Tim Gabungan Solo Perketat Pemantauan Tempat Wisata saat PPKM Nataru

Pengetatan pemantauan tempat wistaa agar ke depan tidak muncul lonjakan kasus corona maupun klaster baru persebaran Covid-19.

 Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (22/11/2021). (Solopos.com/Bayu Jatmiko Adi)

SOLOPOS.COM - Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (22/11/2021). (Solopos.com/Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, SOLO—Lokasi wisata akan menjadi salah satu pusat pemantauan penerapan protokol kesehatan (prokes) di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 momentum liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sejauh ini tim gabungan masih mengkaji teknis pemantauan tersebut.

Kapolresta Solo, Kombes Pol. Ade Safri Simanjuntak, mengatakan polisi beserta tim gabungan akan memonitor sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi kerumunan orang. Salah satunya di tempat-tempat wisata.

“Nanti akan ada petugas yang berjaga di lokasi-lokasi tertentu. Salah satunya di tenpat wisata. Namun untuk teknisnya masih kami kaji bersama,” jelas dia, Senin (29/11/2021).

Baca Juga: Disdik Solo Matangkan Rencana PTM di Ruang Terbuka

Menurutnya, hal itu dilakukan untuk menjaga agar ke depan tidak muncul lonjakan kasus corona maupun klaster baru persebaran Covid-19. Di sisi lain sejauh ini pemantauan penerapan prokes di lokasi wisata di Solo masih berjalan.

Manajer Pemasaran TSSJ, Nonot Harwanto, mengatakan penerapan prokes menjadi hal utama di loksi wisata TSTJ. Setiap pengunjung harus menerapkan prokes untuk bisa masuk ke TSTJ.

Guna pemantauan penerapan prokes tersebut, pihaknya telah memiliki Satgas Penanganan Covid-19 internal yang akan melaksanakan tugas tersebut. “Kami juga bekerja sama dengan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo dalam memantau prokes. Tadinjuga ada tim dari Kota yang melakukan pengawasan,” kata dia, Minggu (28/11/2021).

Baca Juga: Boyolali Bangun Wisata Religi, Ada Replika Ka’bah hingga Padang Arafah

Berdasarkan pantauan Solopos.com, pada Minggu siang, sejumlah petugas gabungan seperti dari Satpol PP dan polisi meninjau TSTJ.

 

Berita Terkait

Berita Terkini

Asal Mula Nama Pertapaan Bancolono Tawangmangu Petilasan Brawijaya V

Ini asal mula nama Pertapaan Bancolono, Tawangmangu, Karanganyar yang merupakan petilasan Brawijaya V.

Penyuntikan Vaksin Booster di Sragen Dimulai Besok, Ini Syaratnya

Dinkes Sragen hingga Senin (17/1/2022) sore masih mengambil stok vaksin untuk booster di Semarang. Ada tiga jenis vaksin yang disiapkan untuk penyuntikan vaksin booster besok.

15 Hari 763 Kendaraan Kena Tilang ETLE di Sukoharjo, Ini Pelanggarannya

Kamera ETLE akan ditambah di sejumlah wilayah di Sukoharjo, diharapkan melalui langkah tersebut tingkat kesadaran masyarakat dalam berkendara semakin meningkat.

Proyek Hall di Pedaringan Solo Ternyata Sudah Ditawarkan ke Investor

Gedung Solo Convention and Exhibition (SCE) berkapasitas belasan ribu orang yang akan dibangun di Pedaringan, Jebres, Solo, sudah ditawarkan kepada investor.

Diduga Karena Tungku Belum Padam, Dapur Warga Karanganyar Kebakaran

Dapur warga Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar kebakaran pada Minggu (16/1/2022). Penyebabnya diduga karena tungku belum padam.

Wedang Ronde Porsi Jumbo di Sukoharjo, Murah dan Menghangatkan

Wedang ronde porsi jumbo dengan harga murah dan segar dapat dibeli di warung milik pria asal Sukoharjo.

Polresta Solo Ungkap 8 Kasus Narkoba, 10 Orang Ditangkap

Satresnarkoba Polresta Solo mengungkap delapan kasus penyalahgunaan narkoba dan menangkap 10 orang pelaku baik pengedar, kurir, maupun pemakai.

Perlu Peran Akademisi untuk Atasi Kekeringan di Gilirejo Baru Sragen

Upaya mitigasi bencana kekeringan di Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Sragen, perlu melibatkan akademisi dari perguruan tinggi.

Duh, 86 Ha Sawah di Bulu Sukoharjo Terendam Banjir Luapan Kali Buntung

Hujan yang mengguyur wilayah Sukoharjo mengakibatkan ketinggian air Kali Buntung bertambah signifikan pada Minggu (16/1/2022) malam.

Gede Banget! Pemkot Solo akan Bangun Gedung Berkapasitas 15.000 Orang

Pemkot Solo berencana membangun gedung pertemuan atau hall yang diklaim sangat besar dan mampu menampung hingga 15.000 orang.

Vaksinasi Anak Dosis II Boyolali Dimulai, Targetkan 5.360 Sasaran

Vaksinasi anak usia 6-11 tahun dosis pertama di Boyolali hingga Senin ini sudah mencapai 94.514 sasaran atau sekitar 98,7 persen dari target 95.713 sasaran.

+ PLUS Keraton Pengging, Cikal Bakal Kerajaan Pajang yang Hilang di Boyolali

Joko Tingkir yang menjadi raja pertama Kesultanan Pajang merupakan cucu dari Andayaningrat yang pernah memimpin Keraton Pengging.

Tim Gabungan di Bulu dan Mojolaban Gencarkan Patroli Tegakkan Prokes

Sasaran patroli yakni menyampaikan imbauan kepada masyarakat yang masih beraktivitas malam agar tetap melaksanakan protokol kesehatan (prokes), terutama saat berada di luar rumah.

Berkat KIP, Mahasiswa asal Miri Sragen Ini Bisa Kuliah Sekaligus Usaha

Berkat Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, seorang warga Miri, Sragen, dari keluarga miskin bisa kuliah bahkan membuka usaha.

Segini Kerugiannya, Gara-Gara Bakul Pasar Tanjung Klaten Mogok Jualan

Sebanyak 256 pedagang Pasar Tanjung, Klaten mendadak mogok berjualan Senin (17/1/2022) sehingga menyebabkan perputaran uang mencapai Rp100 juta per hari terhenti.

Kearifan Lokal Boyolali, Kerajinan Logam Cepogo Kian Mendunia

Produk kerajinan seni kriya logam dari Desa Tumang, Kecamatan Cepogo, Boyolali, merupakan kearifan lokal yang kian mendunia.