Ilustrasi Menenun Kain Lurik (Dok/JIBI/Solopos)

Solopos.com, KLATEN -- Para pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Klaten diwajibkan memakai selendang lurik setiap hari Rabu mulai 6 November 2019.

Pemkab Klaten sudah mengeluarkan surat edaran (SE) kepada para aparatur sipil negara (ASN) atau PNS mengenai kebijakan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, SE tentang Pemakaian Atribut Pakaian Dinas itu tertanggal 31 Oktober 2019 dan ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jaka Sawaldi.

Dalam SE yang diterbitkan untuk menindaklanjuti perintah Bupati Klaten itu, seragam putih dengan bawahan gelap yang dipakai saban Rabu wajib dilengkapi selendang lurik khas Klaten.

Jadi Trending Topic Gara-Gara Lemot, Telkomsel Beri Penjelasan

ASN yang berjilbab wajib mengenakan jilbab polos dengan warna merah. Pemakaian atribut pakaian dinas itu mulai dilaksanakan pada Rabu (6/11/2019).

Kabag Humas Setda Klaten, Wahyudi Martono, membenarkan ada SE tersebut yang ditujukan kepada kepala perangkat daerah di Klaten. Aturan wajib mengenakan selendang lurik saban Rabu itu berlaku untuk ASN putra dan putri.

Seperti diketahui, kain lurik merupakan kerajinan khas Klaten. Pusat kerajinan lurik yang dibikin menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) berada di wilayah Pedan dan Cawas.

Wahyudi sepakat dengan aturan tersebut. Dia juga memastikan sudah menginstruksikan stafnya untuk mematuhi aturan mengenakan selendang lurik.

Heboh! Isi Diary Santriwati Ungkap Hubungan Intim dengan Kepala Madrasah

“Kami mendukung demi memajukan UMKM yang memproduksi kerajinan khas Klaten. Karena diperintahkan harus dimulai Rabu [6/11/2019], jenis kain yang dikenakan untuk sementara tidak seragam. Mengenakan kain lurik seadanya dulu,” kata Wahyudi yang juga menjabat sebagai Plt. Camat Manisrenggo itu saat dihubungi Solopos.com, Selasa (5/11/2019).

Wahyudi menjelaskan pengadaan kain lurik untuk melengkapi seragam dinas dilakukan menggunakan dana pribadi. Wahyudi sendiri mengaku sudah siap mengenakan kain lurik melengkapi seragam dinasnya pada Rabu.

“Saya beli seharga Rp40.000 dengan lebar sekitar 15 sentimeter dan panjang 2,5 meter,” kata Wahyudi.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten