Terungkap, Kronologi Bakul Karak Klaten Dibegal Hingga Luka-Luka

Kronologi aksi begal itu bermula ketika korban berangkat dari rumahnya di Tempursari menuju Pasar Gabus di Kecamatan Jatinom melalui jalan yang sepi.

Ponco Suseno
Jumat, 22 Oktober 2021 - 14:20 WIB

SOLOPOS.COM - Ilustrasi begal motor (JIBI/Dok)

Solopos.com, KLATEN – Seorang bakul karak asal Tempursari, Kecamatan Ngawen, jadi korban pembegalan di jalan Gedaren (Jatinom)-Manjungan (Ngawen), tepatnya di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Kamis (21/10/2021) pagi.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Jumat (22/10/2021), terungkap kronologi bakul karak yang jadi korban begal tersebut. Begal itu beraksi saat kondisi jalan masih sepi. Kejadian itu bermula ketika korban berangkat dari rumahnya di Tempursari menuju Pasar Gabus di Kecamatan Jatinom untuk berjualan karak.

Baca Juga: Breaking News, Bakul Karak Jadi Korban Begal di Klaten

Saat melintasi jalan Gedaren-Munjungan, diduga ia telah diikuti oleh begal. Saat tiba di Manjungan, laju sepeda bakul karak itu tiba-tiba dihentikan seorang pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor jenis matik.

Bakul karak itu sempat memberi perlawanan, namun ia tak kuasa menahan pukulan begal dengan kayu. Korban mengalami luka pada bagian kepala akibat pukulan kayu. Setelah melukai korban, begal berhasil kabur dengan membawa sejumlah uang milik korban. Diduga korban mengalami kerugian material hingga ratusan ribu rupiah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, korban pembegalan merupakan seorang ibu yang kesehariannya menjadi bakul karak di Pasar Gabus, Kecamatan Jatinom. Bakul karak itu sempat mengalami luka setelah dipukul dengan kayu oleh begal.

Baca Juga: Masih Trauma, Mbah Yadi Driver Ojol Korban Begal di Baki Sukoharjo Kini Jualan Soto

“Jalan di lokasi kejadian itu memang sepi. Apalagi setelah Subuh [pukul 05.00 WIB]. Mungkin, ibu-ibu sudah dibuntuti pelaku. Orang-orang di sini sudah pada dengar kejadian kemarin. Cuma, enggak tahu orangnya,” kata salah seorang warga Gedaren, Kecamatan Jatinom, Sri Pitoyo, 22, saat ditemui Solopos.com, di Manjungan, Ngawen, Jumat (22/10/2021).

Hal senada dijelaskan Kepala Desa (Kades) Manjungan, Kecamatan Ngawen, Dunung Nugraha. Informasi seorang bakul karak menjadi korban pembegalan di daerahnya itu diperoleh dari warganya.

“Memang benar ada yang dibegal. Korbannya dari Tempursari, Ngawen. Hanya, identitasnya saya enggak hafal. Dia sempat luka di bagian kepala karena dipukul pelaku dengan kayu,” katanya.

Baca Juga: Tekad Driver Ojol Korban Begal di Sukoharjo akan Ngojek Lagi Setelah Pulih

Hal senada dijelaskan Sekretaris Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Muh. Iksan Kurniawan. Pemdes Manjungan memperoleh informasi dari warga yang melaporkan kejadian pembegalan ke Kades Manjungan.

“Kami juga memperoleh informasi itu dari pak Kades. Dari desa sudah memberitahukan ke Bhabinkamtibmas juga. Untuk pencegahan, patroli saat malam ditingkatkan [Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan sukarelawan desa setempat juga terlibat dalam patroli malam di Jl. Gedaren-Manjungan yang menjadi jalan kabupaten itu, Kamis (21/10/2021) malam],” katanya.

Terpisah, Kapolsek Klaten Utara, AKP Sugeng Handoko, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Eko Prasetyo, mengatakan jajarannya belum memperoleh laporan terkait aksi pembegalan di Manjungan.

Baca Juga: Pemuda yang Mengaku Dibegal Padahal Tertipu Open BO Jadi Tersangka

“Enggak ada laporannya. Dari Bhabinkamtibmas sudah menyarankan ke korban pembegalan [warga Tempursari] agar melapor ke aparat polisi. Tapi, yang bersangkutan [korban pembegalan] belum mau melapor,” katanya.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif