Ilustrasi pajak. (Solopos-Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, SOLO -- Aparat Polresta Solo menahan Suprayitno alias Prayit, karyawan PT Sumber Hidup Agung (SHA) Solo, lantaran diduga menggelapkan uang pajak https://soloraya.solopos.com/read/20190418/489/986266/broker-solar-divonis-25-tahun-karena-gelapkan-rp11-miliar-di-solo" title="Broker Solar Divonis 2,5 Tahun Karena Gelapkan Rp1,1 Miliar di Solo">perusahaan senilai Rp1,6 miliar.

Penggelapan pajak itu diduga dilakukan Prayit sendirian selama kurun waktu 2016 hingga 2018. “Tersangka menggelapkan pajak perusahaan dengan membuat data-data seakan sudah membayar pajak. Padahal uang pajak tidak disetorkan sehingga perusahaan dirugikan,” tutur Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Fadli, mewakili Kapolresta Solo, AKBP Andy Rifai, Kamis (29/8/2019) siang.

Fadli menjelaskan Prayit ditahan sekitar dua pekan lalu. Di hadapan penyidik Prayit mengakui perbuatannya. Dia menggelapkan dua jenis pajak https://soloraya.solopos.com/read/20190822/489/1013789/gelapkan-uang-rp3-miliar-bos-pt-petrolium-solo-ditahan-polisi" title="Gelapkan Uang Rp3 Miliar, Bos PT Petrolium Solo Ditahan Polisi Solo">perusahaan untuk memenuhi kepentingan pribadi.

Untuk menutupi perbuatannya Prayit membuat laporan fiktif dokumen pemasukan dan pengeluaran PT SHA. Prayit membuat bukti laporan SPT PPN dan SPT PPH yang seolah dari KPP Pratama.

Penyidik telah menyita berbagai dokumen https://soloraya.solopos.com/read/20181221/489/960412/gelapkan-uang-bbm-rp11-miliar-pria-jogja-ditahan-polisi-solo" title="Gelapkan Uang BBM Rp1,1 Miliar, Pria Jogja Ditahan Polisi Solo">fiktif itu sebagai bukti tindak pidana yang dilakukan Prayit. “Tersangka kami jerat Pasal 374 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara,” ujar Fadli.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten