Tes Virus Corona Lambat, Jateng Dapat Jatah 3 Alat PCR
Alat tes PCR dari Roche Swiss telah tiba di Indonesia. (Twitter Agus Wibowo)

Solopos.com, SEMARANG -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah atau Jateng mengakui tes virus corona dengan metode Polymerase Chain Reaction atau PCR masih sangat terbatas. Pasalnya, Jateng selama ini hanya mengandalkan dua laboratorium di Jogja dan Salatiga.

Selama ini hanya ada dua laboratorium di Jateng dan sekitarnya yang mampu melakukan tes swab dengan PCR. Dua laboratorium itu adalah Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga dan B2P2VRP Yogyakarta.

Seluruh sampel swab yang diambil seluruh rumah sakit di Jateng dibawa ke dua laboratorium tersebut untuk tes PCR. Padahal kapasitas kedua laboratorium itu dalam melakukan tes juga terbatas. Di samping itu, B2P2VRP Yogyakarta juga mengetes sampel-sampel swab pasien dari RS se-DI Yogyakarta.

"Kalau B2P2VRP [Salatiga] mampu 40 tes sehari. Kalau di Jogja bisa 20 tes perhari. Kira-kira seperti itu, mungkin 60-an tes sehari," kata Kepala Dinkes Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo, Kamis (9/4/2020) malam.

Itu pula yang menyebabkan lamanya proses tes PCR dan butuh waktu untuk menentukan apakah seorang pasien positif terinfeksi virus corona atau tidak. Apalagi ada banyak kasus pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal dunia sebelum hasil tes swab keluar. Sampel-sampel swab dari pasien se-Jateng harus antre di laboratorium karena terbatasnya kapasitas tes PCR.

"Pemeriksaan PCR kita ini hanya terbatas sekali. Tempatnya di Jateng itu ada di B2P2VRP Salatiga, dan sedang mulai running di RS UNS Solo, dan akan datang secepatnya itu di Kariadi, Moewardi, semakin banyak nanti. Harapannya semakin banyak antreannya makin sedikit. Saat ini antreannya masih banyak karena apa? Karena pusat-pusat lab yang mampu melakukan tes ini masih terbatas," kata Yulianto.

Namun kabar baik datang dari Jakarta. Pemerintah telah membeli 20 alat tes PCR baru dari Roche, Swiss, untuk mempercepat pelaksanaan tes massal di Indonesia. Menurut Yuli, tiga dari 20 alat tes PCR itu akan ditempatkan di Jatene mengingat banyaknya jumlah pasien.

"Untuk PCR baru, menurut informasi nanti ada tambahan bantuan alat dari pusat. Menurut informasi sementara ada 3 alat PCR baru," ungkapnya.

Tes Massal

Selain keterbatasan kapasitas tes PCR, Jateng juga harus mengatasi keterbatasan kapasitas rumah sakit. Makin banyaknya pasien membuat ruang isolasi semakin padat dan membutuhkan tambahan ruang baru.

"Untuk rumah sakit kemarin baru saja dibuka rumah sakit darurat di Boyolali, ini sudah mulai merawat pasien-pasien Covid. Lalu nanti sebentar lagi RS di Solo milik Pemkot Solo akan kita operasionalkan. Lalu juga RS yang sudah ditetapkan jadi rujukan akan menambah jumlah ruang isolasi seperti di RSUD dr Moewardi. Selalu ditambah terus jumlah ruang isolasinya."

Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah mendatangkan sejumlah alat tes swab atau PCR dari Swiss. Alat yang mampu melakukan 10.000 tes dalam sehari ini diharapkan meningkatkan kemampuan deteksi virus Corona atau Covid-19 di Indonesia.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan sejumlah alat PCR itu didatangkan dari perusahaan farmasi Roche yang berkantor di Swiss.

“Tiga pekan lalu kita berhasil bernegosiasi dengan Rouche di Swiss untuk membeli alat-alat tersebut,” kata Arya saat memberi keterangan pers di Graha Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB), Jakarta, pada Rabu (8/4/2020).

Jika tiga alat tes PCR itu diberikan ke Jateng, pengujian secara massal diharapkan bisa dilakukan secepatnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom