Tim Pemkab Sukoharjo Dampingi Anak SD Korban Pemerkosaan Bapak Angkat

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, SUKOHARJO — Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Sukoharjo menaruh perhatian besar terhadap kasus kekerasan seksual terhadap anak yang menimpa M, 13, warga Kecamatan Grogol, Sukoharjo.

Selama Januari-pertengahan Februari tercatat ada lima kasus kekerasan anak di Sukoharjo.

Kepala DPPKBP3A Sukoharjo, Proboningsih Dwi Danarti, mengaku prihatin terhadap kasus kekerasan seksual terhadap M yang diduga dilakukan ayah angkatnya, JS, hingga mengakibatkan bocah SD itu berbadan dua. 

“Tim dari Pemkab Sukoharjo bakal mendampingi M dari berbagai aspek meliputi kesehatan, mental dan pendidikan. Saya terenyuh dan tidak tega saat bertemu langsung M di rumah neneknya,” kata dia, Jumat (22/2/2019).

Tim khusus yang dibentuk Pemkab bakal bersinergi mendampingi M hingga setelah proses melahirkan bayi. Saat ini, petugas kesehatan dari puskesmas bakal mendampingi M agar kondisi janin yang dikandungnya tetap sehat. Petugas kesehatan juga bakal memberikan asupan gizi terhadap M.

Selain itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo bakal mengurus kelanjutan pendidikan M yang duduk di kelas VI. Dia tak lama lagi menempuh ujian sekolah.

“Ini komitmen pemerintah untuk memberikan perlindungan terhadap anak korban kekerasan seksual. Anak itu masih memiliki masa depan yang cerah,” ujar dia.

Sesuai Pasal 4M ayat 1 Perda No 16/2016 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak menyebutkan setiap anak berhak memperoleh perlindungan dari sasaran penganiayaan, penyiksaan, atau perjatuhan hukuman yang tidak manusiawi. Orang tua harus menjamin hak dan pelayanan anak.

Wanita yang akrab disapa Probo itu menyampaikan kasus kekerasan anak lainnya yang menjadi sorotan publik adalah penganiayaan yang menimpa Retno Ayu Wulandari, 14, warga rumah susun sewa sederhana (Rusunawa) II Begalon, Laweyan, Kota Solo, pada Oktober 2018. Retno meninggal dunia setelah dianiaya temannya, IA, 17, di kawasan Gatak Sukoharjo,

DPPKBP3A mencatata jumlah kasus kekerasan anak hingga pertengahan Februari 2019 sebanyak lima kasus. Sementara jumlah kasus kekerasan anak selama 2018 lebih dari 30 kasus.

“Aduan masyarakat itu didominasi pelanggaran hak anak yang dipicu perebutan hak asuh anak. Biasanya, saat orang tua resmi bercerai, mereka saling memperebutkan hak asuh anaknya,” ungkap dia.

Sementara itu, pengurus Forum Anak Sukoharjo (Fanasko), Ferina Indah Sari, mengaku miris lantaran masih ada kasus kekerasan seksual terhadap anak.

Menurut Ferina, setiap anak wajib mendapatkan hak perlindungan baik dari orang tua maupun pemerintah. Salah satu upaya perlindungan anak adalah membangun kabupaten layak anak (KLA). 

Berita Terkait

Espos Premium

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Berita Terkini

10 Berita Terpopuler: Potensi Tsunami di Pacitan hingga Kecelakaan di Wonogiri

Kabar tentang potensi tsunami setinggi 28 meter di Pacitan, Jawa Timur menjadi berita terpopuler di Solopos.com, Minggu (19/9/2021).

Tak Cuma Pacitan, Wonogiri Juga Berpotensi Tsunami Besar

Selain Pacitan di Jawa Timur, wilayah Wonogiri juga memiliki potensi tsunami besar.

Hore.. Diskon 100% PPnBM Diperpanjang Hingga Desember

Pemerintah resmi memperpanjang diskon 100% PPnBM hingga Desember 2021.

Viral! Aksi Maling HP Terobos Lubang Pagar Besi Bikin Tegang, Dikira Nyantol Ternyata...

Aksi seorang pencuri ponsel yang terekam kamera CCTV viral di media sosial lantaran mampu melewati lubang pagar besi yang kecil.

Bobol Konter Dua Kali, Pasutri di Ponorogo Curi Puluhan Tabung Gas Elpiji

Sepasang suami istri mencuri 50 tabung gas 3 kg dan uang Rp1 juta di konter 212 Cellular depan BRI Siman, Desa Brahu, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo.

IKM di Grobogan Didorong Meningkatkan Daya Saing

Pemkab Grobogan bersama anggota DPR RI menggandeng sejumlah perusahaan untuk sosialisasi agar IKM memiliki daya saing.

Kompolnas Desak Pengusutan Tuntas Kasus Napoleon Aniaya Muhammad Kece

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendesak kasus penganiayaan terhadap Muhammad Kece ini diusut tuntas.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Sagitarius Gampang Tergoda Penawaran Kerjasama

Ramalan zodiak hari ini menyebut seseorang bisa jadi datang ke rumah dan mampu membuat percaya Sagitarius untuk terlibat kerjasama.

Tanpa Ampun, Ajax Libas Tim Promosi Cambuur 9-0

Ajax memberondong tim promosi Liga Belanda Cambuur Leeuwarden dengan 9 gol tanpa balas dalam laga pekan kelima di Stadion Johan Cruijff Arena, Amsterdam.

Juergen Klopp Puji Sadio Mane Seusai Liverpool Libas Crystal Palace 3 Gol Tanpa Balas

Juergen Klopp menyanjung tinggi-tinggi Sadio Mane setelah Liverpool mengatasi Crystal Palace 3-0 dalam lanjutan Liga Inggris di Anfield, Sabtu (18/9/2021) waktu setempat.

Sudah Bikin 37 Buku Novel hingga Komik, Siswi MAN 1 Solo Ini Raih Penghargaan dari Gubernur DIY

Nadia Shafiana Rahma adalah salah satu cerpenis dan novelis dari MAPK dan Pondok Pesantren Hadil Iman MAN I Solo.

Petik Hasil Imbang Lawan Southampton, Guardiola Sebut Pemain City Punya Masalah Ini

Manchester City hanya memetik hasil imbang 0-0 saat menjamu Southampton dalam lanjutan Liga Inggris di Etihad, Sabtu (18/9/2021) waktu setempat.

Jelang PTM, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Madiun Ikuti Vaksinasi

Selain sebagai persiapan PTM, vaksinasi ini juga penting karena sebagai salah satu syarat seseorang mendapatkan pelayanan umum dan pelayanan transportasi publik.

Eks Napi Terorisme Desak Pembubaran BNPT

Para eks Napiter NKRI itu meyebut program BNPT pemberdayaan para alumni napiter yang sudah bebas tidak jelas.

Sepuluh Persen SMP di Bantul Jalani Uji Coba PTM

Senin Depan, sejumlah SMP sederajat di Bantul menjalani uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.