Dua pemain bola voli putri Indonesia yang tampil di ASEAN School Games 2019, Chantika Laviara dan Nur Laili Kusuma, saat acara Meet n Greet di SMAN 5 Semarang, Senin (5/7/2019). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Semarangpos.com, SEMARANG – Perhelatan ASEAN School Games (ASG) 2019 tinggal beberapa hari lagi. Para atlet pun terus melakukan persiapan guna menghadapi pesta olahraga pelajar negara ASEAN yang akan berlangsung di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), 18-25 Juli nanti.

Tak terkecuali dengan para atlet tuan rumah, Indonesia. Mereka terus menggelar persiapan guna mewujudkan ambisi meraih juara saat tampil di depan publiknya.

Namun di sela persiapan yang padat itu, para atlet tetap berusaha menyapa masyarakat di Kota Semarang. Seperti yang dilakukan tim bola voli putra dan putri Indonesia saat berkunjung ke SMA Negeri 5 Semarang, Senin (15/7/2019).

Tim besutan Udi Hermanto dan Mardwito Wachid itu datang ke SMAN 5 dengan kekuatan penuh. Hampir seluruh pemain yang akan tampil di ajang ASG turut dibawa serta.

Kedatangan mereka pun disambut antusias para siswa, terutama siswa baru yang tengah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Pelatih tim bola voli putra, Udi Hermanto, mengatakan kedatangan timnya ke SMAN 5 Semarang selain untuk berbagai pengalaman dengan para siswa juga untuk meminta dukungan.

“Kami berterima kasih mendapat kesempatan berkunjung ke sini. Di sini kami bisa berbagi pengalaman dengan adik-adik terkait persiapan menghadapi ASEAN School Games. Kami harap adik-adik SMAN 5 menonton penampilan kami di GOR UIN [Universitas Islam Negeri] Walisongo nanti,” ujar Udi saat memberikan sambutan.

Udi mengaku meraih medali emas di ASG bukanlah hal yang mudah. Terlebih, dalam ajang ini Indonesia akan menghadapi tantangan dari negara Asia Tenggara lain.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kemungkinan lawan terberat ada dua, yakni Malaysia dan Thailand. Meski demikian, kami tak boleh menyepelekan tim yang lain,” ujar Udi.

Udi mengaku pada ASG kali ini, timnya akan bermaterikan 100% pemain baru. Artinya, tidak ada satu pun pemain di tim bola voli putra Indonesia yang berpengalaman menghadapi ASG sebelumnya, di Malaysia 2018.

 “Tapi kita tetap optimistis bisa meraih juara. Apalagi, tahun ini persiapan kami terbilang lebih matang dibanding tahun lalu. Tahun lalu, persiapan kami hanya sepekan bisa meraih juara dua. Tahun ini, persiapan lebih lama harus bisa meraih lebih baik,” imbuhnya.

Wakil Kepala SMAN 5 Semarang, Sutardi, menyambut baik kedatangan timnas bola voli putra dan putri ASG 2019. Ia berharap kunjungan itu memberikan efek positif bagi siswanya.

“Semoga kunjungan timnas bola voli ASG ini bisa memberikan inspirasi kepada siswa SMAN 5. Apalagi kan di tim ini ada pemain yang sudah bergabung dengan klub Proliga [profesional],” tutur Sukardi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten