Ilustrasi berboncengan. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Berboncengan menggunakan sepeda motor bagi sebagian orang merupakan hal yang menyenangkan jika dilakukan dengan kekasih, terlebih bagi pasangan yang gemar menghabiskan waktu berjelajah menggunakan sepeda motor. Banyak hal menyenangkan bisa ditemui hanya dengan mengendarai sepeda motor dibanding naik angkutan umum atau mobil pribadi.

Menjelang Hari Valentine yang jatuh setiap 14 Februari, tentu sejumlah pasangan sudah berencana untuk menghabiskan waktu bersama. Berboncengan menggunakan sepeda motor bisa dilakukan pada Hari Valentine agar semakin mesra dengan pasangan.

Lantas bagaimana cara berboncengan yang aman dan nyaman bersama kekasih? Seperti dikutip siaran pers yang diterima Solopos.com dari Astra Motor Jawa Tengah (Jateng), Jumat (8/2/2019), hal yang perlu selalu diingat adalah pengendara hanya boleh memboncengkan satu orang karena sepeda motor memang dirancang hanya untuk membonceng satu orang.

Pengendara harus mampu mempertahankan keseimbangan selama berkendara. Bukan hanya pengendara, pembonceng juga harus mendukung pengendara dalam hal keseimbangan.

Postur ideal pembonceng yang bisa bergerak selaras dan harmonis dengan pengendara adalah pembonceng yang duduk menghadap ke depan seperti pengendara. Lutut pembonceng menempel ringan ke pinggul dan tangan pembonceng memeluk ringan pengendara. Perlengkapan pembonceng yang digunakan juga harus lengkap, mulai dari helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, hingga sepatu.

Saata menikung, maka pembonceng harus bisa mengikuti gerakan tubuh pengendara seakan-akan menjadi satu tubuh. Jika pembonceng duduk menyamping maka gerakan pembonceng bisa berbeda dengan gerakan tubuh pengendara sehingga berpotensi merusak keseimbangan.

Pada saat mengerem, pengendara harus bersiap menahan beban pembonceng. Pengendara akan lebih ringan dan mudah menahan beban saat mengerem jika pembonceng menghadap ke depan karena tekanan akan tersebar lebih lebar ke bidang tubuh pengendara. Berbeda jika membonceng samping yang akan membuat beban terpusat ke bagian tubuh tertentu, misalnya lengan dan pinggul pembonceng.

Selanjutnya, pembonceng diharuskan tidak berpegangan terlalu erat karena harus mampu membantu menjaga keseimbangan. Pembonceng juga harus melihat ke arah perjalanan dan pergerakan tubuh harus seirama dengan pengendara.

Sementara itu, pengendara harus selalu siap menahan beban dari pembonceng serta selalu membuat jarak yang cukup untuk mengerem karena membawa beban di belakang. Pengereman belakang juga harus lebih kuat dibanding saat berkendara sendiri karena ada beban pada roda belakang.

Nah, itu adalah cara aman berboncengan dengan pasangan. Dengan tips dari Astra Motor Jateng itu, maka para pasangan diharapkan bisa menghabiskan Hari Valentine bersama dengan berkendara.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten