Tilap Uang Rp657,5 Juta, Admin SPBU di Tanon Sragen Diringkus Polisi

Polisi menangkap seorang admin SPBU Tombo Ati di Tanon, Sragen, yang diduga tilap uang perusahaan senilai Rp657,5 juta.

 Muhammadi Aminullah, 36, diperiksa penyidik Polsek Tanon, Sragen, atas dugaan penggelapan uang hasil penjualan BBM di SPBU Tombo Ati, Kamis(27/5/2021). (Istimewa/Polsek Tanon)

SOLOPOS.COM - Muhammadi Aminullah, 36, diperiksa penyidik Polsek Tanon, Sragen, atas dugaan penggelapan uang hasil penjualan BBM di SPBU Tombo Ati, Kamis(27/5/2021). (Istimewa/Polsek Tanon)

Solopos.com, SRAGEN -- Admin SPBU Tombo Ati, Tanon, Sragen, Muhammad Aminullah, 36, ditangkap polisi karena diduga tilap uang senilai Rp657,5 juta.

Warga Dukuh Duwet, Desa/Kecamatan Andong, Boyolali diduga menggelapkan uang SPBU yang berada di Dukuh Mojoroto, Desa Karangasem, Tanon, Sragen, tersebut.

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari Mapolres Sragen, Jumat (28/5/2021), kasus dugaan penggelapan uang itu terungkap dari kecurigaan teman kerja Amin. Teman kerja tersebut menyadari jumlah uang yang disetor kepada pemilik perusahaan tidak sesuai jumlah bahan bakar minyak (BBM) yang laku terjual.

Baca Juga: 17 Bakul Tahu di Pasar Bunder Sragen Kompak Mogok Jualan

Curiga ada yang tilap uang hasil penjualan, pegawai SPBU di Tanon itu pun berusaha mengecek laporan hasil penjualan tiap sif saat tersangka pulang kerja atau setelah jam kerja sif 3 selesai. Ternyata, laporan yang dibuat Amin tidak sesuai hasil penjualan BBM yang dicatat operator.

“Laporan dari operator sif ketiga disebutkan hasil penjualan BBM jenis bio solar Rp17 juta. Sementara yang disetorkan terlapor hanya Rp11,9 juta. Ada selisih Rp5,1 juta,” terang Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Suwarso, kepada Solopos.com.

Hasil audit perusahaan ternyata terdapat uang senilai Rp657,5 juta yang hilang dari hasil penjualan BBM. Hal itu terjadi sejak 1 Februari hingga 1 Mei 2021. Kerugian perusahaan senilai Rp657,5 juta itu diduga dibawa kabur oleh tersangka.

Baca Juga: Zona Merah, Sragen Peringkat Ke-5 Peningkatan Kasus Covid-19 Tertinggi Di Jateng

Barang Bukti

Berangkat dari masalah itu, pemilik perusahaan melaporkan Amin ke Polsek Tanon pada Kamis (27/5/2021). Bermodal keterangan pelapor, saksi dan barang bukti, Polsek Tanon dan Unit Resmob Polres Sragen menangkap pegawai yang tilap uang SPBU di Tanon itu.

Amin ditangkap ketika berada di Dukuh Sepandan, Karangpelem, Kedawung, Sragen. Sejumlah barang bukti yang disita antara lain laporan hasil audit keuangan SPBU, satu unit mobil Daihatsu Sirion berpelat nomor B 1836 SOZ.

Baca Juga: 290 Warga Ajukan Izin Gelar Hajatan, Bupati Sragen: Tidak Ada Kelonggaran!

Kemudian kulkas, dispenser, TV 42 inci, peralatan fitnes, buku tabungan, uang tunai Rp13 juta. Juga bukti pelunasan satu unit rumah, tanah kaveling dan tanah pekarangan.

Sebagian besar bukti tersebut disinyalir sebagai hasil pencucian uang dari praktik penggelaman uang dalam jabatan tersebut. “Kami telah memeriksa pelapor serta sejumlah saksi dan menyita barang bukti,” jelas AKP Suwarso.

Berita Terkait

Berita Terkini

Innalillahi, Wartawan Senior di Sragen Berpulang

Wartawan senior di Sragen, Sutiyatmoko Wardoyo, meninggal dunia pada usia 63 tahun.

Bengkel Motor di Bayat Klaten Terbakar, 4 Sertifikat Tanah Ikut Ludes

Kios bengkel motor milik warga Desa Talang, Bayat. Klaten, terbakar hingga mengakibatkan kerugian material sekitar Rp150 juta.

Tak Ada Tilang di Operasi Patuh Candi 2021 Klaten Tapi...

Pola operasi yang awalnya 80 persen preemtif/preventif dan 20 persen penegakan hukum diubah menjadi 100 persen tindakan simpatik.

Didampingi Istri, Begini Detik-Detik Pendaki Gunung Lawu Jatuh hingga Meninggal

Seorang pendaki asal Madiun yang meninggal dunia naik Gunung Lawu dari Cemara Kandang bersama istri dan beberapa rekannya.

Tabrakan Motor dan Truk di Pilangsari Sragen, 1 Orang Meninggal Dunia

Tabrakan maut antara truk dan sepeda motor di jalan Gesi-Sragen, Pilangsari, Sragen, mengakibatkan satu orang meninggal.

Pendaki Meninggal di Gunung Lawu Karanganyar Ternyata Belum Sarapan

Pendaki Gunung Lawu yang meninggal dunia setelah sempat jatuh dan tak sadarkan diri diduga dalam kondisi fisik kurang baik.

Kasus Perusakan Makam di Polokarto Sukoharjo, Polisi Minta Masyarakat Jangan Terprovokasi

Kapolres Sukoharjo meminta masyarakat jangan terprovokasi dengan adanya dugaan perusakan nisan makam di Permakaman Muslim Polokarto.

Sempat Jatuh, Pendaki asal Madiun Meninggal di Gunung Lawu Karanganyar

Seorang pendaki Gunung Lawu asal Madiun meninggal dunia setelah sempat jatuh dan tak sadarkan diri saat melakukan pendakian.

Warga Lereng Merapi-Merbabu Jadi Sasaran Vaksinasi, Segini Kuotanya

Percepatan vaksinasi direncanakan kembali dilakukan di Kecamatan Selo pada Selasa (21/9/2021). Vaksinasi akan dilakukan di semua desa dengan jumlah sasaran sekitar 1.500 sasaran.

Geram Proyek GOR Indoor Manahan Tak Selesai, DPRD Solo: Jangan Terulang Lagi!

Pimpinan DPRD Solo geram dengan pelaksanaan proyek lanjutan GOR Indoor Manahan yang tak selesai sesuai target.

Diberi Gelar Kanjeng Pangeran, Gibran Juga Dapat Pesan ini Dari Raja Keraton Solo

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mendapat beberapa pesan dan arahan seusai menerima gelar Kanjeng Pangeran dari Raja Keraton Solo.

Catat! Syarat Masuk Pasar Klewer Solo Akan Pakai Aplikasi Peduli Lindungi

Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, menyebut perlunya penggunaan aplikasi Peduli Lindungi untuk masuk ke Pasar Klewer.

Kasus Perusakan Nisan Makam, Permakaman Muslim Polokarto Sukoharjo Punya Aturan Ketat

Permakaman Muslim Polokarto, Sukoharjo, yang sebelumnya dilaporkan terdapat kasus perusakan makam, memiliki sejumlah aturan ketat.

Kembali Dilonggarkan, Hajatan di Solo Boleh Undang 50 Orang

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kembali melonggarkan aturan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 pada pekan ini.

Panas Lur...! BMKG Ingatkan Suhu Udara Jateng Bisa Capai 37 Derajat Celsius sampai Oktober

BMKG Jateng mengingatkan akan adanya peningkatan suhu udara, bahkan bisa mencapai 37 derajat Celcius hingga Oktober mendatang.