Tesla Klaim Punya Teknologi Sensor Pembaca Rambu Lalu Lintas
teknologi mobil Tesla. (Istimewa)

Solopos.com, NEW YORK - Tesla kembali membuat lompatan di bidang teknologi otomotif dengan merancang fitur sensor pembaca rambu lalu lintas. Teknologi ini dianggap menjadi solusi mobil swakemudi meski penerapannya masih diragukan dari segi keamanan.

Valuasi Saham Tesla Anjlok Gara-Gara Twit Elon Musk

Fitur itu dapat mengenali warna lampu lalu lintas, kemudian membuat mobil berhenti jika sensor mengenali lampu merah yang menyala. Sistem juga dapat mengenali lampu kuning berkedip (rambu hati-hati/kurangi kecepatan), dan lampu hijau tanda berjalan.

Dilansir USA Today, Selasa (5/5/2020), fitur berhenti otomatis itu memanfaatkan sistem kerja Traffic Aware Cruise Control atau Autosteer yang sudah dicoba beberapa pemilik Tesla terpilih. Fitur itu akan memperlambat mobil saat sensor mendeteksi lampu merah pada rambu lalu lintas, termasuk yang berwarna hijau atau kuning.

Pikap Tesla Diklaim Lebih Cepat dari Porsche

Teknologi Otomotif Tesla

Mobil akan berhenti ketika sensor membaca lampu merah tanda berhenti. Mobil akan kembali berjalan jika pengemudi menekan tuas persneling atau menginjak pedal gas.

Namun teknologi baru Tesla itu tersandung rekomendasi Badan Keselamatan Transportasi AS. Alasannya, sistem autopilot Tesla pernah menyebabkan tiga kecelakaan fatal karena gagal mendeteksi objek bahaya di depan mobil.

Toyota Bikin SUV Listrik Bakal Dibekali Dapur Pacu Bikinan Tesla

Badan Keselamatan Lalu Lintas AS (NHTSA) mengatakan melalui pernyataan tertulis bahwa mereka akan memonitor kinerja teknologi itu. Jason Levine, direktur eksekutif Center for Auto Safety mengatakan Tesla menggunakan fitur teknologi itu untuk menjual mobil dan mendapatkan perhatian media, meskipun itu mungkin tidak berhasil. "Sayangnya, itu cara yang sulit," katanya.

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho