Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. (Antara-R Rekotomo)

Semarangpos.com, SEMARANG — Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, tak menyangka ada seorang terduga teroris yang tinggal satu kelurahan dengannya di Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur. Terduga teroris bernama Taufik Teguh Prasetyo, 45, itu kini telah diamankan anggota Densus 88 Antiteror, Selasa (14/5/2019) dini hari.

"Ya kaget ya, kaget sekali ada yang memberi info di gang sebelah rumah saya itu ada penangkapan terduga teroris,” kata Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu kepada wartawan, Selasa malam.

Menurut Hendi, selama ini dirinya mengenal warga Lempongsari sebagai warga yang rukun, guyub dan kompak. Tidak ada yang bertingkah macam-macam dan bikin onar.

"Tapi saya rasa pihak kepolisian sudah mempunyai data-data yang kuat. Jadi kami merasa prihatin," katanya.

Disinggung apakah dirinya mengenal sosok terduga teroris itu, Hendi mengiyakan. Hendi juga mengetahui bahwa yang bersangkutan merupakan ketua RT dan sering berkumpul dengan warga.

"Kalau kenal dekat tidak, tapi saya tentu tahu karena kita sering kumpul warga. Apalagi masih ketua RT," jelasnya.

Terlepas dari penangkapan ini, Hendi mengimbau kepada warga agar tetap kondusif dan tidak perlu panik.

"Mudah-mudahan persoalannya segera tuntas, selesai. Mudah-mudahan tidak ada yang membuat kota ini menjadi tidak kondusif,” ujarnya.

Terduga teroris, Taufik Teguh Prasetyo, ditangkap anggota Densus 88 sekitar pukul 03.44 WIB. Ia ditangkap saat tengah membeli obat batuk untuk istrinya di apotek yang terletak di Jl. Veteran No. 28.

Sementara itu, Kapolda Jateng, Irjen Pol. Rycko A. Dahniel, membenarkan adanya penegakan hukum kasus terorisme yang dilakukan Densus 88 di wilayahnya. Rycko bahkan menyatakan ada 8 terduga teroris yang diamankan di beberapa lokasi berbeda di Jateng, seperti Grobogan, Sragen, dan Magelang.

“Yang paling banyak di Magelang. Tapi, ini masih terus dikembangkan. Bisa jadi jumlahnya nanti bertambah,” ujar Rycko saat dijumpai wartawan di Mapolda Jateng, Kota Semarang, Selasa petang.

Rycko penangkapan itu merupakan hasil koordinasi Densus 88 dengan Polda Jateng selama dua hari terakhir.

“Kedelapan terduga teroris ini saat ini masih menjalani pemeriksaan. Mereka akan menjalani pemeriksaan selama tujuh hari di wilayah hukum Jateng untuk mengetahui apakah terbukti bersalah atau tidak,” imbuh Rycko.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten