Tes Swab Covid-19 di Jateng Belum Sampai 1% dari Jumlah Penduduk
Seorang pegawai mal di Semarang tengah mengikuti tes swab yang digelar Dinkes Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (20/6/2020). (Imam Yuda S./Semarangpos.com)

Solopos.com, SEMARANG -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) mengklaim terus memperbanyak pemeriksaan Covid-19 melalui tes swab dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Total sudah sekitar 51.000 tes swab yang digelar di Jateng, di mana 3.414 orang dinyatakan positif Covid-19.

Jadi 89, Tambahan 1 Kasus Baru Positif Covid-19 dari Kecamatan Sukoharjo

Meski demikian, jumlah tes swab yang dilakukan Pemprov Jateng itu belum mencapai 1% dari jumlah keseluruhan penduduk atau populasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2018, populasi Jateng mencapai 34.490.835 jiwa.

Kendati demikian, jumlah tes swab di Jateng itu sudah tergolong memenuhi standar Badan Kesehatan Dunia atau WHO, yakni 0,1% dari populasinya. Jika populasi Jateng mencapai 34,49 juta jiwa, maka standar WHO adalah 34.490 tes swab.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan Jawa Barat (Jabar) maupun DKI Jakarta, Jateng masih kalah dalam menggelar tes PCR. Hingga kini, Jabar telah menggelar swab test sekitar 60.000, sedangkan Jakarta mencapai 223.427 kali.

9 Pasien Covid-19 di Klaten Sembuh, Tapi Tambah 1 Positif dari Tulung

“Kami juga telah menggelar pengecekan dengan rapid test sebanyak 80.000 orang. Hasilnya masih kami tunggu, karena yang relatif langsung kami lakukan tes PCR,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng, Yuliyanto Prabowo, Jumat (26/6/2020).

Jumlah Spesimen Kurang dari 1%

Yulianto menyebutkan hingga kini kasus positif Covid-19 di Jateng telah mencapai 3.552 orang. Perinciannya, 1.728 pasien masih dirawat, 1.546 orang dinyatakan sembuh, dan 282 orang meninggal dunia.

Sementara itu, pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 8.445 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 48.767 orang. "Kami akan terus berupaya melakukan tracing agar dapat dilakukan treatment yang lebih cepat," imbuh Yuliyanto.

Jadi Kontak Erat Pasien Covid-19, Tempat Praktik Dokter Di Joho Sukoharjo Ditutup Gugus Tugas

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengatakan upaya tracing dengan pengecekan massal memang sudah menjadi perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi juga memerintahkan agar pengecekan massal dengan rapid test diperbanyak.

"Maka kami menindaklanjuti perintah itu dengan menggelar rapid test massal. Bahkan di beberapa daerah seperti Kota Semarang, tidak hanya rapid test tapi langsung tes swab," kata Ganjar.

Ganjar meminta seluruh kepala daerah di Jateng getol menggelar pengecekan massal Covid-19. Kepala daerah, lanjut Ganjar, tidak perlu takut apabila tracing menyebabkan lonjakan kasus.

Boyolali Tambah Lagi 2 Kasus Positif Covid-19, Total Jadi 63 Orang

"Lebih baik meningkat karena memang dilakukan tracing, daripada terlihat landai tapi tidak dilakukan tindakan apa-apa,” tegas Ganjar.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho