Tim Disperindag Sragen Cek Rest Area Tol, Ada Makanan Tak Berizin

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, SRAGEN — Tim Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen mengecek kesiapan rest area di tol wilayah Bumi Sukowati dalam menyambut kedatangan pemudik Lebaran, Selasa (28/5/2019). 

Hasilnya, tim menemukan takaran dispenser di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Rest Area Km 519A jalan tol Solo-Kertosono mendekati ambang batas toleransi. Selain itu, tim Disperindag juga menemukan sejumlah makanan tak berizin dan tanpa tanggal kedaluwarsa serta sejumlah obat-obatan bertanda lingkaran biru yang dilarang dijual umum.

Tim Disperindag yang berjumlah enam orang dibagi menjadi dua tim, yakni tim pertama memeriksa makanan dan tim kedua memeriksa BBM. Kedua tim tersebut dikoordinasi Kabid Pengembangan dan Pembinaan Perdagangan Disperindag Sragen, Boghy Yeano Wibowo.

Boghy mendampingi tim kedua memeriksa 10 dispenser di dua rest area jalan tol Trans Jawa itu. Pada pemeriksaan dispenser BBM di SPBU km 519B, Boghy menemukan takaran dispenser berada pada kategori A2 dan A3. Artinya takaran BBM pada dispenser tersebut di atas 0 atau melebihi takaran. 

Sementara pada pemeriksaan dispenser di SPBU Km 519A, Boghy justru menemukan takaran di bawah 0, yakni B1, B2, B2,5, dan yang terakhir B5.

“Batas toleransi maksimal kalau kelebihan A6 dan kalau kurang dari 0 maksimal B6. Tadi ada satu dispenser di SPBU km 519A yang takarannya mendekati ambang batas toleransi, yakni B5. Kami sempat tidak percaya dan menera kali kedua dan hasilnya tetap sama. Atas dasar itu, kami meminta pengelola SPBU supaya melakukan tera ulang terhadap dispenser yang takaran B5 tersebut,” ujar Boghy.

Pengawas SPBU Km 519, Eko Purwanto, segera menindaklanjuti rekomendasi tim Disperindag Sragen kepada pimpinannya untuk melakukan tera ulang dispenser tersebut. Dia mengatakan permintaan BBM di SPBU Km 519A paling tinggi. 

“Pada hari-hari selama Ramadan bisa habis 18.000 liter per hari. Bahkan kalau akhir pekan bisa sampai 23.000 liter per hari. Padahal hari biasa sebelum puasa rata-rata hanya 15.000 liter per hari,” ujarnya.

Eko menjelaskan permintaan BBM di SPBU Km 519B juga cukup tinggi sebelum Ramadan dan bisa tembus 30.000-38.000 liter per hari karena rest area Ngawi belum buka. Sejak dibukanya SPBU di rest area Ngawi, permintaan BBM di km 519B turun menjadi 15.000-18.000/hari. 

“Ketersediaan BBM menjelang Lebaran kami siap. Kapasitas tangki per produk mencapai 60.000 liter. Kami bisa mengajukan delivery order [DO] harian sampai 16.000 liter per hari untuk pertalite dan solar,” ujarnya.

Terpisah, Kasi Pengawasan Distribusi Perdagangan Disperindag Sragen, Kunto Widyastuti, mengatakan hasil pemeriksaan makanan yang dilakukan tim pertama menemukan sejumlah makanan tidak ada izinnya dan tidak ada tanggal kedaluwarsa. 

Selain itu, Kunto melanjutkan tim juga menemukan buah-buahan yang diperdagangkan dalam kondisi layu dan tidak layak konsumsi, kemasan makanan rusak, dan obat-obatan dengan tanda lingkaran biru.

“Tanda lingkaran biru hanya boleh diperdagangkan dengan izin. Kalau yang boleh diperdagangkan bebas hanya yang bertanda lingkaran hijau. Jadi kami meminta kepada pengelola minimarket dan pemilik warung untuk mengurus perizinan dan tidak menjajakan dagangan yang tidak layak konsumsi,” ujarnya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Seperti Meteror Jatuh, Satelit Mata-Mata Rusia Gagal Ngorbit

Satelit mata-mata Rusia gagal ngorbit dan jatuh seperti bola api di langit Amerika.

Siap-Siap! 31 Objek Wisata di Kulonprogo Akan Dibuka, Ini Daftarnya

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo bersiap membuka 31 objek wisata andalannya secara terbatas.

Giliran Kantor Pinjol Ilegal di Surabaya, 13 Orang Ditangkap

Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur menggerebek kantor pinjol ilegal di Surabaya, Kamis (21/10/2021) dan menangkap 13 orang.

Kebangetan, Puluhan Tanaman Hias di Taman Portabel Solo Raib Dicuri

DLH Solo mencatat ada puluhan tanaman hias di taman portabel yang hilang seiring pengadaan fasilitas tersebut pada tahun ini.

Rachel Vennya Naik Mobil dengan Pelat RFS, Warganet Riuh Berkomentar

Mobil berpelat RFS  yang dinaiki Rachel Vennya saat memenuhi panggilan Polda Metro Jaya rupanya menarik perhatian salah satu warganet.

Evaluasi PTM, Disdikbud Karanganyar akan Gelar Tes Swab Acak di Sekolah

Meski belum ada penularan Covid-19, Disdikbud Karanganyar akan menggelar tes swab secara acak di sekolah-sekolah.

Insan Perhotelan Suarakan Aspirasi Soal CHSE kepada Pemprov Jateng

Kali ini sertifikasi CHSE tidak lagi difasilitasi pemerintah, sehingga masing-masing hotel harus mengupayakan secara mandiri dan berbiaya.

Belum Divaksin Tapi Pengin Bikin SIM? Ini Solusinya

Pemohon SIM di Karanganyar wajib sudah divaksin Covid-19. Tapi kalau belum, ada layanan vaksinasi gratis di kantor Satlantas Polres Karanganyar.

Mau ke Pantai di Bantul? Cek Dulu Jadwal Ganjil Genap di Objek Wisata

Pemkab Bantul sudah menerapkan kebijakan ganjil genap kendaraan di sejumlah objek wisata ikonik di Kabupaten Bantul.

Unik! Bebek Ini Mampu Tirukan Ucapan Manusia Saat Memadu Kasih

Seekor bebek kesturi yang diketahui menirukan ucapan manusia dalam rekaman percobaan hewan yang dapat meniru manusia.

Keren! Semarang Bakal Punya Taman Parkur Seluas 500 Meter Persegi

Pemerintah Kota Semarang bakal membangun taman parkur sebagai tempat anak-anak muda menyalurkan hobi olahraga parkur atau parkour.

Ribuan Warga Antre Vaksin di Benteng Vastenburg Solo

Ribuan warga antre daftar ulang vaksin di halaman Benteng Vastenburg, Solo.

Sahabat Beri Bukti Rachel Vennya Lakukan Karantina Sepulang dari Dubai

Tak hanya memberikan dukungan, sahabat Rachel Vennya ini juga memberikan bukti bahwa tuduhan tidak melakukan karantina sebanyak dua kali itu tidak benar.

Sudah Vaksin Jadi Syarat Wajib Bikin SIM di Karanganyar

Warga yang belum divaksin Covid-19 tidak akan dilayani pengajuan pembuatan SIM nya oleh Satlantas Polres Karanganyar.

Honda Jazz: Kisah Kita Berakhir di Februari, Dilepas Mantan Seharga?

Harga Honda Jazz Oktober 2021 di Kota Solo dan sekitarnya.