konsistensi Anda sangat dibutuhkan di periode ini.

Pekan Ketiga

Lalu, pada pekan ketiga, Anda bisa kembali ke siklus makan seperti di pekan pertama. Bedanya, di pekan ketiga, Anda harus minum susu dan yogurt. Selamat mencoba, semoga berhasil!

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Deolipa Dipecat Jadi Pengacara Bharada E, Apa Alasannya?

      Apa alasan Deolipa Yumara dipecat dari pengacara Bharada Richard Eliezer alias Bharada E?

      Meski Runner-up, Jateng Lampaui Target Emas Kejurnas Atletik 2022

      Ketua Pengurus Provinsi PASI Jawa Tengah Rumini mengatakan Jateng dapat 16 medali emas pada Kejurnas Atletik 2022, melebihi target 10 medali emas.

      Penawaran Obligasi dan Sukuk PT KAI Lebihi Permintaan, Ini Penyebabnya

      Dana Obligasi ini akan digunakan untuk refinancing obligasi I tahun 2017 seri A, pengembangan angkutan batu bara Sumatra bagian selatan, dan pengadaan sarana KA Bandara Internasional Adi Soemarmo (BIAS).

      23 Grup Ikuti Festival Gejog Lesung di Baran Klaten, Begini Keseruannya

      Festival itu digelar dalam rangka peringatan 1.000 hari Rain Sultan Al Hadid, putra pemilik Joglo, serta haul orang tua pemilik joglo Amartha, Bagus Febru Saptono.

      Spesial Indonesia Shopping Festival, 3 Mall di Solo Beri Diskon Gede

      Beberapa tenant yang ikut berpartisipasi dalam memberikan promo spesial ISF 2022 dan HUT Kemerdekaan RI juga memasang tanda khusus berwarna merah di gerai masing-masing.

      4 Fakta Menarik Deolipa Yumara, Pengacara Bharada E yang Dipecat

      Pengacara Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, yakni Deolipa Yumara dan Muhammad Burhanuddin dipecat mulai Rabu (10/8/2022).

      Launching Buku, Ini Catatan di Bedah Buku Bawaslu Sukoharjo

      Buku Sejarah menjadi catatan penting untuk menjadi di tahun-tahun mendatang karena telah berhasil mengungkap sejarah pengawas pemilu dimasing-masing Kabupaten/Kota.

      Dipecat Jadi Pengacara Bharada E, Ini Kata Deolipa Yumara

      Dipecat menjadi pengacara Bharada Richard Eliezer alias Bharada E, ini penjelasan dari Deolipa Yumara.

      10 Berita Terpopuler: Pembunuhan Ibu-Anak di Subang & Kriminal Terkini

      Ulasan tentang perkembangan kasus pembunuhan ibu anak di Subang Jawa Barat dan kasus kriminal lain di sejumlah wilayah Indonesia menjadi berita terpopuler di Solopos.com, Jumat (12/8/2022).

      Kolaborasi Olahraga dan Partipasi Masyarakat Berdayakan Warisan Budaya

      Kawasan situs manusia purba Sangiran di wilayah Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, kaya potensi seni, budaya, dan kriya.

      Dawet Okra, Kuliner Unik dan Sehat Khas Sragen

      Kelompok Wanita Tani (KWT) Sasmito Tani di Dukuh Mayah RT 23, Desa Bendo, Kecamatan Sukodono, Sragen mengubah buah okra menjadi dawet okra yang kaya manfaat.

      APPBI: Pembatasan Impor Barang Mewah Bisa Bikin Stok Tak Up to Date

      APPBI menilai pembatasan impor tidak seharusnya diberlakukan bagi seluruh jenis dan kategori produk.

      Bima Sakti Ungkap Ritual Khusus Timnas Indonesia di Piala AFF U-16

      Pelatih Timnas Indonesia U-16 Bima Sakti mengatakan "ritual khusus" pemain di ruang ganti ditujukan untuk membakar semangat pemain saat Piala AFF U-16 2022.

      Pengacara Bharada E Deolipa Yumara Dipecat, Ini Isi Suratnya

      Deolipa Yumara menjadi pengacara Bharada E mulai Sabtu (6/8/2022) dan dipecat setelah empat hari, tepatnya Rabu (10/8/2022).

      50 Guru SMA di Boyolali Ikut Workshop Penulisan Sejarah, Ini Tujuannya

      Workshop menghadirkan narasumber yang berasal dari tim ahli penulisan sejarah dan fasilitator kurikulum merdeka dari Universitas Negeri Semarang (Unnes).