Tiket Masuk Bayanan Murah, Tapi Jumlah Kunjungan Minim, Ini Alasannya

Objek wisata Bayanan menawarkan pemandian air panas, kolam renang, dan taman bermain.

 Pengunjung bermain air di kolam renang kompleks objek wisata pemandian air panas Bayanan, Sambirejo, Kabupaten Sragen, Sabtu (7/5/2022) (Solopos.com/Tri Rahayu)

SOLOPOS.COM - Pengunjung bermain air di kolam renang kompleks objek wisata pemandian air panas Bayanan, Sambirejo, Kabupaten Sragen, Sabtu (7/5/2022) (Solopos.com/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN – Puncak kunjungan di objek wisata pemandian air panas Bayanan yang terletak di Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, Sragen, terjadi pada Kamis (5/5/2022), dengan jumlah kunjungan mencapai 1.092 orang.

Pengunjung Bayanan pada akhir pekan, Sabtu (7/5/2022), justru turun 45,06% atau berkisar antara 500-600 orang. Padahal tiket masuknya murah hanya Rp5.000-Rp6.000 per orang.

PromosiPemajuan Demokrasi Butuh Budaya Politik Santun

Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sragen, Prima Ady Surya, menyebut jumlah kunjungan di objek wisata Bayanan selama 1-6 Mei 2022 mencapai 3.306 orang.

Akumulasi kunjungan selama enam hari itu lebih sedikit bila dibandingkan jumlah kunjungan sehari di New Kemukus pada Rabu (4/5/2022) sebanyak 3.344 orang dan Kamis (5/5/2022) sebanyak 3.609 orang. Jumlah kunjungan tertinggi di Bayanan terjadi pada Kamis mencapai 1.092 orang.

Baca Juga: Kronologi Penemuan Mayat Bayi di Bengawan Solo Masaran Sragen

Penanggung jawab Objek Wisata Bayanan Dispora Sragen Yanuar Putranto saat berbincang dengan Solopos.com, Sabtu (7/5/2022), menyampaikan puncak kunjungan di Bayanan memang pada Kamis lalu.

Dia menerangkan kunjungan mulai banyak terjadi pada Selasa (3/5/2022) sebanyak 472 orang, kemudian Rabu (4/5/2022) sebanyak 912 orang. Dia mengatakan kunjungan pada Minggu (1/5/20220 paling rendah karema masih puasa, yakni 72 orang. Kemudian kunjungan pada hari H Lebaran hanya 104 orang.

Baca Juga: Terobos Tol Solo-Ngawi Pakai Motor, Pemuda Ditangkap di Sragen   

“Kunjungan pada Jumat [6/5/2022] turun tinggal 654 orang atau turun 40,11%. Hari ini kemungkinan turun lagi antara 500-600 orang pengunjung. Padahal tiket masuk di Bayanan itu terhitung murah hanya Rp5.000/orang di hari biasa dan Rp6.000/orang di hari libur. Dengan tiket tersebut, pengunjung bisa menikmati mandi air panas sepuasnya, mandi di kolam renang sesukanya, dan menikmati suasana taman dan area bermain anak yang luas,” ujar Yanuar.

Yanuar mengatakan saat pengunjung sampai 1.000 orang itu lokasi parkir yang hanya berkapasitas 30 mobil otomatis membeludak. Banyak warga sekitar yang membuka jasa parkir dengan memanfaatkan halaman rumah mereka. Membeludaknya pengunjung di Bayanan itu, kata dia, berefek positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat seputar Bayanan.

Baca Juga: Perpanjangan Libur Lebaran 2022 Tak Berlaku di Sragen, Ini Alasannya

“Sampai sekarang daya tariknya masih pemandaian air panas Bayanan. Biasanya Bayanan ini menjadi tempat mampir bagi pemudik yang melakukan perjalanan jauh untuk melepas lelah dengan berendam air panas. Setelah berendam air panas, mereka bisa menikmati kuliner dengan 25 pedagang di sana,” ujarnya.

Dia menyatakan praktis selama libur Lebaran tidak ada event atau atraksi apa-apa di Bayanan karena fokusnya ke Gunung Kemukus. Dengan berjalan seadanya, kata dia, pengunjung sudah lumayan. “Target pendapatan masih sesuai tahun lalu Rp147 juta tetapi di perubahan 2022 nanti dinaikan menjadi Rp200 juta,” katanya.

Jumlah Kunjungan Objek Wisata Bayanan Sragen

Hari Tanggal Jumlah kunjungan (orang)
Minggu 1 Mei 2022 72
Senin 2 Mei 2022 104
Selasa 3 Mei 2022 472
Rabu 4 Mei 2022 912
Kamis 5 Mei 2022 1.092
Jumat 6 Mei 2022 654
Sabtu 7 Mei 2022 600 (perkiraan)
Total 7 hari 3.906

Sumber: Pengelola Objek Wisata Bayanan Sragen.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

+ PLUS Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

Aksi pertarungan antara manusia dengan hewan sebagai tontonan publik layaknya gladiator pernah berlangsung di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur pada abad ke-17 hingga awal abad ke-20, berjuluk Rampokan Macan yang diduga menjadi salah satu penyebab menyusutnya populasi hingga punahnya harimau Jawa.

Berita Terkini

2 Menteri Jokowi Ini Diam-Diam Telah Blusukan ke Klaten, Ada Apa Ya?

Sebanyak dua menteri di era Presiden Joko Widodo alias Jokowi diam-diam blusukan ke Klaten dalam waktu kurang dari satu pekan terakhir.

Sejarah Pabrik Teh Kemuning, Awalnya Didirikan 2 Warga Belanda

Pabrik teh pertama di Desa Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar didirikan oleh dua bersaudara asal Belanda, Van Mander Voot. Dalam perjalanannya, pabrik dan perkebunan tehnya bergonta-ganti kepemilikan.

BPCB Jateng: Penjebolan Tembok Keraton Kartasura Masuk Tindak Pidana

Acara gelar perkara tersebut dihadiri oleh PPNS BPCB Jawa Tengah, Kepala BPCB Jawa Tengah dan Korwas Polda Jawa Tengah yang usai sekitar pukul 13.20 WIB.

Beda Cara Pengolahan, Beda Jenis Teh yang Dihasilkan

Ditentukan cara pengolahannya, teh secara umum dibagi menjadi empat jenis yakni teh hitam, teh hijau, teh oolong dan teh putih.

Petani Klaten Pernah Coba-Coba Tanam Kacang Hijau, Hasilnya Mengagetkan

Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada kedelai pada 2026. Di sisi lain, Sejumlah petani masih menyimpan keresahan di tengah pemerintah menggenjot produktivitas kedelai.

Mbok Karti, Pelopor Penjual Teh Tradisional di Kemuning Ngasgoyoso

UMKM teh rumaha di Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, baru berkembang signifikan dalam 10 tahun terakhir. Usaha ini dipelopori seorang wanita yang dikenal dengan nama Mbok Karti.

Sempat Tutup 2 Tahun Saat Pandemi, Begini Kondisi Umbul Susuhan Klaten

Pengunjung di tempat pemandian Umbul Susuhan di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menurun drastis selama pandemi Covid-19.

Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

Aksi pertarungan antara manusia dengan hewan sebagai tontonan publik layaknya gladiator pernah berlangsung di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur pada abad ke-17 hingga awal abad ke-20, berjuluk Rampokan Macan yang diduga menjadi salah satu penyebab menyusutnya populasi hingga punahnya harimau Jawa.

Pernikahan Adik Jokowi-Ketua MK, Ganjar Dapat Undangan? Ini Kata Rudy

Ketua DPC PDIP Solo, F. X. Hadi Rudyatmo, menyampaikan pendapat apakah Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, akan diundang saat pernikahan adik Presiden Jokowi-Ketua MK pada Kamis (26/5/2022).

Sampah Meluber di Tengah Jalan Usai CFD di Solo, Begini Respons DLH

DLH Kota Solo merespons keberadaan bak sampah plastik yang isinya meluber di tengah Jl. Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah seusai pelaksanaan Solo Car Free Day (CFD) pada Minggu (22/5/2022).

Jukir Ngepruk Tarif Parkir di CFD Solo, Dishub: Tak Boleh Sembarangan

Dishub Kota Solo akan menindak tegas oknum juru parkir nakal yang terindikasi ngepruk tarif mahal di CFD.

Investor Swasta Lirik Potensi Wisata Wonogiri, Ini Respons Bupati Jekek

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, merespons kehadiran investor swasta di bidang wisata untuk ikut membangun destinasi wisata di wilayah tenggara Provinsi Jawa Tengah itu.

Video Viral Wali Kota Gibran Punguti Sampah di CFD Solo

Aksi Wali Kota Gibran Rakabuming Raka memunguti sampah di kawasan CFD Solo viral di media sosial.

Mantan Bupati Wonogiri Oemarsono Dimakamkan di Tanah Kelahiran Sragen

Jenazah mantan Bupati Wonogiri, Oemarsono, dimakamkan di tanah kelahiran Dukuh Cungul RT 035, Desa Gebang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah pada Senin (23/5/2022).

Ada Keluhan Mata, Rumah Sakit Mata Solo Siap Layani Kapan Pun

Rumah Sakit Mata, yang berada di Jl. Adi Sucipto No. 169 Solo tersebut terus berupaya memberikan layanan prima untuk masyarakat