Tetap Waspada! 12 Klaster Covid-19 di Boyolali Masih Aktif
Ilustrasi petugas medis virus corona. (Reuters)

Solopos.com, BOYOLALI -- Hingga Rabu (14/10/2020), terdapat 12 klaster penularan Covid-19 di Boyolali yang masih aktif. Sebagian besar merupakan klaster keluarga.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina, menyebutkan 12 klaster yang belum selesai tersebut terdiri dari tiga klaster kategori tempat kerja, satu klaster kategori besuk orang sakit atau tilik dan delapan sisanya adalah klaster kategori keluarga.

Jika melihat dari jumlah kasusnya, klaster Klinik Mila Husada Boyolali yang masuk kategori klaster Covid-19 tempat kerja, menduduki tingkat pertama dengan jumlah kasus terbanyak. Klaster tersebut memiliki 17 kasus.

Target PTSL 2020 Boyolali Sebanyak 10.000 Bidang Tanah Tercapai

Jumlah tersebut terus meningkat sejak 29 September 2020 lalu. Pada tanggal tersebut tercatat hanya ada empat kasus. Namun pada 5 Oktober 2020 tercatat ada 11 kasus.

Urutan kedua untuk klaster dengan kasus terbanyak adalah klaster besuk atau tilik. Klaster itu juga tercatat sebagai klaster JHP dari Desa Pulutan, Kecamatan Nogosari. Sebab kasus itu bermula dari adanya warga dengan inisial JHP yang sakit di rumahnya, kemudian dijenguk oleh tetangganya.

Tak lama kemudian, JHP diketahui positif Covid-19. Selanjutnya dilakukan identifikasi terhadap 26 kontak erat, termasuk warga yang menjenguk JHP saat sakit di rumahnya. Setelah dilakukan swab, total dari klaster itu ada 8 orang yang positif Covid-19.

Klaster Keluarga

Klaster lainnya yang masih aktif sampai saat ini adalah klaster SYN dari Pandeyan (6 kasus), klaster SMR dari Selodoko (5 kasus), klaster ABP dari Dibal (6 kasus), klaster MNA dari Kebonan (3 kasus), klaster nakes dr. Oen (1 kasus), klaster JPT Gombang (3 kasus), klaster SSH dari Ngenden (2 kasus), klaster TRN dari Bantengan (2 kasus), klaster ARS dari Pelem (3 kasus) dan klaster SAD Juwangi (2 kasus).

Dia menyebutkan klaster keluarga muncul biasanya karena ada salah satu anggota keluarga yang sakit di rumah sakit. Ternyata anggota keluarga itu diketahui positif Covid-19, sehingga kemudian dideteksi dan dilakukan pemeriksaan kontak erat.

Ini Strategi Pemkab Wonogiri Hindarkan Kerumunan dalam Penyaluran Bansos

Sementara itu secara umum Ratri menyebutkan untuk data terbaru per 14 Oktober, jumlah total kasus konfirmasi Covid-19 ada 959 kasus. Untuk kasus yang masih dirawat ada 119 kasus. Kemudian yang melaksanakan isolasi mandiri ada 63 kasus. Untuk yang selesai isolasi ada 740 kasus dan yang meninggal dunia ada 37 kasus.

"Dari angka tersebut, persentase kesembuhan di Kabupaten Boyolali ada 77% dan persentase kematian 4%," kata dia kepada wartawan, Rabu (14/10/2020). Mengenai penilaian indeks kesehatan masyarakat di Boyolali saat ini Boyolali masih masuk zona risiko sedang atau zona oranye.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom