Juru bicara tim pemenangan Sudirman Said-Ida Fauziyah, Sriyanto Saputro. (Whatsapp)

<p><strong>Solopos.com, SEMARANG &ndash;</strong> <a title="Tim Sudirman-Ida Sebut 3 Juta Pemilih Bermasalah" href="http://semarang.solopos.com/read/20180612/515/922091/tim-sudirman-ida-sebut-3-juta-pemilih-bermasalah">Tim pemenangan Sudirman Said-Ida Fauziyah</a> bakal melaporkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah (Jateng) ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Hal itu akan dilakukan tim pemenangan Sudirman-Ida jika KPU Jateng tidak mengindahkan imbauan untuk merapikan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada pemilihan kepala daerah (pilkada) atau tepatnya Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) 2018.</p><p>&ldquo;Jika laporan-laporan yang telah kami sampaikan secara prosedural tidak direspons, kami akan lapor ke DKPP,&rdquo; ujar juru bicara tim pemenangan Sudirman-Ida, Sriyanto Saputro, saat dihubungi <em>Semarangpos.com</em>, Rabu (13/6/2018).</p><p>Sriyanto mengatakan berbagai temuan mengenai persoalan DPT sebenarnya sudah dilaporkan ke KPU dan Bawaslu Jateng sejak 8 Juni 2018. Temuan itu bahkan juga telah dilaporkan ke Bawaslu RI pada 11 Juni 2018.</p><p>&ldquo;Maka itu kami mendesak secepatnya agar temuan ini ditindaklanjuti. Apalagi, pemungutan suara pada Pilgub Jateng tinggal beberapa hari lagi [27 Juni 2018],&rdquo; imbuh Sriyanto.</p><p>Sriyanto menyebutkan DPT pada pilkada atau <a title="Botoh Sragen Tak Minati Pilgub Jateng 2018" href="http://soloraya.solopos.com/read/20180604/491/919874/botoh-sragen-tak-minati-pilgub-jateng-2018">Pilgub Jateng 2018 </a>&nbsp;yang berpotensi bermasalah mencapai 3.040.376 orang. Dari jumlah sebanyak itu, data bermasalah mulai dari tidak cocok, data pemilih ganda, KK di luar Jateng, hingga yang paling banyak ialah munculnya pemilih dengan usia di bawah 17 tahun.</p><p>Sriyanto mengatakan data bermasalah sebanyak itu berpotensi dimanfaatkan kelompok tertentu untuk berbuat curang saat coblosan berlangsung. Terutama jika ada mobilisasi pemilih dari luar Jateng.</p><p>"Kami sempat diundang ke KPU Jateng untuk memaparkan data-data temuan di daerah. Tetapi kami memilih mengadu ke Bawaslu. Kami bisa buktikan bahwa ada jutaan DPT invalid dan DPT ganda yang marak di 19 daerah," tegas anggota Komisi A DPRD Jateng itu.</p><p>Sriyanto juga meminta Bawaslu Jateng untuk segera memanggil KPU supaya dapat menyelesaikan masalah DPT ganda pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018. Kalau ada DPT ganda, pihaknya meminta <a title="Botoh Sragen Tak Minati Pilgub Jateng 2018" href="KPU%20dan%20KPK%20Ajak%20Masyarakat%20Ikut%20Awasi%20Kekayaan%20Kandidat%20Pilkada%202018">KPU Jateng</a> segera mencoret dan membenahi.</p><p>&ldquo;Apalagi besok tanggal 15 Juni ada data pemilih sementara [DPS] untuk Pilpres dan Pileg 2019. Masa mau pakai data yang salah lagi,&rdquo; tutur Sriyanto<em>.&nbsp;</em></p><p><em><strong><a href="http://semarang.solopos.com/">KLIK</a> dan <a href="https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE</a> di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya</strong></em></p><p><em>&nbsp;</em></p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten