THE PARK MALL Coba Jaring Warga Luar Kota
Pengunjung berfoto di The Park Mall Solo Baru, Sukoharjo, Jumat (20/6/2014). (Ardiansyah Indra Kumala/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SOLO — The Park Mall Solo Baru menggenjot lalu lintas pengunjung melalui promosi acara tematik setiap bulan dan melengkapi tenant. Pusat perbelanjaan di Solo Baru itu menggandeng jasa biro perjalanan untuk promosi ke luar Soloraya. Manajemen pusat perbelanjaan itu juga menyediakan halte pemberhentian di lokasi The Park Mall Solo Baru.

Salah satu pertimbangan adalah penumpang yang mengakses biro perjalanan itu dari berbagai wilayah di luar Soloraya. Mereka optimistis cara itu dapat meningkatkan pengunjung The Park Mall dari luar Soloraya, seperti Jogja, Semarang, Purwokerto, dan lain-lain.

“Kami kampanye The Park Mall Solo Baru kepada orang-orang di luar Soloraya. Ini tantangan berat. Kami juga harus membuka akses transportasi di sekitar The Park. Salah satu cara adalah menjadi tempat naik dan turun penumpang Joglosemar sejak Minggu (7/9). Itu untuk membuka pasar di luar Soloraya,” kata Marketing Communication Manager The Park Mall Solo Baru, Achmad Syukri Prihanto, saat berkunjung ke Griya Solopos, Rabu (10/9/2014).

Selain itu dia juga sedang memikirkan lokasi parkir yang terlampau jauh. The Park juga berencana menghadirkan becak wisata. Di sisi lain Anton mengungkapkan The Park Mall berusaha menyajikan konsep acara berbeda setiap bulan.

Salah satu pertimbangannya adalah agar pengunjung tidak bosan. “Pertumbuhan pasar di Sukoharjo itu bagus. Kami memiliki Lotte Mart dan kafe yang buka 24 jam. Selain itu makanan dan minuman yang ditawarkan pun berbeda dari pusat perbelanjaan lain. Tetapi kami tetap menyesuaikan segmen,” imbuh Anton.

Sementara Public Relation Staff The Park Mall, Tiwik Widowati, menjelaskan sebuah perusahaan kopi dan jaringan kedai kopi global asal Amerika Serikat, Starbucks, akan membuka tenant pada September. Tiwik memaparkan sebanyak 20% dari total 140 tenant di The Park Mall Solo Baru masih terbuka. The Park Mall Solo Baru berencana menambah tenant buku, olahraga dan kebugaran, kaset, dan lain-lain.

“Rata-rata tenant [yang belum laku] berada di lokasi strategis. Kami akan melengkapi tenant. Sudah ada beberapa calon yang negosiasi. Rata-rata tenant fashion memang berasal dari Jakarta. Sedangkan soal tenant makanan dan minuman memang belum pernah ada di Solo,” ujar Tiwik.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom