Batik Solo Trans (BST) melintas di halte bus Jl. Slamet Riyadi Solo saat uji coba oleh Dishubkominfo Solo, Kamis (1/9/2016). Uji coba tersebut untuk mengecek kesiapan jalur yang akan di lalui BST. (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SOLO -- Masyarakat pengguna bus Batik Solo Trans (BST) di Solo mulai tahun depan tidak lagi menggunakan uang tunai untu membayar ongkos naik bus milik pemerintah itu.

Metode pembayaran nontunai untuk BST itu menjadi salah satu pembahasan saat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Perencanaan Pembangunan dan Pengoperasian Angkutan Umum Perkotaan di Hotel Aryaduta, Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Nota kesepahaman tersebut berisi persetujuan operasional bus rapid trans (BRT) menggunakan skema buy the service. Skema tersebut berarti pemerintah membeli jasa dengan harga yang telah disepakati dan operator harus menyediakan jasa transportasi umum massal dengan standar yang ditetapkan pemerintah.

Pilkada 2020, PKB Diminta Dengar Aspirasi NU

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Hari Prihatno, mengatakan nota kesepahaman bakal ditindaklanjuti rencana kerja yang lebih detail. Rencana kerja itu di antaranya pembahasan rute atau koridor, konsorsium operator pelaksana, hingga besaran tarif.

“Nota juga menggambarkan hak dan kewajiban Kemenhub maupun Pemkot. Penandatanganan tidak hanya dilakukan kami, tapi juga empat daerah lain. Namun, isi MoU antara Kemenhub dan setiap daerah tidak sama, meski secara umum ada kemiripan,” kata dia kepada Solopos.com, pekan lalu.

Hari menyampaikan dari sejumlah hal yang akan dibahas, salah satunya adalah penerapan pembayaran menggunakan metode nontunai. Penumpang bakal diminta membayar memakai uang elektronik (e-money).

Konsorsium operator buy the service diharapkan menyediakan ragam metode pembayaran itu. “Enggak cuma e-money kartu ya, tapi juga dompet elektronik lain seperti Go Pay, OVO, Link Aja, Dana, dan sebagainya. Ini untuk menjembatani ragam dompet elektronik yang digunakan masyarakat. Selain itu, upaya mengedukasi masyarakat mengenai layanan keuangan digital,” papar Hari.

Anak Kobra Masuk Kamar Warga Ampel Boyolali, Mengitari Kaki Saat Tidur

Kendati mengutamakan nontunai, Dishub tak serta merta meniadakan metode pembayaran konvensional atau tunai. Hal tersebut untuk mengakomodasi masyarakat yang belum mengenal atau memiliki uang elektronik.

Hari mengakui metode nontunai tidak berhasil diterapkan maupun diujicobakan saat digulirkan pada 2011 maupun 2017. Namun, ia meyakini penggunaan uang elektronik saat ini sudah jamak.

Saat ditanya mengenai operator yang akan digunakan pada skema buy the service, Hari menyebut PT Bengawan Solo Trans (BST) yang saat ini mengelola Batik Solo Trans (BST).

Siap-Siap! Hasil Seleksi Administrasi CPNS Boyolali 2019 Diumumkan Besok

“Ya, diharapkan PT BST mampu mengelola itu karena saat ini mereka sudah berjalan. Kami juga memperjuangkan angkutan feeder bisa masuk pembiayaan. Jumlah koridor yang akan beroperasi masih dibahas. Kemungkinan tujuh rute atau tambah empat koridor dari jumlah saat ini,” ucap Hari.

Kepala UPT Transportasi Dishub Kota Solo, M. Yulianto, mengatakan koridor atau rute yang akan dioperasikan masih dibahas bersama Kemenhub.

“Masih kami koordinasikan terus sembari menunggu nilai anggaran yang akan digelontorkan. Pekan depan akan ada rapat teknis yang membahas soal rute,” kata dia saat dihubungi terpisah.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten