Tiket Pesawat Kelewat Mahal, Menteri BUMN Minta PPN Avtur Dihapus

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, JAKARTA — Menteri BUMN Rini Soemarno mengusulkan kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani agar Pajak Pertambahan Nilai (PPN) avtur dihapus. PPN disinyalir membuat harga avtur mahal dan berdampak pada tingginya harga tiket pesawat.

Usulan penghapusan PPN avtur itu disampaikan Rini Soemarno seusai bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama sejumlah menteri bidang ekonomi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Belakangan, persoalan avtur tengah menjadi sorotan sejumlah pihak, termasuk Presiden, karena mengakibatkan tingginya harga tiket pesawat. Harga avtur berkontribusi cukup besar terhadap biaya operasional pesawat. Padahal di Indonesia penjualan avtur dikuasai oleh BUMN, yakni PT Pertamina (Persero).

Menurut Rini, berdasarkan perhitungan, harga avtur di Indonesia dan negara lain seperti Singapura tidak berbeda jauh. Perbedaannya, tuturnya, avtur di Indonesia dikenakan PPN, sedangkan Singapura tidak. Dengan demikian, Rini mengusulkan kepada Menkeu supaya PPN untuk avtur dihapus.

“Kita lihat hitungannya sekarang, yang harus kita lihat hitungannya itu base-nya apa. Kita enggak terlalu beda jauh kok sama Singapura, tapi ya perbedaannya pajak. Di kita kena PPN, di mereka enggak kena,” terangnya.

Rini melanjutkan pihaknya telah melihat struktur biaya terkait avtur dan formula perhitungan harga dasar bahan bakar minyak (BBM) avtur. Seperti diketahui, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyatakan bahwa pihaknya telah menerbitkan formula perhitungan harga dasar BBM avtur melalui Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 17 K/10/MEM/2019.

“Jadi formula dari avtur, base cost itu sama sekarang, disamakan dengan Singapura dan lain-lain. Nah, ini saya sekarang lihat di semua titik kita, base structure sudah seperti yang mengikuti formula ESDM atau bagaimana, sehingga kalau itu kita bisa turun sampai berapa persen,” tambahnya.

Sebelumnya, Menkeu Sri Mulyani mengungkapkan bakal mengkaji penyesuaian tarif PPN sebesar 10% atas pembelian avtur oleh maskapai penerbangan. “Kalau sifatnya terkait level playing field, kita siap membandingkan dengan negara lain seperti di Singapura dan Malaysia. Kalau treatment dari PPN bisa disamakan, ya kita samakan,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan monopoli yang dilakukan oleh Pertamina membuat harga avtur menjadi tidak kompetitif. Harganya disebut terpaut 30% dari harga avtur di negara lain. Situasi itu ditengarai membuat harga tiket pesawat menjadi lebih mahal.

“Itu yang harus dibenahi sehingga kalau harga sama dengan negara lain, ada yang namanya daya saing, competitiveness. Kalau ini diterus-teruskan pengaruhnya ke harga tiket pesawat, karena harga avtur itu menyangkut 40% dari cost yang ada di tiket pesawat,” kata Presiden, Senin (11/2/2019).

Berita Terkait

Espos Premium

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Berita Terkini

Ansari Kadir, Dulu Sering Gagal Bisnis Kini Punya 100 Outlet

Kini Sang Pisang telah memiliki 100 outlet termasuk di Malaysia.

Tikus Pithi Disebut Organisasi Tak Jelas saat Lawan Gibran di Pilkada Solo, Tuntas Subagyo Berang

Tuntas Subagyo tersinggung dengan pernyataan Refly Harun yang menyebut Tikus Pithi sebagai organisasi tidak jelas saat melawan Gibran di Pilkada Solo.

Hukum Onani dengan Bantuan Istri dalam Islam, Apakah Diperbolehkan?

Di bawah ini terdapat penjelasan mengenai hukum onani dengan bantuan tangan istri menurut Islam. Apakah diperbolehkan atau dilarang?

Sponsor Persis Solo Berlimpah, Ini Jumlah dan Macamnya

Keberadaan Kaesang Pangarep bak magnet yang mendorong Persis Solo memiliki finansial berlimpah.

Hasil Liga 1 2021-2022: Derbi Kalimatan, Borneo FC vs Barito Putera Bermain Imbang 1-1

Barito Putera unggul lebih dahulu lewat gol yang dicetak Muhammad Luthfi Kamal

Bukti Keberhasilan Pemberdayaan BUMDes, Semen Gresik Raih Nusantara CSR Awards 2021

Program CSR Semen Gresik telah memberikan kebermanfaatan, diantaranya mendorong penurunan angka kemiskinan di area perusahaan.

Petugas DLHK dan Polisi Klaten Cek Air Saluran Irigasi yang Berubah Merah, Hasilnya?

Petugas dari DLHK dan Polres Klaten mengambil sampel air di saluran irigasi yang sebelumnya dikabarkan berubah warna menjadi merah.

Pemkab Sukoharjo Bantu Biaya Pendidikan Anak Pasutri Tinggal di Kolong Meja Wedangan Kartasura

Pemkab Sukoharjo akan memberikan bantuan biaya pendidikan kepada anak dari pasangan suami istri Cahyo Yulianto, 50 dan Wiwin Haryati, 48.

Gubernur Anies Larang Rokok Dipajang, Produsen Menjerit

Seruan Gubernur direalisasikan dalam bentuk penindakan oleh Satpol PP DKI Jakarta.

Waduh! Antrean Warga Mengular di Sentra Vaksinasi XT Square

Pendeknya durasi di hari Jumat akibat ibadah salat membuat warga berlomba datang lebih dulu hingga antrean mengular.

Sponsor Berlimpah, Persis Solo Kewalahan Terima Tawaran Kerja Sama

Jelang peluncuran tim dan jersey pekan depan, terhitung sudah 14 perusahaan yang mendukung Persis Solo musim ini.

Pelepasan Atlet PON XX Papua Kontingen Jawa Tengah asal Kota Solo

Pemkot Solo melepas 45 atlet, 9 pelatih

Total Dana IPO Tembus Rp32,14 Triliun, Kontribusi Bukalapak Rp21,9 Triliun

Dana hasil penawaran umum yang telah terkumpul hingga 16 September 2021 sebesar Rp32,14 triliun. Total dana itu berasal dari 38 perusahaan yang baru tercatat tahun ini.

Pemerintah Targetkan Ekspor Mobil Listrik di Tahun 2022

Infrastruktur dasar KIT Batang selesai sejak Mei 2021, pembangunan fasilitas recycle, cathode, dan precursor dimulai akhir tahun ini.

Dibujuk Bupati Sukoharjo, Sekeluarga Tidur di Kolong Meja Wedangan Tetap Tolak Tempati Rusunawa

Bupati Sukoharjo Etik Suryani membujuk satu keluarga pasutri Cahyo Yulianto dan Wiwin Haryati yang terpaksa tinggal dan tidur di kolong meja wedangan di Kartasura untuk menempati rusunawa.