The New Normal Wonogiri: Guru Mulai Adaptasi Pembelajaran Jarak Jauh
Ilustrasi guru (Antara)

Solopos.com, WONOGIRI - Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wonogiri, Joko Susilo, mengatakan siap tak siap guru dan siswa harus siap mengimplementasikan pembelajaran jarak jauh. Ini adalah tuntutan yang tak bisa dihindari di tengah pandemi Covid-19.

Dia menilai wajar jika pada transisi dari cara lama ke cara baru menemui kendala. Terlebih, tak semua wilayah di Wonogiri terjangkau Internet. Ada wilayah-wilayah tertentu yang hingga kini blankspot.

Selain itu tak semua siswa memiliki gawai atau perangkat lain sebagai sarana pembelajaran jarak jauh. Masalah ini perlu segera mendapat solusi agar pembelajaran jarak jauh dapat dijalankan semua guru dan siswa.

Pasien Positif Covid-19 Solo Yang Sembuh Bertambah, Dirawat Tinggal 4 Orang

Namun, bukan berarti kondisi itu membuat dunia pendidikan di Wonogiri menyerah begitu saja pada keadaan. Dia menyatakan guru yang tergabung dalam IGI sudah tak kaget menjalani rutinitas pembelajaran jarak jauh. Hal itu karena anggota IGI dilatih mengembangkan cara tersebut dengan memanfaatkan teknologi sejak 2016 lalu.

Aplikasi yang biasa digunakan dalam pelatihan, meliputi Webex, Microsoft Teams, Google Classroom, Google Drive, dan Telegram. Bahkan, guru juga terus dilatih pengembangan kompetensi melalui program-program tertentu, seperti Sagusaku (Satu Guru Satu Buku). Program itu kini sudah resmi bekerja sengan dengan platform Lark.

“IGI Wonogiri memfasilitasi guru-guru agar bisa menjalankan pembelajaran jarak jauh di masa pandemi Covid-19 ini. Fasilitasi itu seperti memberi akun Microsoft 365 secara gratis. Dengan akun itu guru bisa mendapatkan berbagai fasilitas dari Microsoft, seperti penyimpanan berbasis awan sampai dengan 5 terabyte [TB], presentasi online menggunakan Sway, pembelajaran jarak jauh dengan Teams, pembuatan evaluasi dengan Forms, dan sebagainya,” kata guru SDN 1 Pelem, Jatisrono, Wonogiri itu.

Pemkab Klaten Kembali Raih Opini WTP dari BPK

Dia mencontohkan sejumlah guru yang sudah lama menerapkan pembelajaran jarah jauh. Guru itu seperti Wahyu Widiati. Guru SDN 1 Sidoharjo tersebut mengimplementasikan pembelajaran tatap muka jarah jauh dengan siswa menggunakan aplikasi Webex.

Dengan cara itu Wahyu dan siswanya dapat berinteraksi. Guru SDN 1 Ngadirojo, Ike Kuswardani dan guru SMPN 2 Eromoko, David Enggar Kusuma, melakukan hal yang sama menggunakan Microsoft Teams.

“Hanya, tidak semua siswa memiliki perangkat. Bagi yang belum punya perangkat tetap dapat mengikuti pembelajaran secara manual melalui grup WA [Whatsapp aplikasi perpesanan] orang tua,” imbuh Joko.

Menurut dia penggunakan WA merupakan cara paling sederhana dalam pembelajaran jarak jauh. Hal itu karena pengoperasiannya mudah dan paling banyak digunakan guru dan orang tua siswa. Namun, apabila cara itu tetap tidak bisa dilakukan karena terkendala perangkat maupun koneksi Internet, guru harus turun langsung ke rumah siswa.

Pemain Liga 2 Indonesia Ditangkap Polisi Karena Narkoba

Pembelajaran jarak jauh membuat guru memiliki lebih banyak waktu luang. Guru harus memanfaatkannya untuk meningkatkan kompetensi. IGI menjawab kondisi itu dengan memberi pelatihan secara online dan diskusi.

“Hampir setiap hari IGI secara nasional melaksanakan kegiatan untuk meningkatkan kompetensi secara daring. Jadi, bisa dikatakan guru-guru yang sering mengikuti kegiatan IGI lebih siap menerapkan pembelajaran jarak jauh,” ulas Joko.

Dia menambahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri membentuk tim pengembang konten pendidikan dan pembelajaran, tahun ini. Langkah itu sebagai upaya percepatan dan pemerataan kompetensi guru dan tenaga kependidkkan. Joko menyatakan IGI paling siap untuk mengawal dan mendukung program tersebut.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho