Grup band Naif pentas dalam Artefac 2018 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, di lapangan parkir Stadion Manahan Solo, Sabtu (24/3) malam. (M Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)

Naif tutup Artefac 2018.

Solopos.com, SOLO—Hampir tak ada yang berhenti bergoyang saat Naif melempar lagu Piknik 72 sebagai pembuka konser Art and Sport Appreciation by Economic and Business Faculty of UNS (Artefac) di halaman parkir Stadion Manahan, Sabtu (24/3/2018) malam. Seperti biasa, sang vokalis, David Bayu Danangjaya, menebar energi positif dengan penampilan atraktif.

Usia yang tak lagi muda tak membuat David mati gaya. Tampilannya nyentrik dengan kaca mata hitam dan jaket denim. Goyangan, dan spontanitas candaannya menambah cair suasana.

“Kalau masih mau lagi bilang Om Jarwo ya [gitaris Naif], ‘Om Jarwo, lanjut dong, gitu’,” pintanya kepada penonton. (baca juga: Artefac UNS 2018 Diwarnai Kompetisi Band Berkonsep Indie)

Bagi David kehadirannya dalam serangkaian perayaan Dies Natalies UNS ke-42 yang diadakan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS tersebut layaknya ruang nostalgia.

Band yang kini digawangi  Jarwo (gitaris), Emil (basis), dan  Pepeng (drummer) ini sudah lama tak manggung di Solo. Seingatnya hampir tiga tahun setelah melepas album ketujuh mereka bertajuk Tujuh Bidadari.

“Sudah lama banget enggak ke Solo, setelah album ketujuh kayaknya. Aku ya wong Solo lho padahal. Laire neng Kandang Sapi [merujuk Rumah Sakit dr. Oen, Kandang Sapi]. Nek Om Jarwo neng kandang macan,” selorohnya.

Untuk itu, seolah tak mau menyia-nyiakan kesempatan, David, langsung melempar  hits andalan lain seperti  Buta Hati, Posesif, dan Karena Kamu Cuma Satu. Ia mengajak penonton yang mayoritas remaja memasuki lorong nostalgia di era kejayaannya tahun 2000-an. Di pertengahan pentas dia juga menyuguhkan lagu terbaru Tujuh Bidadari.

Apresiasi yang luar biasa membuat David enggan terburu-buru turun panggung. Tiga lagu tambahan ia persembahkan kepada para penggemarnya. Aku Rela, Air dan Api, dan Mobil Balap dipilih sebagai repertoar pamungkas. Selesai menuntaskan kerinduan Kota Bengawan ia tersenyum lebar. David lalu menyopot kaus dan turun ke area penonton untuk bersalaman.

Matur nuwun. Solo memang selalu luar biasa,” puji dia.

Salah satu penggemarnya, Larasati, yang sedari tadi sing along bersama Naif merasakan energi positif yang ditularkan David. Semangat sang vokalis membuat lagu-lagunya lebih bernyawa. Apalagi tema yang diangkat tak melulu soal cinta.

“Udah selesai ta? Wah rasanya kayak baru nyanyi satu lagu trus tiba-tiba turun,” kelakarnya.

Sebelumnya malam penutupan Artefac UNS tersebut juga dimeriahkan deretan musikus lainseperti Diskopantera, Fiersa Besari, dan Inarifox.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten