Kategori: Karanganyar

Tidak Jadi Sewa 2 Hotel, Pemkab Karanganyar Akhirnya Pilih Asrama BLK Untuk Isolasi OTG


Solopos.com/Sri Sumi Handayani

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pemkab Karanganyar akhirnya mengusulkan asrama Balai Latihan Kerja atau BLK sebagai tempat isolasi khusus pasien positif Covid-19 dengan status orang tanpa gejala atau OTG.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menyampaikan hal itu saat berbincang dengan wartawan di kompleks Kantor DPRD Karanganyar, Selasa (8/12/2020). Usulan ini berbeda dengan rencana Bupati sebelumnya yang akan menyewa sejumlah kamar dua hotel wilayah Karanganyar.

Dua hotel itu yakni Jawa Dwipa Heritage Resort and Convention, Kecamatan Karangpandan, dan Ramada Suites Hotel, Kecamatan Colomadu. "Enggak jadi di hotel. Mereka menyampaikan kamar laku terjual selama Desember dan Januari. Maka kami usulkan BLK Karanganyar menjadi alternatif," kata Bupati.

Rekor Terbanyak! Positif Covid-19 Kota Solo Tambah 111 Kasus Sehari, 5 Orang Meninggal

Orang nomor satu Pemkab Karanganyar itu mengatakan asrama BLK yang akan jadi tempat isolasi pasien Covid-19 OTG memiliki kapasitas 120 tempat tidur. Pemkab pernah menggunakan asrama BLK sebagai tempat isolasi bagi tenaga kesehatan saat awal pandemi.

Tetapi, Yuli, sapaan akrabnya, menyebut BLK akan menjadi alternatif setelah Asrama Haji Donohudan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali.

Pekan Depan Siap

"Warga Colomadu dan Gondangrejo itu bisa ke Donohudan, kan lebih dekat. Nah, untuk antisipasi ledakan kasus, kami siapkan BLK. Secepatnya, pekan depan siap. Ya yang paling mudah dan cepat ya [BLK] karena dulu pernah untuk [isolasi] nakes," jelasnya.

Karantina Pemudik Pindah Ke Solo Technopark, Benteng Vastenburg Untuk Pelanggar Prokes

Meski demikian, Yuli menegaskan tidak semua pasien positif Covid-19 bisa menjalani karantina mandiri di Asrama Haji Donohudan maupun BLK Karanganyar. Bupati Karanganyar itu menegaskan hanya pasien positif Covid-19 berkategori OTG yang boleh isolasi pada dua tempat itu.

"Hanya yang positif OTG dan tidak memungkinkan melakukan isolasi mandiri di rumah. Bisa jadi karena rumah padat, tempat tidak memungkinkan, ada orang dengan komorbid di rumah, ada ibu hamil, bayi, dan orang lansia," jelasnya.

Selama menjalani isolasi di BLK tersebut, kebutuhan hidup akan dicukupi oleh pemerintah. Selain itu juga ada petugas stand by membina kesehatan.

TPS Unik Pilkada Solo 2020, Mulai dari Sadar Prokes hingga Piala Dunia U-20

Plt Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar, Purwati, menyebut BLK cocok menjadi alternatif tempat isolasi OTG. Salah satu pertimbangannya kapasitas dan sarana prasarana yang memadai.

Menurutnya, Pemkab tidak akan mengeluarkan banyak biaya untuk melengkapi sarana prasarana BLK Karanganyar.

Lebih Efisien

"Kalau di sana [BLK Karanganyar] sudah memadai. Paling menambah sedikit. Itu lebih efisien daripada tempat lain. Saat ini kami sedang membuat SOP, kriteria, dan mekanisme. Misalnya, seperti apa nanti di sana, berapa tenaga kesehatan yang dibutuhkan, jadwal harian, penanggung jawab, dan lain-lain," tutur Purwati.

Punya Banyak Senpi, Tersangka Penembakan Mobil Bos Duniatex Dipastikan Bukan Anggota Perbakin Solo

Tentang anggaran, Purwati mengaku akan mengusulkan ke pemerintah pusat melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. "Kami buat anggaran. Kami usulkan. Tetapi kalau tidak keluar [dari pemerintah pusat] ya berarti ditanggung pemerintah kabupaten. Ini akan segera diusulkan supaya tidak terlalu lama."

Sebelumnya, salah satu pimpinan DPRD Karanganyar juga mendesak agar Pemkab membuka asrama BLK untuk isolasi pasien Covid-19 OTG.

"Saya mendesak dalam waktu dekat pemerintah buka rumah isolasi BLK Karanganyar. Kalau pemerintah tidak lekas pasang kuda-kuda nanti pelayanan kesehatan RSUD Karanganyar terganggu [kewalahan karena membeludak]," kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar, Tony Hatmoko, kepada Solopos.com, Minggu (6/12/2020).

Share
Dipublikasikan oleh
Suharsih