Tikus Pithi Noto Baris Tertulis di Ramalan Jayabaya, Ini Maknanya

Tikus pithi anoto baris merupakan salah satu ramalan Jayabaya yang belum terjadi.

 Ilustrasi ramalan Raja Jayabaya (Sumber: Okezone.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi ramalan Raja Jayabaya (Sumber: Okezone.com)

Solopos.com, SOLO — Ramalan Jayabaya merupakan salah satu mitos yang masih dipercaya sebagian masyarakat Jawa sampai saat ini. Salah satu ramalan tersebut adalah Tikus Pithi Anoto Baris.

Dihimpun dari berbagai sumber, Kamis (9/12/2021), tikus pithi adalah simbol rakyat jelata yang memiliki angan-angan dan cita-cita untuk meraih mimpi. Namun mimpi itu tidak pernah terwujud karena ulah para penguasa yang korup dan bertundak semaunya sendiri. Akibatnya rakyat kecil ini pun bersatu mencari jalan untuk menentukan hidupnya sendiri guna menggapai impian.

PromosiPabrik Mobil Listrik di Batang, Bandar Antariksa di Biak

Baca juga: Asal-Usul Ramalan Jayabaya

Tikus pithi dalam konteks ramalan Jayabaya bisa dimaknai sebagai simbol anak muda dalam Kerajaan Kediri. Budayawan Sujiwo Tejo dalam tulisannya berjudul; “Waspadai Ramalan Ke-7 Joyoboyo” menafsirkan ramalan ketujuh Joyoboyo itu sebagai barisan pemberontakan rakyat nusantara dari berbagai penjuru.

Dikutip dari Liputan6.com, jika ditelaah lebih jauh, tikus selama ini dimaknai sebagai binatang rakus yang dipakai untuk menggambarkan koruptor. Maka, jika digabungkan menjadi satu kalimat atau istilah, menurut seorang dalang, ramalan ketujuh Jayabaya itu berarti kelompok koruptor yang berbaris menanti jatah dan kesempatan.

Baca juga: Ramalan Jayabaya: Jawa Berkalung Besi

Sujiwo Tejo memaknai tikus pithi anoto baris sebagai kalimat yang menggambarkan ketamakan manusia dalam sistem yang kendur. Menurutnya tikus pithi bisa dimaknai sebagai pemberontakan rakyat dari penjuru Nusantara. Ramalan ini memang belum terjadi, namun mestinya memjadi peringatan bagi semua pihak agar tidak ada kejadian seperti itu.

Seperti diketahui, ramalan Jayabaya telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Jawa sebagai mitos. Munculnya kepercayaan terhadap ramalan itu terjadi karena masyarakat Jawa yang memiliki ilmu titen dan kebiasaan menghubungkan peristiwa dengan ucapan para pujangga alias othak-athik-gathuk.

Sumber: Liputan6.com

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

10 Prajurit TNI Membantu Local Strongman Mengelola Kerangkeng Manusia

+ PLUS 10 Prajurit TNI Membantu Local Strongman Mengelola Kerangkeng Manusia

Sepuluh orang prajurit TNI ditetapkan menjadi tersangka kasus penganiayaan dan penyiksaan penghuni kerangkeng manusia di rumah Bupai Langkat nonaktif, Provinsi Sumatra Utara, Terbit Rencana Peranginangin.

Berita Terkini

Penilap Bansos di Ngaringan Apakah Bisa Dipecat? Ini Jawaban Bupati

Kasus ASN di Kantor Kecamatan Ngaringan yang menilap bansos warga yang meninggal dunia sudah ditangani Polres Grobogan.

Tanggul di Semarang Jebol, PLN Respons Cepat Amankan Jaringan Listrik

PLN terpaksa harus mengamankan sebanyak 408 gardu distribusi yang menyalurkan listrik ke sebanyak 35.000 pelanggan.

Banjir Rob di Semarang, PLN Lakukan Pemadaman Listrik

Banjir rob yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), akibat jebolnya tanggul laut direspons PLN dengan melakukan pemadaman listrik di wilayah yang terdampak.

Banjir Rob Landa 4 Daerah di Jateng, Ganjar: Siapkan Posko Darurat!

Sejumlah daerah di kawasan pesisir utara Jawa Tengah atau Jateng dilanda banjir rob pada Senin (23/5/2022).

Kejaksaan dan Kepolisian Ikut Awasi Pelaksanaan Proyek di Grobogan

Kejaksaan Negeri Grobogan dan Polres Grobogan dilibatkan dalam proses pengawasan pelaksanaan pekerjaan konstruksi, barang dan jasa di Kabupaten Grobogan.

Banjir Rob Terjang Rumah Warga di Semarang Gegara Tanggul Jebol

Banjir rob melanda kawasan pesisir Kota Semarang, tepatnya daerah dekat Pelabuhan Tanjung Emas, akibat jebolnya tanggul penahan air.

Begini Curhatan Warga Semarang Jadi Langganan Banjir Rob

Banjir rob sudah menjadi peristiwa yang jamak bagi warga Kampung Tambakrejo, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Banjir Rob Genangi Pesisir Pati, Tanggul Laut Jebol

Sejumlah desa di pesisir Kabupaten Pati, Jawa Tengah, digenangi banjir rob.

Hangus Terbakar, Jembatan Juwana Pati Segera Dibongkar

Jembatan Juwana di Kabupaten Pati, Jawa Tengah diusulkan segera dibongkar.

46 Hektare Mangrove Terancam Tol Semarang-Demak, Relokasi Bukan Solusi

Hutan mangrove atau bakau seluas 46 hektare terancam oleh pembangunan tol Semarang-Demak. Langkah merelokasi hutan mangrove itu bukan solusi.

Banjir Rob Setinggi 2 Meter Terjang Kota Semarang

Peristiwa banjir rob dengan ketinggian lebih dari 2 meter melanda daerah pesisir di Kota Semarang, Senin (23/5/2022).

Diklaim Punah, Ini Cerita Kemunculan Harimau Jawa di Sejumlah Tempat

Harimau Jawa diklaim telah punah sejak 1980-an, meski demikian cerita tentang kemunculan binatang ini masih sering terdengar hingga sekarang.

Ratusan Jiwa di Jawa Tengah Dipasung Karena Alasan Malu dan Aib

Sepanjang 2021, jumlah warga di Jawa Tengah yang hidup terkungkung dan dipasung karena mengalami gangguan jiwa mencapai 390 orang, oleh keluarganya sendiri dengan alasan malu atau aib keluarga dan tidak dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD).

Disebut dapat Restu Jokowi di Rakernas Projo, Ini Reaksi Ganjar

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menampik pernyataan Presiden Jokowi terkait capres yang akan diusung pada Pilpres 2024 saat Rakernas Projo ditujukan kepadanya.

Harimau Muncul di Banjarnegara, BKSDA Jateng Kerahkan 2 Tim

Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA Jateng menerjunkan dua tim guna menyelidiki kebenaran informasi kemunculan harimau di Banjarnegara.