Tutup Iklan
Ilustrasi Pendapatan Daerah/(Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, MADIUN -- Pendapatan Kabupaten Madiun hingga pertengahan Agustus 2019 baru Rp1,099 triliun atau 56,46% dari target. Idealnya, hingga bulan ke delapan, target yang tercapai 66% . https://madiun.solopos.com/read/20190625/516/1001079/pemkab-madiun-alokasikan-rp4-miliar-untuk-pilkades-serentak-2019">Pemkab Madiun masih harus mencari tambahan Rp848 miliar di empat bulan tersisa untuk menutup target pendapatan tahun ini. 

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Madiun, Indra Setyawan, mengatakan target pendapatan tahun ini Rp1,9 triliun. Meski capaian pendapatan agak lambat, dia optimistis target pendapatan tahun ini bisa tercapai. Bahkan pada penetapan APBD Perubahan 2019, target pendapatan akan dinaikkan. 

"Sampai saat ini sudah terealisasi hingga 56% lebih, pasti targetnya terealisasi," kata dia di kantor Pemerintahan Kabupaten Madiun di Mejayan, Rabu (21/8/2019). 

Sumber pendapatan Pemkab Madiun paling besar dari sumber pendapatan asli daerah yang mencapai Rp200,5 miliar. Hingga pertengahan Agustus ini, realisasi PAD sudah mencapai Rp132 miliar atau 65,84%. 

PAD ini berasal dari pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak pengambilan bahan galian golongan C, pajak parkir, pajak air bawah tanah, hingga PBB perdesaan dan perkotaan. Selain itu, sumber PAD lainnya ada dari retribusi jasa umum seperti retribusi pelayanan kesehatan, retribusi pelayanan persampahan, hingga retribusi alat penanggulangan kebakaran. 

Lebih lanjut, Indra menjelaskan sumber pendapatan lainnya yang cukup besar yaitu dari laba penyertaan modal pada perusahaan milik daerah atau BUMD. Kabupaten Madiun memiliki empat BUMD yaitu Bank Jatim, PDAM, BPR, dan Umbul Square Madiun. 

Dari empat BUMD itu, pemkab menarget pendapatan senilai Rp5,7 miliar. Realisasi pendapatan hingga Agustus Rp2,6 miliar atau 45,32% dari target. 

" BPR ditarget menyumbang pendapatan Rp2,4 miliar. Tapi untuk penerimaan yang akan disetor ke Pemkab akan disetor pada akhir tahun sekaligus," ujar dia. 

BUMD yang paling kecil target pendapatannya yaitu Umbul Square Madiun, yakni hanya Rp125,470 juta. Sampai pertengahan bulan ini, Umbul Square Madiun telah menyetor hingga Rp125 juta atau 99,63%. Tinggal kurang Rp470.000.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten