Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021, Santap Kakap Laut, Rasanya Mantul

Setelah mengeksplorasi ekonomi digital di Salatiga dan Kabupaten semarang, Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 mulai memburu kuliner di Kota Semarang, Sabtu (4/12/2021) malam.

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Banner Ekspedisi Ekonomi Digital 2021

PromosiBerminat Adu Nasib di IKN? Segini Loh Biaya Hidup di Kalimantan Timur

Solopos.com, SEMARANG–Setelah mengeksplorasi ekonomi digital di Salatiga dan Kabupaten semarang, Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 mulai memburu kuliner di Kota Semarang, Sabtu (4/12/2021) malam. Di Kota Atlas, kuliner yang dituju jatuh pada menu ikan kakap laut berukuran jumbo di Warung Makan Spesial Seafood Pak Sangklak di Jl. Telaga Mas Raya B1 Panggung Lor, Semarang Utara.

Sebelum santap malam di Seafood Pak Sangklak, Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 telah merampungkan perjalanan di hari perdana ekspedisi, Sabtu (4/12/2021).

Begitu dilepas Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Ahyani, mewakili Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka di Balai Kota Solo, tim ekspedisi bertolak ke Bugel, Salatiga guna melihat lebih dekat usaha Naruna Ceramic milik Roy Wibisono.

Berikutnya, tim ekspedisi memotret semangat petani milenial yang tergabung dalam Kelompok Tani Citra Muda di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Para petani milenial di Getasan memanfaatkan lahan 10 hektare untuk mengembangkan sayuran organik.

Hasil dari sayuran itu dipasarkan secara online, yakni melalui medsos. Di lokasi tersebut juga terdapat Kopeng L300 Community (KLC) yang beranggotakan para petani dan sopir Mitsubishi L300.

Dari Kabupaten Semarang, tim ekspedisi langsung menginap di Hotel Triizz di Kota Semarang. Sebelum chek in, tim ekspedisi berburu kuliner di Kota Atlas.
Di tengah udara dingin di Semarang karena masih diguyur hujan, tim ekspedisi mengalihkan perhatiannya untuk mencicipi seafood alias makanan laut.

Pilihannya jatuh di warung makan seafood yang sudah lama eksis di Kota Atlas, yakni Spesial Seafood Pak Sangklak di Jl. Telaga Mas Raya B1 Panggung Lor, Semarang Utara. Begitu tim ekspedisi tiba di lokasi ini, pengunjung sudah berjubel.

Maklum, saat tersebut bersamaan dengan momentum weekend. Menu makanan di warung makan ini sebenarnya hampir sama dengan warung seafood pada umumnya. Hal itu seperti kepiting telur, kepiting jantan, cumi-cumi, dan udang.

Ikan Kakap Laut jumbo
Reporter Solopos.com, Ponco Suseno, menunjukkan ikan kakap laut jumbo di Warung Makan Pak Sangklah, Semarang

Di dalam daftar menu terdapat juga ikan kakap laut. Jenisnya ada dua, yakni kakap putih dan kakap merah. Harga ikan kakap senilai Rp13.000 per ons. Begitu disajikan, ikan kakap yang dipesan tim ekspedisi ternyata berukuran jumbo.

Satu ekor ikan kakap laut itu memiliki panjang kurang lebih 30 cm. Saking besarnya, piring yang digunakan menampung ikan kakap laut itu tidak muat.

“Ikan kakapnya besar sekali. Beda dengan ikan kakap yang hidup di air tawar. Rasanya tetap mantul dan awet kenyang,” kata salah satu Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021, Mustofa, 50, Sabtu (4/12/2021) malam.

Owner Warung Seafood Pak Sangklak Semarang, Puji Lestari, 32, mengatakan ukuran ikan kakap yang dijual di warungnya tergolong cukup besar. Hal itu sesuai dengan ikan yang dipasok dari nelayan asal Kendal.

“Kebetulan saat ini musim ombak di lautan, ikannya susah [sulit mencari ikan]. Jadi, kami mengambil ikan yang sudah ready. Akhirnya yang besar-besar kami ambil untuk dijual. Umumnya berukuran enam ons. Tapi ikan kakap yang kami jual sekarang ini rata-rata satu kilogram,” katanya.

Selain ikan kakap berukuran jumbo, lanjut Puji Lestari, menu makanan di warungnya yang sering dipesan pelangganya, yakni srimping. Di tabel menu, harga satu kilogram srimping senilai Rp90.000. “Srimping itu yang gepeng-gepeng. Wujudnya seperti kerang. Itu yang paling ramai di sini,” katanya.

Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 yang digagas Solopos Media Group memperoleh dukungan penuh dari beberapa sponsor. Masing-masing BNI, Mitsubishi Motors, Universitas Terbuka Surakarta, Candi Elektronik, Artugo, Galeri 24, Prodia, XL Axiata.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Data dan Fakta Risiko Bencana Jakarta dan Kaltim

+ PLUS Data dan Fakta Risiko Bencana Jakarta dan Kaltim

Pulau Jawa memiliki paparan risiko bencana tinggi dibanding pulau lain, namun indeks risiko bencana lebuh tinggi dimiliki Kalimantan Timur dibanding DKI Jakarta.

Berita Terkini

RSI Surakarta Resmi Luncurkan Layanan BPJS Kesehatan

Adanya layanan BPJS Kesehatan ini bisa meningkatkan pelayanan kepada seluruh pasien RSI Surakarta sesuai prosedur pelayanan yang berlaku.

2 Perempuan Diduga Pelaku Prostusi Online Ditangkap di Indekos Solo

Tim gabungan menangkap dua orang perempuan yang diduga pelaku prostitusi online saat tengah berdua-duaan dengan laki-laki di kamar indekos wilayah Serengan, Solo.

Tengah Malam di Bangunan Tua Rumah Jagal Solo, Serem Lur!

Rumah jagal atau pemotongan hewan di kompleks Kantor DKPP Solo merupakan salah satu bangunan tua dari awal 1900-an yang masih terjaga keasliannya.

Pandemi Belum Berakhir, Tim Gabungan Solo Gencarkan Lagi Razia Masker

Petugas gabungan TNI, Polri, dan Pemkot Solo kembali menggencarkan razia masker untuk mengingatkan masyarakat yang mulai abai menerapkan protokol kesehatan padahal pandemi belum berakhir.

Kasus Covid-19 Wonogiri Naik, Jekek Minta PTM 100 Persen Dievaluasi

Jekek menilai perlu ada strategi baru untuk mencegah penularan Covid-19 varian Omicron di lingkungan satuan pendidikan.

Waduh, Banyak Naskah Kuno Berharga di Mangkunegaran Solo Hampir Rusak

Kondisi naskah-naskah atau manuskrip kuno di perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran Solo hampir rusak sementara upaya penyelamatan terkendala sarpras.

BBWSBS Hitung Lagi Kebutuhan Anggaran Revitalisasi Rawa Jombor

BBWSBS sebelumnya sudah mengusulkan ke Kemen PUPR agar mengalokasikan anggaran Rp68 miliar untuk kegiatan revitalisasi Rawa Jombor pada 2023.

Giliran Soropaten, Mranggen, & Manjungan Klaten Dapat SK Desa Wisata

Tiga desa yang memperoleh SK bupati Klaten tentang desa wisata, yakni Desa Soropaten, Kecamatan Karanganom; Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, dan Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen.

Tambah Terus, 200-An Pemulung Mengais Rezeki di TPA Putri Cempo Solo

Jumlah pemulung yang mengais rezeki di antara tumpukan sampah TPA Putri Cempo Mojosongo, Solo, terus bertambah dari tahun ke tahun,

Sibangga Jadi Wadah Polres Sukoharjo Gali Permasalahan Masyarakat

Kapolres menambahkan permasalahan keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian melainkan juga ada peran masyarakat di dalamnya.

Molor, Proyek 2021 Jalan Watuondo-Pogog Wonogiri Tak Kunjung Rampung

Hingga Januari ini proyek jalan Watuondo, Kecamatan Bulukerto-Pogog, Kecamatan Puhpelem senilai Rp3,985 miliar belum rampung.

Buat yang Mau Wisata Lampion Imlek, Dapat Pesan dari Kapolresta Solo

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak memberikan sejumlah pesan kepada warga yang ingin berwisata menikmati keindahan lampion Imlek di Pasar Gede dan Balai Kota Solo.

Kasus Naik Lagi, Jekek: Covid-19 Enggak Bisa Ditangkal dengan Akik

Joko Sutopo menegaskan Covid-19 tidak dapat ditangkal hanya dengan akar bahar, akik, atau benda lain yang dianggap memiliki kekuatan tertentu.

Duh, Kasus Aktif Covid-19 di Wonogiri Naik Lagi

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wonogiri menilai kasus aktif Covid-19 di Wonogiri naik lagi lantaran penerapan protokol kesehatan kendur.

Penyelesaian Sengketa Lahan Sriwedari Solo Bisa Jadi Legacy Gibran

Penyelesaian sengketa lahan Sriwedari Solo antara Pemkot dengan ahli waris RMT Wirjodiningrat bisa menjadi legacy atua warisan Gibran sebagai Wali Kota kelak.

Bupati Wonogiri Buka Ruang Audiensi dengan Tenaga Honorer

Bupati Joko Sutopo menyampaikan sampai saat ini belum mengetahui yang dimaksud pemerintah pusat mengenai penyelesaian masalah tenaga honorer dengan batas waktu 2023.