Tingkatkan Kesadaran Masyarakat, Operasi Masker di Boyolali Digelar 3 Kali Sehari

Operasi masker gencar dilakukan di Boyolali untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

SOLOPOS.COM - Petugas dari Polri dan TNI menggelar penertiban penggunaan masker di wilayah Ngemplak, Boyolali, Rabu (30/9/2020). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, BOYOLALI -- Satpol PP Boyolali bersama TNI dan Polri siapkan kegiatan operasi masker tiga kali dalam sehari. Hal itu untuk memastikan kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan dan memutus rantai persebaran Covid 19.

Kepala Satpol PP Kabupaten Boyolali, Sunarno, mengatakan kegiatan penegakan protokol kesehatan melalui operasi yustisi sudah dilaksanakan sejak awal Agustus lalu.

"Sejak awal Agustus kami lakukan secara rutin. Kegiatannya tiga kali dalam sehari. Untuk pagi sekitar pukul 09.00 WIB, sore pukul 15.00 WIB dan malam pukul 20.00 WIB," kata dia belum lama ini.

Disperindag Sragen Tawarkan Zonasi bagi Pedagang yang Enggan Direlokasi Ke Lantai II Pasar Kota

Dia mengatakan tujuan dari kegiatan operasi itu adalah untuk mendisiplinkan masyarakat Boyolali dalam pemakaian masker. Diharapkan dengan kedisiplinan memakai masker dan protokol kesehatan lainnya dapat memutus rantai persebaran Covid-19.

Dia pun mengklaim kegiatan pendisiplinan tersebut telah berdampak positif terhadap upaya menekan jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Boyolali. "Pada September lalu Boyolali masih masuk zona merah. Melalui operasi pendisiplinan ini, sekarang turun menjadi oranye," kata Sunarno.

Menurut Sunarno, khusus untuk wilayah Boyolali kota saat ini sudah menunjukkan penurunan tingkat pelanggarannya. Namun untuk tingkat pelanggaran di kecamatan-kecamatan lain masih cukup banyak.

Pelanggar Menurun

Dia menyebutkan pada awal-awal operasi, jumlah pelanggaran di wilayah Boyolali kota masih bisa mencapai 20 pelanggaran dalam setiap kegiatan operasi. Namun saat ini sudah turun menjadi kurang dari 10 pepanggaran. Sementara di daerah, jumlah pelanggarannya rata-rata masih 15 pelanggaran.

Sunarno  menjelaskan dari kegiatan operasi, sasarannya beragam. Di antaranya di tempat-tempat umum yang menjadi lokasi kerumunan warga, jalan raya, rumah makan dan sebagainya.

Target PTSL 2020 Boyolali Sebanyak 10.000 Bidang Tanah Tercapai

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina, mengatakan pada Rabu (14/10/2020), Boyolali masih masuk dalam zona oranye atau risiko sedang untuk persebaran Covid-19. Menurutnya penerapan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun) harus terus diterapkan oleh masyarakat.

Sebab kebiasaan baru itu sangat berpengaruh pada naik turunnya kasus di Boyolali. "Tetap semangat untuk rmlakukan protokol kesehatan supaya kasus Covid 19 semakin hari bisa semakin turun," kata dia.

Berita Terbaru

Gencar Operasi Masker, Forkopimca Colomadu Gandeng Ibu-Ibu

Solopos.com, KARANGANYAR — Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Colomadu menggandeng ibu-ibu yang tergabung dalam Sanggar Senam RM7 menyelenggarakan operasi...

Mulia, PMI Sragen Salurkan Bantuan 250 Paket Sembako untuk Warga yang Positif Covid-19

Solopos.com, SRAGEN — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sragen, Jawa Tengah menyalurkan bantuan berupa 250 paket sembako kepada keluarga...

Disdikbud Wonogiri: Sebelum PTM Dimulai Tahun Depan, Guru Wajib Tes Swab

Solopos.com, WONOGIRI — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri menilai perlu dilaksanakan tes swab sebelum pembelajaran tatap muka PAUD-SMP dimulai...

Boyolali Kembali ke Zona Oranye Covid-19, Protokol Kesehatan di Lingkungan Keluarga Harus Diperhatikan

Solopos.com, BOYOLALI - Kabupaten Boyolali kembali ke zona oranye persebaran Covid-19. Masyarakat pun diimbau untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan,...

3 Selter Pengungsian Merapi di Klaten Segera Dilengkapi Sekat

Solopos.com, KLATEN – Sebanyak tiga selter pengungsian yang disiapkan menjadi tempat evakuasi akhir (TEA) ketika erupsi Gunung Merapi terjadi...

Pejabat dan ASN di Sragen Harus Jadi Contoh Pelaksanaan SOP Hajatan di Tengah Pandemi!

Solopos.com, SRAGEN — Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Sragen menginstruksikan kepada aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat di...

Satgas Covid-19 Sragen Belum Restui Museum Sangiran Dibuka

Solopos.com, SRAGEN — Meski Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSM) Sangiran sudah menggelar sosialisasi terkait rencana pembukaan Museum Manusia...

Sering Razia Masker, Satpol PP Solo Jadi Sasaran Teror

Solopos.com, SOLO — Sejumlah petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari warga lantaran...

Jawab Tantangan Pandemi, Diskominfo Sragen Luncurkan Robot Menjawab

Solopos.com, SRAGEN — Pembatasan sosial demi mencegah penularan virus corona jenis baru penyebab Covid-19 memaksa manusia berinovasi. Tujuh aparatur...

Satgas Covid-19 di Karanganyar Andalkan Whatsapp untuk Koordinasi

Solopos.com, KARANGANYAR — Satgas Covid-19 Desa Klodran, Kabupaten Karanganyar tak selalu bersiaga di Pos Siaga Covid-19 untuk mengawasi dan...