Tiga LP di Jateng Disiapkan untuk Napi dari Jakarta
Ilustrasi warga binaan di lembaga pemasyarakatan. (JIBI/Solopos/Antara)

Lembaga Pemasyarakatan (LP) di Jateng tengah disiapkan untuk menampung narapidana pindahan dari Jakarta.

Solopos.com, SEMARANG - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Wilayah Jawa Tengah (Jateng) sedang menyiapkan tiga lembaga pemasyarakat (LP) untuk menerima warga binaan dari wilayah DKI Jakarta.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Jateng Djoni Priyatno menyebutkan ada sekitar 1.000 warga binaan yang telah berstatus sebagai narapidana (napi) dari Jakarta yang akan dipindah ke LP di Jateng.

"Sudah ada komunikasi tentang limpahan dari Jakarta itu," ujar Djoni seperti dikutip laman berita Antara, Rabu (5/4/2017).

Djoni menyebutkan para napi yang akan dipindah ke Jateng itu tergolong berisiko tinggi. Oleh karenanya, para napi itu pun akan ditempatkan di LP yang memiliki penjagaan cukup ketat, yakni LP Kelas I Batu Nusakambangan, Cilacap, LP Kelas I Purwokerto, dan LP Pekalongan.

Djoni memperkirakan ketiga LP itu masing-masing LP itu masih mampu menampung tambahan 200-500 napi. Ia mencontohkan LP Kelas I Purwokerto yang masih baru dengan kapasitas saat ini mencapai 1.000 orang. "Diperkirakan LP itu [LP Kelas I Purwokerto] masih bisa menampung sekitar 500 napi pindahan dari Jakarta."

Disinggung tentang jadwal pemindahan para napi berisiko tinggi itu, Djoni enggan mengungkapkan. Ia hanya menyebutkan jika penambahan warga binaan itu menjadi tantangan bagi Kemenkumham Jateng mengingat keterbatasan sumber daya manusia.

Penambahan jumlah warga binaan, kata dia, tidak sebanding dengan penambahan petugas LP. "Saat ini saja perbandingannya 1 petugas harus mengawasi lebih dari 50 warga binaan," beber Djoni.

Oleh karena itu, lanjut dia, untuk membantu kerja pengawasan para petugas harus ditunjang dengan teknologi informasi, misal dengan memperbanyak CCTV.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho