Tutup Iklan
Tidak Tertib, Objek Wisata di Karanganyar Bisa Ditutup Lagi
Pengunjung mencuci tangan sebelum masuk ke kompleks Taman Wisata Alam (TWA) Grojogan Sewu, Selasa (7/7/2020). (Istimewa-Dokumentasi TWA Grojogan Sewu)

Solopos.com, KARANGANYAR-Pemkab Karanganyar mengancam akan menutup lagi objek wisata di Karanganyar jika masyarakat dan pengelola tidak taat protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pemerintah Kaabupaten (Pemkab) Karanganyar, Titis Sri Jawoto, mengatakan kuncinya ada di masyarakat. Menurut dia, butuh peran media massa untuk menyadarkan masyarakat agar tertib dalam menerapkan protokol kesehatan.

Dia menyampaikan kembali alasan Pemkab Karanganyar membuka objek wisata di masa kenormalan baru Covid-19.

Waduh! Pengunjung Grojogan Sewu Melebihi Batas

"Protokol itu kalau di luar [objek wisata] ndak bisa apa-apa. Makanya objek wisata kami buka. Bayangkan kalau objek wisata enggak buka, tempatnya di mana? Objek wisata sudah dibuka saja di luar masih membeludak. Yang harus diluruskan adalah sikap masyarakat memaknai new normal," ujar Titis saat dihubungi Solopos.com, Selasa (7/7/2020).

Disinggung soal pengunjung Grojogan Sewu yang melampaui batas saat awal dibuka lagi, dia mengatakan itu terjadi karena bertepatan pada akhir pekan.

"Grojogan Sewu itu tidak bisa dikatakan melanggar batas pengunjung. Kan pengunjung mereka setiap akhir pekan memang banyak, bisa sampai 5.000 orang sehari," ujar dia.

Zona I Candi Borobudur Mulai Dibuka untuk Wisatawan

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com dari pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Grojogan Sewu, PT Duta Indonesia Djaya, pengunjung pada Sabtu (4/7/2020) tercatat 768 orang. Pada Minggu (5/7/2020) jumlah lebih banyak, yakni 1.849 orang. Sedangkan pada Senin (6/7/2020) menurun menjadi 336 orang.

Total kunjungan wisatawan ke Grojogan Sewu selama tiga hari dibuka 2.953 orang. Padahal Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah (Jateng) membatasi 30% pengunjung per hari atau 300 orang hingga 350 orang pengunjung per hari pada masa awal pembukaan.

 

Protokol Kesehatan

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, juga mengingatkan agar masyarakat tidak bersikap seenaknya selama masa kenormalan baru. Dia kembali mengingatkan protokol kesehatan yang wajib dilaksanakan setiap orang apabila keluar rumah.

Botol Hand Sanitizer Bergambar Bupati Klaten Melanggar Pilkada

"Setidak-tidaknya pakai masker, jarak terjaga dengan baik, dan itu harus terus diingatkan berulang-ulang. Termasuk di semua objek [wisata]. Kapasitas kan juga dibatasi tidak semua mesti harus masuk."

Orang nomor satu di Pemkab Karanganyar itu juga mengomentari tentang kemacetan di kawasan wisata Tawangmangu pada akhir pekan lalu. Menurut dia, kuncinya adalah membuat jalur alternatif.

"Sabtu, Minggu jalan dan objek wisata ramai. Saya kira persoalan kemacetan itu relatif singkat. Yang macet biasanya arah ke timur karena menanjak. Kalau ke barat relatif lancar. Yang ke timur bisa dipecah lewat jalur lama arah River Hills, Grojogan Sewu. Ya memang ramai ya alhamdulillah. Ekonomi mulai bergerak," ujarnya kepada wartawan, Selasa.

Sembelih Hewan Kurban di Jateng? Ini Syaratnya…


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho