Terus Berbagi di Tengah Pandemi Ala Komunitas dan Pemdes di Karanganyar

Mereka mengumpulkan donasi dan menyalurkan bantuan untuk warga Dukuh Sintru Kulon RT 001/RW 003, Desa Doplang, Karangpandan, Sutino.

 Perwakilan anggota PSC Karanganyar menyerahkan bantuan sembako kepada warga Desa Doplang, Karangpandan, akhir Juni 2021. (Istimewa-dok PSC Karanganyar)

SOLOPOS.COM - Perwakilan anggota PSC Karanganyar menyerahkan bantuan sembako kepada warga Desa Doplang, Karangpandan, akhir Juni 2021. (Istimewa-dok PSC Karanganyar)

Solopos.com, KARANGANYAR — Masa pandemi Covid-19 tidak membuat masyarakat berhenti berempati terhadap orang lain. Buktinya, gabungan komunitas sosial, perusahaan, pemerintah desa, dan pihak lain di Kabupaten Karanganyar masih mau berbagi dengan masyarakat membutuhkan.

Contohnya, komunitas Peduli Sosial Community (PSC) Karanganyar bersama gabungan komunitas sosial lain di Kabupaten Karanganyar dan Sukoharjo menggandeng Kodim 0727/Karanganyar dan perusahaan lain. Mereka mengumpulkan donasi dan menyalurkan bantuan untuk warga Dukuh Sintru Kulon RT 001/RW 003, Desa Doplang, Kecamatan Karangpandan, Sutino.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Pak Tino, sapaan akrabnya, mengalami sakit keras pascaoperasi lambung beberapa bulan lalu. Kondisinya hanya bisa tergolek lemah di kasur rumahnya saat ini. Kondisi itu mendorong sejumlah orang yang tergabung dalam beberapa komunitas sosial di Kabupaten Karanganyar untuk turun tangan.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Sasar Anak Usia 12 Tahun Plus, Begini Persiapan Pemkab Karanganyar

“Kami mengunggah informasi tentang Pak Tino ke media sosial. Itu mendapat respons anggota komunitas lain dan warga internet. Mereka memberikan donasi. Para dermawan bersimpati dengan kisah pilu dan perjuangan Pak Tino,” kata Koordinator Kegiatan dari PSC Karanganyar, Marfuah Dwi Nuryati, saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat (9/7/2021).

Bantuan telah diserahkan pada Selasa (29/6/2021). Istri Tino, Dewi Darmayanti, menyebut lambung suaminya bocor sehingga harus dioperasi. Kondisi itu bermula karena Tino menderita penyakit lain, seperti darah tinggi dan diabetes. Dia mengonsumsi obat-obatan untuk memastikan kondisinya sehat.

“Minum obat resep dokter. Ternyata lambungnya tidak kuat sehingga bocor dan harus dioperasi. Sekarang obatnya sudah dihentikan diganti suntik dari bidan. Sekarang sudah bisa makan dan jalan-jalan sedikit,” katanya.

Baca juga: Asa Seribuan Pembatik di Desa Wisata Batik Girilayu Karanganyar Dongkrak Perekonomian

Rombongan tersebut menyerahkan bantuan berupa sejumlah uang hasil penggalangan donasi Komunitas PSC Karanganyar dan komunitas lain. Selain dua komunitas itu, pihak lain yang terlibat adalah Relawan Karangpandan atau akrab disebut Rendan, Yukata Peduli, Newsroom Peduli, dan Komunitas PSC Sukoharjo.

“Kami melakukan penggalanan dana selama dua minggu. Selain uang, ada bantuan kasur dan sembako,“ ujar dia.

Alat Pendukung Protokol Kesehatan

Perwakilan Yukata Peduli, Iskandar Salawi, menyampaikan keprihatinan dengan kondisi Pak Tino. Yukata Peduli menyalurkan bantuan berupa kasur sebagai bentuk CSR perusahaan kepada masyarakat.

“Tiap pembelian kasur oleh pelanggan, perusahaan menyisihkan 2,5 persen untuk kegiatan sosial. Tiap laba penjualan kami sisihkan untuk kegiatan sosial. Salah satunya kami berikan untuk Pak Tino,” ujar Iskandar.

Baca juga: Kunker ke Karanganyar, Pangdam dan Kapolda Jateng Soroti PPKM Darurat

Dandim 0727/Karanganyar, Letkol (Inf) Ikhsan Agung Widyo Wibowo, mengapresiasi langkah gabungan sukarelawan dan perusahaan tersebut. Perusahaan menyalurkan bantuan melalui program corporate social responsibility (CSR).

Selain kegiatan yang diprakarsai komunitas sosial di Kabupaten Karanganyar, tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Desa Karang dan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCP PEN) menyalurkan bantuan berupa alat pendukung protokol kesehatan kepada Pondok Pesantren Isy Karima. Bantuan diserahkan Minggu (4/7/2021) pagi.

Kepala Desa Karang, Dwi Purwoto, didampingi KPC PEN menyerahkan bantuan berupa station sanitizer dan cairan sanitizer.

“Ini upaya mendukung program pemerintah memutus mata rantai persebaran Covid-19 di lingkungan sekolah dan tempat-tempat ibadah. Apalagi sejak Sabtu kan sudah diberlakukan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat. Pola hidup sehat harus ditingkatkan, termasuk di pondok pesantren,” tutur Dwi.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Gelar Lomba Esai, Bawaslu Sukoharjo Dorong Anak Muda Peduli Pemilu

      Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo menggelar lomba final esai tentang Pemilu 2024 dengan peserta para pelajar tingkat sekolah menengah atas (SMA).

      LDII Ingatkan Komunisme Tak Selaras dengan Bangsa Indonesia

      Lembaga Dakwah Islam Indonesia atau LDII mengingatkan bahwa paham komunisme tidak selaras dengan ideologi bangsa Indonesia.

      Enak dan Murah, Ini Rekomendasi Warung Susu Boyolali yang Cocok untuk Nongkrong

      Rekomendasi 3 warung susu enak dan asyik buat nongkrong di Kabupaten Boyolali

      Solo Batik Music Festival di Pura Mangkunegaran, Masuk Venue Wajib Pakai Batik

      Para penonton acara Solo Batik Music Festival di Pamedan Pura Mangkunegaran Solo, 1-2 Oktober 2022, wajib mengenakan busana batik.

      Motor Vs Mobil di Jl. Jenderal Ahmad Yani Wonogiri, Seorang Pelajar Meninggal

      Kecelakaan lalu lintas melibatkan motor Honda Vario dan mobil Honda CRV terjadi di Jl. Jenderal Ahmad Yani, Lingkungan Salak, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, Jumat (30/9/2022) sekitar pukul 17.50 WIB.

      DPUPR Solo: Konstruksi Jembatan Sasak Beton-Gadingan Sangat Jauh dari Layak

      DPUPR Solo menyebut konstruksi jembatan sasak di Bengawan Solo yang menghubungkan Beton, Sewu, ke Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo, sangat jauh dari layak.

      Legislator DPRD Solo Tak Setuju PKL TSTJ Dipindah ke Pasar Tradisional

      Puluhan PKL TSTJ Solo mengadakan audiensi dengan DPRD Solo untuk menyuarakan penolakan atas rencana Pemkot memindahkan mereka ke pasar tradisional.

      Ucapan Terima Kasih, Warga Tirtomoyo Wonogiri Beri Kayu Liwung ke Bupati Jekek

      Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, menerima 'jimat' dari warga asal Tirtomoyo, Saiman, berupa Kayu Liwung.

      Vaksin Meningitis Langka di RS Solo, Sebagian Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan

      Vaksin meningitis yang langka di Kota Solo membuat sebagian jemaah umrah menunda keberangkatan sementara yang lainnya sampai berburu ke luar provinsi.

      Nikmatnya Soto Legendaris Mbok Dele Klaten, Jujukan Para Artis-Seniman Kondang

      Warung soto Mbok Dele menjadi salah satu warung legendaris di Klaten.

      Piknik ke Solo Sukoharjo Wonogiri Naik KA Batara Kresna, Hanya Rp4.000/Orang

      Perjalanan menyenangkan Solo - Sukoharjo - Wonogiri menggunakan Kereta Api (KA) Batara Kresna dengan tarif hanya Rp4.000 per penumpang.

      54 Jabatan Perangkat Desa di Karanganyar Tak akan Diisi, Ini Alasannya

      Ada beberapa sebab puluhan jabatan perangkat desa di Kabupaten Karanganyar tidak diisi. Di antaranya adalah jabatan yang kosong diisi dari mutasi perangkat desa lainnya.

      Jamu Jampi Usodo, Warisan Nusantara Menyehatkan Dunia

      Jamu, dari bahasa Jawa kuno jampi atau usodo sebagai salah satu minuman tradisional Indonesia, telah diajukan ke UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nusantara yang menyehatkan dunia.

      Tiket Presale Konser Dewa 19 Solo di Edutorium UMS Ludes, Sisa Harga Normal

      Tiket presale konser Dewa 19 di Solo yang akan diselenggarakan pada 26 November 2022 di Edutorium UMS Sukoharjo ludes dibeli Baladewa.

      Dinilai Kurang Aman, Jembatan Sasak Bengawan Solo akan Diganti Jembatan Darurat

      Pemkot Solo berencana mengganti jembatan sasak di Kampung Beton, Kelurahan Sewu, ke Mojolaban, Sukoharjo, dengan jembatan darurat yang lebih aman.