Tim Dojo Sorogenen Solo merayakan gelar juara yang diraih dalam Kejuaraan Shorinji Kempo Jawa Tengah II Tahun 2019 di Pendhapi Gede Balai Kota Solo, Minggu (30/6/2019) sore. (Solopos.com-Chrisna Chanis Cara)

Solopos.com, SOLO — Kontingen Dojo Sorogenen A Solo berhasil mempertahankan gelar juara dalam Kejuaraan Shorinji Kempo Jawa Tengah II Tahun 2019 yang digelar di Pendhapi Gede Balai Kota Solo, Sabtu-Minggu (29-30/6/2019).

Mereka meraup tujuh medali emas, satu medali perak dan dua medali perunggu untuk menjadi yang terbaik dari 16 kontingen daerah yang berpartisipasi. Capaian itu semakin lengkap dengan terpilihnya kenshi Sorogenen, Jovan Bushido, sebagai atlet terbaik.

Kategori randori (tarung bebas) masih menjadi salah satu kekuatan utama Dojo Sorogenen. Di kategori tersebut mereka sukses menggondol tiga emas dari enam nomor yang dipertandingkan. Dojo Sorogenen juga mendapat cukup banyak medali di kelas dewasa 18-30 tahun. Meski demikian, torehan itu sejatinya menurun karena tahun lalu Sorogenen mampu mendominasi kejuaraan dengan raihan 17 emas, tujuh perak dan lima perunggu.

“Sebenarnya kami meraih 15 emas, tiga perak dan dua perunggu. Namun karena di sejumlah nomor pesertanya hanya dua, jadi yang dihitung hanya tujuh emas,” ujar penanggungjawab sekaligus pelatih Dojo Sorogenen, Alan Pradana, saat ditemui solopos.com di Balai Kota, Minggu sore.

Alan mengaku cukup puas dengan performa tim, terlepas dari penurunan medali dibanding tahun lalu. Dia menyebut anak asuhnya di sektor pemula mulai unjuk gigi dengan torehan dua medali emas. Di sisi lain, pihaknya menyebut persaingan di kejuaraan kali ini memang lebih ketat dibanding tahun sebelumnya.

Terbukti Dojo Bina Taruna asal Kabupaten Banyumas dan Dojo Bambu Runcing asal Kabupaten Temanggung sukses menempel Sorogenen A di klasemen (selengkapnya lihat tabel). “Pembibitan pemain di daerah lain cukup pesat. Mau tidak mau kami harus lebih siap jika ingin mempertahankan gelar,” kata Alan.

Sementara itu, kemajuan juga ditunjukkan tuan rumah Dojo Pemkot Solo. Mereka akhirnya meraih medali emas perdana di turnamen yang dihelat sejak 2018 itu. Total Dojo Pemkot merebut satu medali emas, tiga perak dan satu perunggu yang membuat mereka masuk lima besar klasemen. Dojo Pemkot juga sukses menyabet gelar Tim Favorit.

Adapun Tim Fighting Spirit diraih Dojo Bernardus Semarang. Pelatih Dojo Pemkot, Tri Wahyudi, mengaku cukup puas dengan perkembangan anak asuhnya. “Sebenarnya kami menargetkan dua emas. Namun hasil sekarang juga sudah lebih baik dibanding tahun lalu,” ujarnya. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten

%d blogger menyukai ini: