Tiki Solo Webinar Series: Mengungkap Strategi Pemasaran lewat Medsos untuk Meningkatkan Penjualan 
Tiki Webinar Series edisi pertama bertajuk Memanfaatkan Medsos untuk Memasarkan Produk, Rabu (9/9/2020).

Solopos.com, SOLO – Media sosial (medsos) menjadi wahana luas untuk memasarkan produk. Namun diperlukan strategi yang tepat agar produk kita tak hanya terkenal di medsos tapi juga laris dibeli konsumen.

Berkembangnya dunia digital mengubah berbagai aspek dari penggunaan handphone dan Internet. Melansir dari We Are Social, dari data yang diambil pada 2019 dan direkap pada 2020 160 juta penduduk Indonesia telah menggunakan media sosial.

Konsumsi belanja di e-commerce orang Indonesia juga terus meningkat. Pada 2019, sebanyak US$4,79 miliar uang penduduk Indonesia digunakan untuk belanja kebutuhan fashion dan kecantikan. Kemudian, disusul dengan komoditas barang elektronik, makanan, furniture, mainan dan hobi, perjalanan, music digital dan terakhir adalah video games.

Penggunaan e-commerce dan komoditas belanja diprediksi akan terus meningkat seiring dengan masa pandemi yang masih belum usai.

Hal itu diungkapkan Pemimpin Redaksi Solopos, Rini Yustiningsih saat memandu Tiki Webinar Series edisi pertama bertajuk Memanfaatkan Medsos untuk Memasarkan Produk, Rabu (9/9/2020).

Kegiatan itu sekaligus untuk memperingati ulang tahun ke-50 jasa pengirimin Tiki yang tahun ini mengusung tema besar 50 Tahun Melayani Negeri. Sedikitnya 100 orang peserta pemilih usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bergabung dalam webinar lewat Zoom. Namun, masyarakat umum juga bisa ikut menyaksikan melalui chanel Youtube Solopos TV.

Pada sambutan di awal acara, Direktur Pelaksana Tiki Solo Hendrikus Ari Bawono, menyampaikan saat ini kita masih diajak untuk berperang melawan pandemi Covid-19 baik dalam segi kesehatan dan ekonomi. Tapi kita tidak boleh menyerah dengan keadaan dan harus tetap semangat. Oleh karena itu, Tiki mengadakan webinar tentang bagaimana cara menjadi UMKM yang menguasai bisnis online di Indonesia sebagai solusi dalam masalah ekonomi di masa pandemi.

“Kita akan mendukung full UMKM antara lain dengan program Jempol atau jemput online bagi mereka yang kesulitan untuk keluar rumah,”ujar Ari.

Fakta Nella Kharisma Dan Dory Harsa: Beda Usia 2 Tahun, Bermusik Dari Kecil

Kekuatan dan Strategi Memasarkan Produk

Sementara itu, Muhammad Thoric, seorang influencer di Soloraya yang menjadi pemateri dalam acara ini membagi tips cara memasarkan produk di media sosial. Dalam paparannya, ia menyampaikan bahwa produk kita adalah modal penting dalam memasarkan usaha. Namun produk kita harus bagus, mumpuni, dan kokoh.

“Contohnya, kalau kita mengajak orang untuk makan di tempat kita itu mudah, tinggal posting. Tapi yang sulit adalah mengajak orang untuk kembali datang lagi. Jadi intinya, produk kita harus mumpuni dan bagus dulu. Sebelum kita share ke publik,” ujarnya.

Dia memberikan contoh di bidang usaha kuliner. Dia menyarakan para pelaku usaha melakukan soft opening terlebih dahulu sebelum grand opening, terutama untuk pebisnis resto. Soft selling ini berguna untuk memberikan review dari teman-teman atau keluarga dan masukan bagi owner dari segi rasa makanan ataupun pelayanan. Sehingga, saat grand opening pelanggan yang datang tidak kecewa dan menarik pelanggan agar datang, lagi dan lagi.

Pria pemilik akun instagram @thoric.idn tersebut juga membagikan beberapa poin penting dalam strategi memasarkan produk. Pertama adalah tentukan segmen. Hal ini sangat penting karena penentuan segmen ini juga dapat memangkas biaya produksi.

Jika segmen terlalu luas maka target pelanggan akan susah. Yang kedua adalah meningkatkan brand awareness. Sederhananya, hal ini memudahkan orang untuk menghafal dan mengingat suatu produk. Dalam hal ini, personal branding diperlukan agar dapat mengenalkan diri atau brand ke dunia luas.  Kemudian, memperhatikan keep relevant dan content is king karena hal itu  saling terkait.

“Konten kita adalah produk, sehingga produk kita harus relevan atau tepat sasaran,”ujarnya.

Strategi selanjutnya adalah parameter keberhasilan. Hal ini bisa dinilai dari banyaknya pembeli dan insight dalam Instagram. Jadi, dia menyarankan pelaku usaha untuk tidak jangan mem-private akun Instagramnya.

Kemudian, riset kompetitor juga penting. Caranya dengan mengamati apa yang menjadikan produk kompetitor lebih laku atau laris, misalnya dari interiornya ruangan, harga, dan varian produk. Kemudian, meniru dan modifikasi hasil pengamatan kita.

“Tapi, ingat jika meniru tanpa adanya modifikasi, itu salah. Selain dosa, tindakan ini juga menyalahi hak cipta atau copyright,” ujarnya.

Yang terakhir, mengiklan dengan menggaet selebgram atau brand ambassadors dan akun-akun instagram yang cukup terkenal agar orang-orang mengenal produk kita. “Fungsinya itu biar kita enggak usah mencari uang, tetapi uang yang nyari kita,”imbuhnya.

Sarat Makna, Ini Filosofi Desain Helm Pembalap Astra Honda Racing Team

Cara Memasarkan Produk lewat Instagram

Thoriq, menggunakan Instagram sebagai cara untuk memasarkan produk karena mudah dan menarik. Untuk itu, ia memberikan tips dan trik dalam memasarkan produk lewat Instagram. Ia menjabarkan tiga poin penting yang harus diperhatikan saat memasarkan produk, yaitu informatif, edukatif, dan kreatif. Tampilan Instagram juga harus bagus agar dapat menjadi nilai tambah dalam selling point.

Yang pertama adalah penggunnan username yang tidak sama dengan nama dalam bio Instagram. Sebab, nama dalam bio instagram dapat menjadi keywoard yang bisa mempresentasikan produk yang dipasarkan.

Selain itu, tampilan profil juga sangat penting, sangat perlu untuk mencantumkan alamat, jam buka, produk, dan fasilitas. Selain itu, contact person atau narahubung, keunggulan produk, dan sistem pembelian juga bisa dicantumkan.

Kemudian adalah highlight atau sorotan Instagram. Highlight berisi story atau kumpulan cerita dan dapat diisi dengan daftar menu dan harga serta testimoni pelanggan.

“Testimoni kalau diposting di feed itu bikin kotor, jadinya feednya tidak menarik lagi. Jika banyak testimoni kita pasang di highlight, itu menarik dan bonafide, banyak pembelinya, apalagi kalau ada orang-orang yang penting.” sarannya.

Followers Tidak Jenuh

Selain itu, ambience atau suasana juga bisa dicantumkan dalam highlight. Misalnya untuk pemilik restoran atau rumah makan, bisa menunjukkan suasana ketika makan siang atau saat ramai atau saat ada pejabat yang datang.

Pada bagian feed, tidak harus selalu memposting tentang produk. Bisa juga memposting tentang hal tak berhubung, misalnya soal budaya ataupun quotes, serta interksi dengan pelanggan misalnya seperti quiz dan lain-lain. Hal ini akan membuat pembeli yang mengikuti akun, juga tidak akan jenuh feed yang berisi produk yang dijual.

Begitu juga dengan caption, tiga poin dalam pemasaran di Instagram juga harus diterapkan. Caption harus dibuat semenarik mungkin, misal dengan kata-kata yang bikin orang baper ataupun yang lainnya. Kata-kata itu bisa dibuat provokatif tapi juga menarik.

“Kalimat pembuka yang menarik bisa model baper-baperan, quote-quote yang motivatif, kemudian bisa juga yang provokatif,” ujarnya.

Kemudian, hal yang perlu diperhatikan adalah kejelasan produk atau tempat, misal fasilitas, halal food, jam buka, alamat serta patokan dari alamat.

Kemudian hastag juga penting, dan bisa disamakan dengan caption yang sebelum-sebelumnya atu yang sedang viral. Hastag bisa memaksimalkan produk, dan tidak harus berhubung dengan produk, menurut pria yang juga sebagai food blogger ini.

Selain itu, menjawab komentar juga penting untuk menjaga relasi dengan para pembeli atau pelanggan.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom