Terungkap! Pengirim WA Teror Minta Foto Vulgar Ke Peserta Vaksinasi Boyolali Ternyata Teman Kerja Korban

Polres Boyolali berhasil mengungkap identitas pengirim pesan WA teror kepada peserta vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Teras, Juni lalu.

 KBO Satreskrim Polres Boyolali, Iptu Wikan Sri Kadiyono, menyampaikan keterangan mengenai kasus pengiriman pesan kepada peserta vaksinasi yang mengatasnamakan Puskesmas Teras di Mapolres Boyolali, Kamis (29/7/2021). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

SOLOPOS.COM - KBO Satreskrim Polres Boyolali, Iptu Wikan Sri Kadiyono, menyampaikan keterangan mengenai kasus pengiriman pesan kepada peserta vaksinasi yang mengatasnamakan Puskesmas Teras di Mapolres Boyolali, Kamis (29/7/2021). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, BOYOLALI — Pengirim pesan Whatsapp atau WA teror meminta foto vulgar kepada peserta vaksinasi Covid-19 di Puskemas Teras, Boyolali, akhirnya terungkap. Berdasarkan hasil penelusuran kepolisian, pelaku tidak lain adalah rekan kerja si penerima pesan.

Pelaku pun sudah menyampaikan permintaan maaf, terlebih kepada Puskesmas Teras, atas peristiwa yang sempat viral di media sosial itu. Seperti diberitakan, setelah pelaksanaan vaksinasi pada 26 Juni di Kecamatan Teras, dua peserta mengaku mendapatkan pesan singkat dari seseorang yang mengaku petugas Puskesmas Teras.

Pengirim pesan mengaku tengah menjalankan pemantauan kesehatan kepada warga yang sudah mengikuti vaksinasi. Namun belakangan pengirim pesan juga meminta dikirimi foto bagian tubuh tertentu dengan alasan untuk observasi kesehatan secara online.

Baca Juga: Kisah Unik Makan di Warung Saat PPKM di Boyolali: Ngiras 20 Menit Ga Cukup

Polres Boyolali mengungkap ternyata pelaku pengiriman pesan teror tersebut tidak lain adalah rekan kerja dari kedua wanita peserta vaksinasi yang mendapatkan pesan tersebut. Pelaku atas nama Nano, 57, warga Solo, itu mengaku mengenal baik kedua wanita penerima pesan.

KBO Satreskrim Polres Boyolali, Iptu Wikan Sri Kadiyono, mewakili Kapolres Boyolali mengatakan dari peristiwa tersebut, penyidik telah menindaklanjuti dan mengungkap pengirim pesan tersebut. “Beberapa waktu lalu warga yang menerima pesan tersebut susah mendatangi Polres Boyolali. Namun tidak melakukan pelaporan, hanya menginformasikan kejadian tersebut dan ditindaklanjuti penyidik,” katanya, Kamis (29/7/2021).

Nomor WA Didapat Bukan Dari Data Vaksinasi Puskesmas

Ia mengatakan setelah proses penyelidikan, diperoleh informasi pengirim pesan teror itu adalah teman kerja peserta vaksinasi di Puskesmas Teras, Boyolali. Jadi pengirim memang mengetahui nomor kontak penerima vaksin. Terkait hal itu, ia menegaskan nomor kontak penerima vaksin tidak didapatkan dari proses pendataan vaksinasi.

Baca Juga: Kades Guwokajen Boyolali: Pembebasan Lahan Tol Solo-Jogja Di Klinggen Baru Tahap Penetapan Harga

“Jadi data peserta vaksinasi itu dijamin aman. Sebab yang mengirimkan pesan itu juga bukan dari Dinas Kesehatan atau Puskesmas, tapi temannya sendiri,” jelasnya.

Menurut Wikan, berdasar pemeriksaan motif pelaku hanya bercanda. Namun kemungkinan penerima pesan itu takut atau waswas. Penerima pesan, pengirim dan Puskesmas sudah dipertemukan dan akhirnya kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Pelaku pengirim pesan, Nano, mengatakan saat itu ia hanya bermaksud bercanda kepada temannya.

“Maksudnya hanya bercanda. Saya tidak menyangka kalau sampai viral. Dan saya minta maaf karena saya membawa nama Puskesmas untuk meyakinkan teman saya itu. Saya benar-benar minta maaf kepada Ibu Titik Fauziyati sebagai kepala puskesmas [Teras]. Sebab dari kejadian ini nama baiknya menjadi tercemar. Saya minta maaf dan saya tidak akan mengulangi perbuatan saya ini lagi,” katanya.

Baca Juga: Warga Boyolali Diteror Seusai Jalani Vaksinasi Covid-19 Di Puskesmas, Begini Ceritanya

Keadilan Restoratif

Kasubag Tata Usaha Puskesmas Teras, Gati Purwaningsih Aminah, mengucapkan terima kasih kepada Polres Boyolali yang telah menangani kasus pesan WA teror kepada peserta vaksinasi tersebut dengan baik.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Satreskrim Polres Boyolali. Hal-hal semacam ini sepertinya sepele, tapi sangat buruk dan mencemarkan nama baik Puskesmas. Ini sudah bisa teratasi, pelaku sudah meminta maaf dan kami terima kasih sudah dimediasi seperti ini. Sehingga menetralisir berita yang kurang baik ini,” katanya.

Baca Juga: Polisi Panggil 2 Peserta Vaksinasi Covid-19 Boyolali Yang Diteror Via WA

Ia berharap ke depan persoalan serupa tidak lagi terjadi, terutama di jajaran layanan kesehatan. Penasihat hukum pelaku pengirim pesan, I Ketut Sudira juga menyampaikan terima kasih kepada Puskesmas dan kepolisian. Sehingga permasalahan ini menjadi jelas.

“Dari kepolisian benar-benar telah menjalankan keadilan restoratif sesuai dengan Perkab No 6/2019 Pasal 12. Benar-benar dilaksanakan bahwa hukum pidana merupakan cara terakhir. Karena ini bisa diselesaikan dengan baik melalui mediasi, semua terselesaikan dengan baik,” katanya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Pesan Bupati Yuni ke Warga Sragen: Jangan Abai Prokes!

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, tak henti-hentinya mengingatkan warga agar tak abai terhadap protokol kesehatan.

Rajin Patroli Prokes, Tim Gabungan Weru Sukoharjo: Warga Jangan Lengah!

Tim gabungan di Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo, tetap rajin melakukan patroli penerapan protokol kesehatan.

Akhir Pekan, Arus Lalu Lintas di Solo Padat Merayap

Arus lalu lintas di sejumlah lokasi di Kota Solo terpantau padat merayap saat libur akhir pekan.

Sopir Minibus Rombongan Guru SD Demak yang Ngglondor Tak Tahu Medan

Sopir minibus yang ngglondir di tanjakan Desa Girilayu, Matesih, Karanganyar, hanya mengandalkan Google Maps.

Minibus yang Terguling di Karanganyar Ternyata Bawa Rombongan Guru SD

Minibus yang ngglondor di Matesih, Karanganyar, mengangkut rombongan guru SD asal Demak yang beranggotakan 14 orang.

Sepakat dengan Istri, Bupati Wonogiri Hanya Ingin Punya Satu Anak

Saat meluncurkan buku karya anaknya, Bupati Wnogiri, Joko Sutopo, mengaku telah bersepakat dengan istrinya hanya ingin memiliki satu anak.

Penemuan Arca di Candi Sirih Sukoharjo, Tim Gali Tanah hingga 1 Meter

Dua arca ditemukan oleh tim peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta di Candi Sirih Sukoharjo di kedalaman sekitar 1 meter.

Ternyata Waldjinah Tak Suka dan Enggan Menyanyikan Lagu Ini

Seumur hidup Waldjinah hanya sekali menyanyikan lagu berbahasa asing.

Akan Berusia 76 Tahun, Ini Keinginan Terpendam Ratu Keroncong Solo

Waldjinah akan genap berusia 76 tahun pada 7 November 2021 mendatang. Oleh anaknya Waldjinah tak boleh lagi bernyanyi untuk komersial.

Wow! 2 Arca Ditemukan di Candi Sirih Sukoharjo

Tim peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta menemukan arca wisnu dan arca agastya saat proses eksvakasi lanjutan di situs bersejarah Candi Sirih Sukoharjo.

Pamsimas Gagal, Warga Tiga Desa di Sragen Alami Krisis Air Bersih

Tiga Desa di tiga Kecamatan di Sragen alami krisis air bersih karena kekeringan. Mereka mengandalkan bantuan air bersih dari Pemkab Sragen untuk mencukupi kebutuhan air bersih.

Rektor ISI Surakarta Mewisuda 278 Mahasiswa pada Gelombang II 2021

Rektor ISI Surakarta, I Nyoman Sukerna, mewisuda 278 orang mahasiswa lulusan program sarjana, magister, dan doktor pada Jumat (15/10/2021).

Minibus Angkut 8 Penumpang Asal Demak Ngglondor di Matesih

Tak kuat menanjak di jalur menuju Candi Sukuh, minibus yang mengangkut rombongan dari Demak ngglondor dan terguling.

Kisah Beras Delanggu yang Kini Tinggal Nama

Beras Delanggu kini tinggal nama brand. Tidak ada petani di Delanggu, Klaten, yang menanam beras raja lele yang dikenal pulen dan enak.

Sayangkan Komentar Rudy Soal Celeng, Dencis: Seharusnya Menyejukkan

Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Tengah (Jateng), Denny Nurcahyanto, menilai pernyataan Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo, memperkerus suasana.

Kata Dencis Soal Sanksi Kader yang Dukung Ganjar Pranowo

Wakil Ketua DPD PDIP Jateng, Denny Nurcahyanto, menyebut pihaknya tak berhak memberikan sanksi bagi kader yang melanggar instruksi partai.