Ketua Tim Kampanye Daerah Jawa Tengah Pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-Ma\'ruf Amin, Bambang Wuryanto (kiri). (Antara-Wisnu Adhi)

Solopos.com, SEMARANG — Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Tengah Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengungkap penilaian kampanye kedua pasang kandidat Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 belum mencapai puncak atau belum menunjukkan pertarungan yang sesungguhnya.

"Ibarat sebuah lakon pewayangan, saat ini baru perang kembang, belum perang sesungguhnya. Baru pemanasan, tantang-tantangan," kata Ketua TKD Jateng Bambang Wuryanto di Semarang, Jawa Tengah, Senin (10/12/2018).

Ia menyebutkan elektabilitas kedua pasangan capres-cawapres cenderung stagnan karena dua kubu belum benar-benar bertarung untuk meraih suara terbanyak pada Pilpres 2019 mendatang. "Saya memperkirakan kompetisi sesungguhnya baru terjadi pada Februari, Maret, sampai April 2019. Itu baru benar-benar all out," ujarnya.

Menurut pria yang akrab disapa Bambang Pacul itu, pada masa-masa tersebut, pertarungan memperebutkan suara mencapai eskalasi yang tinggi. "Tentu dengan catatan kedua kubu sama-sama punya pasukan dan logistik," kata pria yang juga menjabat Ketua DPD PDIP Jateng itu.

Pernyataan tersebut disampaikan Bambang Pacul menanggapi hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang menyatakan selama dua bulan masa kampanye, tidak ada perubahan signifikan dari elektabilitas dua pasangan capres-cawapres. Peneliti senior LSI Denny JA, Rully Akbar mengatakan pasangan Jokowi-Ma'ruf masih unggul atas Prabowo –Sandi dengan selisih di atas 20%.

Pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf memiliki elektabilitas 53,2% dan Prabowo-Sandi 31,2% atau selisih 22%. Namun, 15,6% responden tidak menjawab.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten