Timbang Mangkrak, Pawartos Bikin Taman di Lahan Eks Terminal Kartasura

Masyarakat yang tergabung dalam Pawartos membangun taman dan pusat kuliner di lahan bekas Terminal Kartasura, Sukoharjo, yang lama mangkrak.

 Taman yang dibangun masyarakat yang tergabung dalam Pawartos di lahan bekas Terminal Kartasura, Sukoharjo, Selasa (28/9/2021). (Solopos/Candra Mantovani)

SOLOPOS.COM - Taman yang dibangun masyarakat yang tergabung dalam Pawartos di lahan bekas Terminal Kartasura, Sukoharjo, Selasa (28/9/2021). (Solopos/Candra Mantovani)

Solopos.com, SUKOHARJO — Sudah lebih dari satu dekade lahan bekas Terminal Kartasura atau yang lebih dikenal Terminal Lama Kartasura, Sukoharjo, mangkrak dan terbengkalai tak terurus.

Melihat hal tersebut, masyarakat yang tergabung dalam Paguyuban Wargo Ageng Kartasura (Pawartos) mengambil inisiatif memanfaatkan lahan tersebut sebagai ruang publik hijau dan wadah bagi pelaku UMKM serta kebudayaan.

Pantauan Solopos.com di lokasi tersebut, Selasa (28/9/2021), lahan mangkrak tersebut saat ini sudah jauh berbeda. Tak lagi terlihat liar penuh ilalang seperti sebelumnya.

Di lahan itu kini sudah berdiri sejumlah tenda berikut perkakas memasak untuk berjualan kuliner. Sayangnya hari itu, aktivitas pedagang belum dimulai lantaran pusat kuliner di tempat tersebut mulai berjalan saat malam hari.

Baca Juga: Siswa SMP Sukoharjo Kembali Belajar Jarak Jauh, Kenapa?

Pada tembok sisi kanan juga terlihat sejumlah mural bertema anak-anak meskipun gambar yang terpampang belum selesai dibuat. Hal itu terlihat dari cat dan kuas serta kursi yang masih tergeletak di depan tembok.

Sedangkan di tengah lahan tampak dua orang anak kecil ditemani satu orang dewasa tengah asyik bermain ayunan yang disediakan di tempat itu.

Prihatin Kondisi UMKM

Presidium Pawartos, Ruthsahaya Sapujiati, mengatakan awal mula Pawartos termotivasi lantaran prihatin dengan kondisi pelaku UMKM Kartasura yang kian terpuruk di tengah pandemi Covid-19.

lahan bekas terminal kartasura
Tenda-tenda pedagang kuliner di lahan bekas Terminal Kartasura, Sukoharjo, Selasa (28/9/2021), (Solopos/Candra Mantovani)

Pawartos kemudian melihat adanya peluang membantu para pelaku UMKM setelah mengecek lokasi Terminal Lama Kartasura yang terbengkalai saat itu.

Baca Juga: Tak Perlu Antre, Urus Uji Kir Kendaraan di Sukoharjo Kini Bisa Online

“Setelah berkomunikasi dengan warga setempat, empat hari yang lalu kami mulai membuka Taman Pawartos menjadi ruang publik masyarakat yang multifungsi. Artinya, di dalam Taman Pawartos, pelaku UMKM bisa berjualan di tempat tersebut, ruang diskusi bagi mahasiswa, tempat eksplorasi seni dan budaya, dan ruang terbuka hijau bagi masyarakat juga,” terangnya.

Besarnya peluang, menurut Ruthsahaya, bisa dilihat dari sampling acak perputaran uang saat malam pertama pembukaan Taman Pawartos yang mencapai Rp15 juta hingga Rp20 juta dari 52 pedagang yang berjualan di tempat tersebut.

Melihat potensi tersebut, Pawartos menilai rencana Pemkab Sukoharjo untuk memanfaatkan lahan Terminal Lama Kartasura menjadi rumah sakit kurang tepat. Hal ini lantaran kebutuhan masyarakat terkait lahan terbuka hijau di Kartasura lebih penting dibandingkan RS.

Baca Juga: Jebol Plafon Konter, 2 Maling Gasak Puluhan HP di Kartasura Sukoharjo

Mendongkrak Ekonomi Masyarakat Sekitar

“Kartasura itu segitiga emas dan padat. Harus diakui, ruang terbuka hijau di sini sudah tidak ada. Terminal Lama Kartasura ini harus lebih diutamakan pengembangannya menjadi lahan terbuka hijau. Fungsinya seperti alun-alun karena masyarakat sangat membutuhkan itu,” bebernya.

Lebih dari itu, Pawartos menilai lahan ini lebih bermanfaat untuk mendongkrak ekonomi masyarakat sekitar. Untuk rumah sakit, Ruthsahaya mengatakan Kartasura sudah ada banyaks sehingga urgensinya tidak terlalu tinggi dibandingkan ruang terbuka hijau.

Meskipun getol mengembangkan Taman Pawartos menjadi lebih baik, Ruth mengakui kendala utama dalam proses pengembangan adalah anggaran. Ia berharap Pemkab Sukoharjo dan stakeholder tertarik membantu pengembangan lahan tersebut.

Baca juga: 22 SMA/SMK Sukoharjo Sudah PTM, Ini Daftarnya

Dengan demikian, kerinduan masyarakat Kartasura terkait keberadaan lahan terbuka hijau bisa terjawab. Sampai saat ini anggaran pengembangan dari iuran anggota Pawartos.

Pawartos juga menjajaki perizinan resmi pemanfaatan lahan itu ke BKD karena sampai saat ini modal Pawartos sebatas keinginan masyarakat setempat.

“Untuk bantuan sementara baru dari salah satu supermarket dan salah satu universitas juga tertarik membantu. Kami harap pemerintah juga mau untuk ikut membantu pengembangan ruang terbuka hijau ini,” ujarnya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Partai Gerindra Jateng Deklarasikan Prabowo Capres 2024

Acara deklarasi dipimpin Ketua DPD Partai Gerindra Jateng, Abdul Wahid, diikuti para pengurus DPC Partai Gerindra se Jateng.

Pengusaha Warung Apung Rawa Jombor Klaten Usul Dapat Ruang 1,5 Hektare

Usulan itu disampaikan setelah mereka mendapatkan sinyal jika warung apung dan pemancingan masih bisa beraktivitas di badan waduk waktu penataan dan revitalisasi Rawa Jombor yang mulai bergulir.

Dari Ponpes Al Qohar Klaten, Tas Kanvas Melalang Buana hingga Eropa

Khusnul mulai serius menjadikan hobi menjahitnya menjadi ladang usaha membikin tas pada 2011 lalu sembari membantu mengelola ponpes.

Bu Bupati, Car Free Day Sukoharjo Kapan Dibuka?

Penyelenggaraan CFD masih menunggu rekomendasi atau izin dari Ketua Satgas Covid-19 Sukoharjo atau Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.

Vaksinasi Pelajar Usia di Atas 12 Tahun di Solo Selesai

Pemkot Solo belum mendapatkan petunjuk soal vaksinasi untuk pelajar di bawah usia 12 tahun.

Kadisdik Solo: Pulang Sekolah Siswa Harus Langsung Pulang

Kepala Disdik Solo Etty Retnowati mengatakan temuan siswa yang terpapar Covid-19 tak selamanya bernilai negatif.

Jumlah Ponpes di Klaten Terus Meningkat, Kini Mencapai 100-an

Pengembangan sistem pendidikan di ponpes membuat banyak warga memilih memondokkan anak mereka.

Selvi Ananda Saat Ditanya Soal Penata Busana Pribadi: Emang Saya Artis?

Selvi mengatakan selama ini menata sendiri semua kebutuhan busananya, dan ia menyiapkannya sehari sebelum acara.

2 Wanita Solo Ngaku Tertipu Lelang Arisan Online Ratusan Juta Rupiah

Stelah mengikuti lelang arisan online tersebut selama 10 bulan, mereka tidak menerima uang hasil lelang arisan seperti yang sudah dijanjikan.

Lega, Hasil Tracing Belasan Murid dan Guru SMPN 4 Solo Negatif Covid-19

Disinggung kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang akan diambil usai hasil tracing tersebut, pihak SMPN 4 Solo masih menanti arahan Disdik.

Khawatir Klaster Baru, Bupati Cabut Izin Acara Konferwil IPPAT Jateng

Pemkab Sukoharjo mencabut izin penyelenggaraan Konferwil IPPAT Jateng karena dinilai melanggar aturan terkait jumlah peserta acara dan khawatir menimbulkan klaster baru Covid-19.

Lacak Kontak Erat, Guru dan Murid SMPN 8 dan SMPN 4 Solo Di-Swab PCR

Pada Jumat (22/10/2021), sekitar 310 siswa plus guru di SMPN 8 Solo menjalani tes swab PCR sebagai tindak lanjut munculnya 11 kasus positif dalam tes acak di sekolah tersebut,

Baru 2 Hari Polres Karanganyar Gelar Doa Bersama, Ada Kecelakaan Lagi

Satlantas Polres Karaganyar pada Rabu (22/10/2021) menggelar doa bersama memohon agar tidak ada lagi kecelakaan. Hanya dua hari berselang, terjadi lagi kecelakaan.

Boyolali Kirim 5 Atlet ke Peparnas Papua XVI

 Para atlet dari Boyolali ini akan bertanding untuk cabang olahraga tenis meja, bulu tangkis, menembak, dan atletik.

Go Global, Kuliner Khas Solo Disiapkan dalam Kemasan Kaleng

Dengan kemasan kaleng, makanan bisa dibawa ke luar kota untuk oleh-oleh atau dijual ke pusat perbelanjaan luar negeri.

Kecelakaan Lagi, 1 Jam Terjadi 2 Tabrakan di Jalur Solo-Tawangmangu

Dua kecelakaan tunggal terjadi dalam tempo satu jam di Karanganyar. Untungnya tak ada korban jiwa dalam dua kecelakaan tersebut.