Kuliah umum di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO -- Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo memetakan kebutuhan kerja sama dengan Universitas Mataram (Unram).

Dimulai dari studi banding yang dilakukan perwakilan FKIP Unram, Senin (9/12/2019), FKIP berencana melanjutkannya dalam bentuk kerja sama, seperti penelitian, pengajaran, pembuatan buku, dan lainnya.

Dalam studi banding tersebut, dosen-dosen FKIP Mataram, Nusa Tenggara Barat, lebih dulu memberikan kuliah umum kepada mahasiswa FKIP UNS. Kuliah umum diselenggarakan serentak di delapan program studi (prodi) yakni Matematika, Fisika, Kimia, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, PGPAUD, PGSD, dan PPKn.

Wakil Dekan 1 FKIP UNS Solo Slamet Subiyantoro mengatakan  kuliah umum tersebut merupakan bentuk kerja sama nyata kedua universitas dalam rangka peningkatan akreditasi instansi.

“Sebenarnya ini adalah kegiatan studi banding Unram ke UNS terkait akreditasi sekaligus membangun kerja sama. Kalau hanya studi banding tidak memberikan dampak yang luas, terutama tidak menjawab tantangan terkait jaminan mutu eksternal yaitu kriteria 9 berbasis luaran. Maka ditingkatkan menjadi kerja sama. Salah satu implementasi dari kerja sama adalah kuliah umum. Kuliah umum ini salah satu bentuk luaran. Ini sangat menarik karena biasanya studi banding hanya satu prodi atau pimpinan fakultas, tapi kali ini ada delapan prodi yang mengikuti,” ujar di saat ditemui Solopos.com di Gedung Pascasarjana lantai III UNS, Senin.

Pada kesempatan berikutnya, sangat dimungkinkan kegiatan serupa diadakan di Unram. “Ke depan mungkin dosen-dosen kami yang ke sana [Unram] untuk memberikan kuliah umum,” imbuh dia.

Kerja sama dengan Unram selain bidang pendidikan juga dikembangkan lebih luas dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Jurusan (Kajur) Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Unram, Siti Rohana Intiana Hariana, mengatakan salah satu alasan memilih FKIP UNS sebagai tujuan studi banding dan kerja sama adalah karena hampir semua Prodi di FKIP UNS terakreditasi A.

“Studi banding sebelumnya kami jalan sendiri-sendiri. Sekarang digabung dan kami pilih UNS karena salah satu universitas yang cukup besar, jumlah prodi banyak, dan akreditasi A-nya 85 persen. Di FKIP kami rata-rata B meskipun B gemuk, tapi susah naik ke A,” kata dia.

Dia ingin menimba pengalaman tentang akreditasi A di UNS, sekaligus menjalin kerja sama. “Kami berharap kunjungan ini membuat kami tertata sehingga prodi dan fakultas kami lebih berkualitas,” harapnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten